Zulhas Berkelakar soal Bahlil dan Prabowo dalam HUT ke-28 PAN, Soroti Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas menyampaikan sejumlah kelakar politik dalam sambutannya pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/9) malam. Dalam kesempatan tersebut, Zulhas bergurau dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengenai beratnya menjadi pemimpin partai hingga presiden.

Gurauan Zulhas itu disambut tawa oleh Bahlil dan para peserta acara. Selain membahas posisi ketua umum dan presiden, Zulhas juga menyinggung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar serta Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf. Di luar suasana humor, Zulhas turut menyampaikan pandangannya mengenai usulan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen.

Zulhas Bergurau soal Beratnya Menjadi Ketua Umum dan Presiden

Dalam sambutannya, Zulhas mengatakan kepada Bahlil bahwa menjadi ketua umum partai bukanlah hal yang ringan. Menurut dia, tanggung jawab tersebut akan terasa semakin berat apabila dikaitkan dengan posisi presiden.

“Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga. Ketum partai berat. Apalagi jadi presiden, apalagi presiden. Saya kira Pak Bahlil sama saya sepakat,” ujar Zulhas.

Zulhas kemudian melanjutkan kelakarnya dengan menyebut bahwa posisi presiden sebaiknya tetap dijalankan oleh Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung kepada Bahlil dan segera mengundang reaksi dari para hadirin.

“Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?” kata Zulhas.

Bahlil merespons ucapan tersebut dengan mengacungkan jempol. Sementara itu, Prabowo yang turut berada dalam acara hanya mengangkat tangan ke arah depan sambil melemparkan senyum tipis.

Muhaimin Iskandar Ikut Menjadi Bahan Kelakar

Zulhas juga melontarkan candaan mengenai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menyebut terdapat perbedaan antara Bahlil bersama dirinya dan Muhaimin dalam hal keinginan untuk maju sebagai calon presiden.

Menurut Zulhas, Bahlil dan dirinya kemungkinan tidak mencalonkan diri sebagai presiden. Sementara itu, Muhaimin disebut masih mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

“Bedanya sedikit, Pak Bahlil bersama saya mungkin enggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak,” ujar Zulhas.

Ucapan tersebut langsung disambut tawa Muhaimin. Cak Imin bahkan mengangkat tangan ke dada sebagai respons atas kelakar yang disampaikan Zulhas.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas juga menyebut Presiden PKS Al Muzammil Yusuf. Ia bergurau bahwa cita-cita Muzammil untuk menjadi presiden partai telah terwujud karena dirinya sudah menjabat sebagai Presiden PKS.

“Presiden Partai Keadilan Sejahtera Doktor Al Muzzammil Yusuf, kalau Pak Muzammil sudah jadi presiden, Pak. Jadi tidak cita-cita lagi,” kata Zulhas.

Zulhas Serahkan Keputusan Ambang Batas Parlemen pada Musyawarah

Selain menyampaikan kelakar, Zulhas merespons pembahasan mengenai ambang batas parlemen yang diusulkan naik menjadi 5 persen. Ia mengatakan PAN akan mengikuti keputusan yang disepakati bersama oleh partai-partai dalam koalisi pemerintah.

Zulhas menekankan bahwa keputusan tersebut harus dicapai melalui proses musyawarah dan mufakat. Ia menyebut prinsip kekeluargaan serta gotong royong sebagai dasar dalam menentukan sikap bersama.

“Ya, kita kan koalisi ya dengan teman-teman Gerindra dan lain-lain. Kita yang penting musyawarah mufakat. Aslinya kita ini kan kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat,” kata Zulhas kepada wartawan.

Ia menambahkan, PAN akan menerima keputusan apa pun selama telah disepakati bersama. Sikap tersebut juga berlaku untuk pembahasan mengenai parliamentary threshold.

“Kami apa saja kalau disepakati, kami ikut. Termasuk soal PT (parliamentary threshold), kami ikut. Tapi harus ada kesepakatan kebersamaan, itu saja. Itu yang paling penting,” ujar Zulhas.

Ambang Batas Parlemen Diusulkan Menjadi 5 Persen

Sebelumnya, sejumlah partai koalisi pemerintah disebut telah menyepakati ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ambang batas pada pemilu sebelumnya yang berada di level 4 persen.

Perubahan ambang batas parlemen merupakan tindak lanjut dari perintah Mahkamah Konstitusi melalui putusan perkara Nomor 116/PUU-XXI/2023. Putusan itu dibacakan pada 29 Februari 2024. Perkara tersebut diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem.

Kesimpulan

Sambutan Zulhas dalam HUT ke-28 PAN berlangsung dengan suasana cair melalui sejumlah kelakar yang melibatkan Bahlil, Prabowo, Muhaimin Iskandar, dan Al Muzammil Yusuf. Di balik candaan tersebut, Zulhas juga menegaskan sikap PAN terkait ambang batas parlemen. Partai tersebut menyatakan akan mengikuti keputusan bersama selama prosesnya ditempuh melalui musyawarah, mufakat, dan kesepakatan antarpihak. Ke depan, pembahasan mengenai ambang batas parlemen 5 persen tetap menjadi salah satu isu yang menunggu kesepakatan bersama di antara partai-partai terkait.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment