Gianni Infantino Disorot Usai Menjawab Pertanyaan Skandal Penjualan Saham Piala Dunia dengan Candaan
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah memberikan respons yang dinilai tidak menjawab substansi ketika dicecar pertanyaan mengenai kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia. Setelah berminggu-minggu menghindari sorotan media, Infantino akhirnya tampil di hadapan publik. Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkannya untuk menjelaskan tudingan serius yang diarahkan kepadanya.
Dalam sebuah sesi bersama wartawan, Infantino justru melontarkan candaan ketika ditanya mengenai tuduhan telah mengkhianati sepak bola serta alasan dirinya tidak mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA. Sikap tersebut terjadi ketika jurnalis Sky News, James Matthews, menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Infantino.
Infantino Jawab Pertanyaan Wartawan dengan Candaan
Seperti dilansir Daily Mail, James Matthews menanyakan posisi Infantino di tengah tekanan yang terus meningkat. Wartawan tersebut juga meminta penjelasan mengenai tudingan terhadap sang Presiden FIFA dan alasan ia tetap bertahan di jabatannya.
Alih-alih memberikan jawaban terkait isu tersebut, Infantino justru menanggapi dengan komentar bernada bercanda. “Rambutmu bagus, terima kasih banyak. Sampai jumpa di tukang cukur,” ujar Infantino.
Pernyataan itu tidak menyentuh sedikit pun substansi pertanyaan yang diajukan. Candaan tersebut merujuk pada kondisi kepala Infantino dan Matthews yang sama-sama botak. Karena itu, respons Infantino terkesan sebagai upaya mengalihkan pembicaraan dari tudingan serius yang tengah membayangi dirinya.
Momen tersebut pun menambah sorotan terhadap cara Infantino menghadapi kritik. Publik dan sejumlah pihak sebelumnya menunggu penjelasan langsung mengenai rencana kontroversial yang berkaitan dengan penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Kontroversi Rencana Penjualan Saham Piala Dunia
Tekanan terhadap Infantino muncul setelah investigasi media Inggris, The Times, mengungkap rencana pembentukan sebuah perusahaan baru dengan nilai sekitar 15 miliar poundsterling. Perusahaan itu dikaitkan dengan rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Laporan tersebut juga memuat dugaan mengenai kemungkinan motif finansial pribadi Infantino. Ia disebut berpeluang menduduki posisi sebagai komisioner perusahaan setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir pada 2031.
Jabatan tersebut diperkirakan dapat memberikan penghasilan lebih dari 50 juta dolar AS per tahun. Informasi itu membuat rencana penjualan saham Piala Dunia menuai kecaman lebih luas karena dianggap berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Meski demikian, rencana tersebut akhirnya dibatalkan secara resmi oleh Infantino pada akhir Juli. Pembatalan itu dilakukan setelah muncul penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk perlawanan internal di lingkungan FIFA.
Tekanan untuk Mundur Terus Menguat
Pembatalan rencana penjualan saham Piala Dunia tidak serta-merta menghentikan tekanan terhadap posisi Infantino. UEFA dan CONCACAF secara terbuka telah menuntut agar Infantino meninggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Tekanan juga datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein. Ia bahkan menuding Infantino melakukan pemerasan. Dengan bergabungnya Yordania, tercatat 91 asosiasi anggota menyatakan sikap menentang Infantino.
Jumlah tersebut masih berada di bawah ambang yang diperlukan untuk menjatuhkan Infantino dari kursi Presiden FIFA. Berdasarkan informasi yang disampaikan, dibutuhkan dukungan dari 106 negara untuk benar-benar menggulingkannya dari jabatan tersebut.
Kecaman Luis Figo terhadap Infantino
Kritik terhadap Infantino turut disampaikan oleh legenda sepak bola Portugal, Luis Figo. Ia menulis sebuah kolom terbuka yang berisi tuntutan agar Infantino mengundurkan diri dari jabatannya.
Figo menilai rencana penjualan saham Piala Dunia sebagai perilaku paling rendah yang pernah ia saksikan selama mengikuti perkembangan dunia sepak bola. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kontroversi ini tidak hanya mendapat perhatian dari organisasi sepak bola, tetapi juga dari tokoh-tokoh besar dalam olahraga tersebut.
Kesimpulan
Respons bercanda Gianni Infantino saat ditanya mengenai kontroversi penjualan saham Piala Dunia kembali menempatkannya dalam sorotan. Alih-alih menjelaskan tudingan tentang rencana perusahaan bernilai sekitar 15 miliar poundsterling dan dugaan keuntungan pribadi, Infantino memilih memberikan komentar mengenai penampilan sang wartawan.
Walaupun rencana tersebut telah dibatalkan, gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino belum berakhir. Tuntutan dari UEFA, CONCACAF, Pangeran Ali bin Hussein, hingga Luis Figo memperlihatkan besarnya tekanan yang harus dihadapi Presiden FIFA.
Ke depan, posisi Infantino akan terus menjadi perhatian, terutama karena 91 asosiasi anggota telah menyatakan penolakan dan jumlah yang dibutuhkan untuk menjatuhkannya adalah 106 negara. Sikap Infantino dalam memberikan penjelasan publik serta perkembangan dukungan dari asosiasi anggota akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan kepemimpinannya di FIFA.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment