Dejan/Apri Raih Gelar Perdana di Pontianak International Challenge
Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu berhasil meraih gelar juara pertama mereka sebagai pasangan ganda campuran. Prestasi tersebut diraih setelah Dejan/Apri memenangkan turnamen Pontianak International Challenge. Gelar ini menjadi modal penting bagi keduanya untuk membangun kepercayaan dan keyakinan sebagai pasangan baru.
Dejan/Apri harus melalui pertandingan ketat sebelum memastikan diri sebagai juara. Mereka mengalahkan wakil Taiwan, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun, dalam laga dramatis yang berlangsung selama tiga gim. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 19-21, 27-25, dan 21-19 untuk kemenangan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Dejan/Apri Menang dalam Laga Sengit
Perjalanan Dejan/Apri menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Mereka sempat kehilangan gim pertama setelah kalah 19-21. Namun, pasangan Indonesia itu mampu menunjukkan ketenangan dan daya juang pada gim kedua.
Gim kedua menjadi titik penting dalam pertandingan. Dejan/Apri berhasil menang dengan skor 27-25 setelah melalui persaingan ketat. Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Dejan/Apri kembali terlibat dalam duel sengit. Mereka akhirnya mampu mengamankan kemenangan dengan skor 21-19. Hasil tersebut memastikan gelar perdana bagi Dejan dan Apriyani sejak dipasangkan sebagai duet baru.
Gelar Penting untuk Membangun Kepercayaan
Dejan menyambut keberhasilan tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, gelar juara di Pontianak bukan hanya berkaitan dengan level turnamen, tetapi juga proses yang sedang mereka jalani sebagai pasangan.
“Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain,” ujar Dejan seperti dikutip dari rilis PBSI.
Dejan menilai kemenangan tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi dirinya dan Apriyani untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa proses membangun pasangan baru membutuhkan waktu dan kerja keras.
“Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya,” kata Dejan.
Pontianak International Challenge Jadi Turnamen Kedua
Pontianak International Challenge merupakan turnamen kedua yang diikuti Dejan/Apri sebagai pasangan. Sebelumnya, mereka menjalani debut di Taiwan Open 2026 pada Juli lalu.
Dengan demikian, kemenangan di Pontianak menjadi hasil positif dalam fase awal perjalanan mereka. Gelar ini juga memberikan tambahan keyakinan bagi keduanya setelah melalui pertandingan final dengan tekanan tinggi.
Apriyani turut menyampaikan apresiasi kepada Dejan, tim pelatih, serta para pemain ganda campuran yang telah membantu proses adaptasinya. Apri diketahui baru berpindah ke sektor ganda campuran setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain ganda putri.
“Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudah membantu kami dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran. Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan,” ujar Apriyani.
Apriyani dan Dejan Punya Rekam Jejak Besar
Duet Dejan/Apri merupakan salah satu racikan terbaru tim pelatih. Kendati keduanya telah memiliki nama besar, mereka tetap harus memulai perjalanan dari turnamen level bawah untuk mengumpulkan poin.
Apriyani sebelumnya pernah menjadi juara Olimpiade ketika berpasangan dengan Greysia Polii di nomor ganda putri. Setelah itu, ia memutuskan beralih ke sektor ganda campuran. Sebelum dipasangkan dengan Dejan, Apri juga sempat berduet dengan Siti Fadia Silva dan Lanny Tria Mayasari di sektor ganda putri.
Sementara itu, Dejan pernah menembus jajaran 10 besar dunia saat berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja. Ia kemudian sempat bermain bersama Siti Fadia Silva dan Bernadine Wardana sebelum akhirnya dipasangkan dengan Apriyani.
Dukungan Penonton Menambah Energi
Apriyani mengakui bahwa pertandingan final berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi. Dejan/Apri berada dalam tekanan, tetapi berusaha terus menaikkan intensitas permainan dan mengatasi rasa gugup serta tegang.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Pontianak yang hadir langsung di arena pertandingan. Menurut Apriyani, gemuruh dan atmosfer penonton memberikan energi tambahan bagi mereka untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
Kesimpulan
Gelar Pontianak International Challenge menjadi pencapaian perdana Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu sebagai pasangan. Kemenangan atas Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun melalui pertandingan tiga gim menunjukkan perjuangan dan ketahanan mereka dalam menghadapi tekanan.
Meski masih berada pada tahap awal membangun duet, Dejan/Apri telah memperoleh modal berharga berupa gelar, pengalaman bertanding, serta kepercayaan satu sama lain. Ke depan, mereka diharapkan dapat terus menjalani proses dengan kerja keras untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment