Wapres Gibran Kunjungi NTT, Dorong Mahasiswa Terlibat dalam Pemulihan Pascabencana
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada Kamis (20/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penanganan dan proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah NTT.
Selain meninjau kondisi masyarakat terdampak, Gibran juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam proses pemulihan. Salah satu bentuk keterlibatan yang didorong ialah pendampingan psikologis, terutama dalam membantu pemulihan trauma atau trauma healing bagi para korban bencana.
Gibran Ingin Melihat Langsung Kondisi Korban Bencana
Dalam kunjungan tersebut, Gibran ingin memastikan kondisi masyarakat terdampak bencana serta kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat. Kehadiran langsung di lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang dihadapi warga.
Menurut Gibran, pemantauan secara langsung penting agar langkah pemerintah dalam proses penanganan dan pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya setelah bencana terjadi.
Penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Proses pemulihan juga mencakup perhatian terhadap kondisi psikologis warga, khususnya mereka yang mengalami trauma akibat bencana dan masih berada dalam situasi sulit.
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI Didorong Berkontribusi
Keterlibatan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dalam kunjungan ke NTT menjadi bagian dari upaya mendorong peran anak muda dalam penanganan bencana. Mahasiswa diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
Peran Anak Muda dalam Trauma Healing
Gibran menilai semangat serta kepedulian generasi muda perlu difasilitasi agar dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam konteks bencana di NTT, mahasiswa dapat membantu memberikan dukungan dalam proses pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak.
Pemulihan trauma menjadi salah satu aspek penting karena bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental para korban. Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang psikologi diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan bagi warga yang membutuhkan pendampingan.
Gibran menyebut keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Pemerintah tidak hanya bertugas memastikan kebutuhan masyarakat tertangani, tetapi juga mendorong generasi muda untuk hadir dan berkontribusi secara langsung.
Meninjau Sejumlah Wilayah di NTT
Selama berada di NTT, Gibran dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi yang terdampak bencana. Ia juga akan melihat fasilitas layanan dasar masyarakat di beberapa daerah, yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi wilayah serta layanan yang dibutuhkan masyarakat setelah bencana. Informasi dari lapangan menjadi penting agar penanganan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan warga di masing-masing daerah.
Kunjungan ini berlangsung ketika gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah NTT. Pada pagi hari, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang dan dirasakan di beberapa daerah, termasuk Labuan Bajo. Situasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi kondisi kebencanaan yang memerlukan perhatian dan penanganan berkelanjutan.
Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT mencapai 71 orang. Selain itu, ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat harus terus dipastikan. Pemerintah perlu menyesuaikan langkah penanganan dengan keadaan warga, termasuk kebutuhan layanan dasar serta dukungan pemulihan bagi korban yang mengalami dampak bencana.
Kesimpulan
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke NTT dilakukan untuk melihat langsung penanganan dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah. Dalam agenda tersebut, Gibran juga mendorong mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk ikut membantu pemulihan trauma masyarakat terdampak.
Keterlibatan mahasiswa menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Ke depan, proses pemulihan di NTT diharapkan dapat terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, terutama karena gempa susulan masih terjadi dan ribuan warga masih berada di pengungsian.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment