Trans Retail Indonesia Resmikan PLTS Atap di 16 Lokasi, Kurangi Emisi Karbon 13 Ribu Ton per Tahun
Trans Retail Indonesia resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang terpasang di sejumlah gerai Transmart dan Trans Studio Mall. Peresmian fasilitas energi terbarukan tersebut digelar di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Senin (15/9).
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Trans Retail Indonesia dengan PT Xurya Daya Indonesia. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk PT PLN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemanfaatan PLTS atap menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
PLTS Terpasang di 16 Lokasi
Direktur Human Resources dan Public Relations Trans Retail Indonesia, Satria Hamid, mengatakan pemasangan PLTS telah dilakukan pada 13 gerai Transmart dan tiga Trans Studio Mall. Dengan demikian, total terdapat 16 lokasi yang telah memanfaatkan pembangkit listrik berbasis energi surya tersebut.
Menurut Satria, penggunaan PLTS memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dalam jumlah besar. Dari seluruh lokasi yang telah dikonversi, perusahaan memperkirakan dapat menghemat emisi karbon tidak kurang dari 13 juta kilogram.
“Kalau dari 13 Transmart yang dikonversi menjadi PLTS dan tiga Trans Studio Mall, itu tidak kurang dari 13 juta kilogram yang bisa kita hemat dari emisi karbon,” ujar Satria dalam acara peresmian.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 13 ribu ton pengurangan emisi karbon. Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya tidak hanya mendukung kebutuhan listrik operasional, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis ritel.
Kapasitas PLTS Lebih dari 12 Megawatt
VP Commercial Xurya Daya Indonesia, Adhi Laksmanaputra, menjelaskan bahwa PLTS yang terpasang di jaringan Trans Retail Indonesia tersebar di 14 kota di Indonesia. Pemasangan tersebut berkembang sejak kerja sama antara kedua perusahaan mulai dijajaki pada 2023.
Saat ini, total kapasitas PLTS yang terpasang telah mencapai lebih dari 12 megawatt (MW). Adhi menyebut proyek tersebut sebagai salah satu instalasi PLTS dengan skala besar di Indonesia.
“Kalau kita bicara detail, ini salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Adhi.
PLTS tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 16,8 gigawatt hour (GWh) listrik setiap tahun. Produksi listrik bersih ini juga diperkirakan setara dengan pengurangan sekitar 13 juta kilogram emisi karbon per tahun.
Mendukung Transisi Energi di Sektor Ritel
Adhi menuturkan, pemanfaatan PLTS tidak semata-mata berkaitan dengan efisiensi biaya operasional perusahaan. Menurutnya, penggunaan energi surya juga dapat menjadi bagian dari proses transisi energi, terutama di sektor ritel yang memiliki banyak lokasi operasional.
Ia menilai penerapan pembangkit listrik tenaga surya masih memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih luas. Implementasinya tidak hanya dapat diterapkan pada jaringan ritel, tetapi juga berpotensi digunakan untuk kebutuhan operasional di sektor lainnya.
“Kami yakin ini bisa diimplementasikan secara lebih luas untuk kebutuhan operasional, tidak hanya di sektor retail, tapi juga di sektor lainnya,” kata Adhi.
DKI Jakarta Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Kepala Seksi Energi Terbarukan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Ayiful Ramadhan Asit, menyampaikan bahwa pemasangan PLTS atap merupakan langkah penting untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Jakarta.
Ayiful mengapresiasi keputusan Trans Retail Indonesia menggunakan energi surya untuk mendukung kebutuhan operasional di sejumlah lokasi. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan strategi efisiensi energi serta kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong penggunaan energi terbarukan.
Ia menyebut kapasitas PLTS yang telah terpasang di wilayah Jakarta kini mencapai sekitar 46 MW. Menurutnya, penambahan kapasitas energi surya tersebut penting untuk mendukung pencapaian target energi terbarukan.
“Ini sangat penting dalam mendukung capaian target energi terbarukan,” ujar Ayiful.
Berharap Pemasangan PLTS Terus Diperluas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pemanfaatan PLTS di jaringan Trans Retail Indonesia tidak berhenti pada lokasi yang telah terpasang saat ini. Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya diharapkan dapat berlanjut ke lokasi lain yang berada dalam jaringan kelompok usaha tersebut.
Perluasan penggunaan PLTS akan memperbesar kontribusi sektor ritel dalam pemanfaatan energi terbarukan. Selain membantu meningkatkan efisiensi energi, langkah ini juga dapat memperkuat upaya pengurangan emisi karbon dari kegiatan operasional perusahaan.
Kesimpulan
Peresmian PLTS atap di 16 lokasi Transmart dan Trans Studio Mall menandai langkah Trans Retail Indonesia dalam mendorong penggunaan energi bersih. Dengan kapasitas lebih dari 12 MW dan proyeksi produksi listrik sekitar 16,8 GWh per tahun, proyek ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 13 juta kilogram setiap tahun.
Ke depan, keberlanjutan proyek ini akan bergantung pada perluasan pemasangan PLTS di lokasi lain. Jika implementasinya terus dikembangkan, pemanfaatan energi surya dapat menjadi bagian penting dari efisiensi operasional sekaligus mendukung transisi energi di sektor ritel dan bidang lainnya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment