7 Ritual Unik Traveler di Dunia untuk Menenangkan Diri Selama Perjalanan

Bepergian menggunakan transportasi umum, baik pesawat, kendaraan darat, maupun kapal, dapat memicu rasa cemas dan tegang bagi sebagian orang. Untuk meredakan kegugupan sekaligus memohon keselamatan, sejumlah traveler di berbagai belahan dunia menjalankan ritual tertentu sebelum memulai perjalanan.

Ritual tersebut hadir dalam beragam bentuk, mulai dari membawa benda yang dipercaya memiliki kekuatan khusus hingga melakukan kebiasaan sederhana sebelum berangkat. Melansir Travel + Leisure dari laporan Casino Khajana, tradisi ini berkaitan dengan kepercayaan lokal dan spiritual yang diyakini dapat membantu menenangkan pikiran selama perjalanan.

Ritual Perjalanan untuk Menangkal Kesialan

1. Menyimpan Bawang Putih di Dalam Koper

Menyelipkan satu siung bawang putih ke dalam koper disebut sebagai salah satu ritual perjalanan paling populer untuk menangkal kesialan. Pakar mistik asal London, Inbaal Honigman, menjelaskan bahwa bawang putih dipercaya sebagai jimat untuk mengusir energi negatif di berbagai penjuru dunia.

Kepercayaan tersebut berkembang dalam sejumlah budaya. Di Bosnia dan Herzegovina, Italia, Yunani, hingga Tiongkok, bawang putih dipercaya memiliki khasiat magis, mulai dari mengusir vampir sampai menangkal mata jahat atau evil eye. Dalam perjalanan melalui jalur air, bawang putih bahkan dipercaya dapat memberikan perlindungan dari risiko tenggelam.

2. Menyentuh Badan Pesawat Sebelum Naik

Bagi penumpang yang tidak nyaman dengan aroma bawang putih, menyentuh bagian luar badan pesawat sebelum naik menjadi pilihan ritual lainnya. Kebiasaan ini dilakukan sebagai bentuk “menyapa” pesawat dan memohon keselamatan sebelum penerbangan dimulai.

Gerakan sederhana tersebut juga dianggap mampu membantu menenangkan calon penumpang yang merasa cemas. Dengan melakukan aktivitas fisik singkat, sebagian orang dapat memperoleh rasa tenang sebelum pesawat lepas landas.

3. Mendahulukan Kaki Kanan

Memasuki pesawat atau moda transportasi lain dengan kaki kanan dipercaya dapat membuat perjalanan dimulai dengan “langkah yang benar”. Tradisi ini berkaitan dengan anggapan bahwa sisi kanan membawa keberuntungan dan energi positif.

Menurut Honigman, kepercayaan tersebut telah dikenal sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno. Tradisi serupa juga memiliki akar kuat dalam budaya Islam, Portugis, dan Hindu, yang menghubungkan sisi kanan dengan hasil yang menguntungkan.

Tradisi Lokal Sebelum Memulai Perjalanan

4. Menumpahkan Sedikit Air ke Tanah

Di kawasan Timur Tengah dan Balkan, terdapat tradisi menumpahkan sedikit air ke tanah atau jalan sebelum seseorang berangkat. Air yang mengalir menjadi simbol doa agar perjalanan berlangsung lancar, tenang, dan terbebas dari hambatan.

Ritual ini dilakukan dalam suasana sederhana, tetapi memiliki makna simbolis bagi orang yang menjalankannya. Aliran air diharapkan menggambarkan perjalanan yang terus bergerak tanpa gangguan.

5. Menghindari Angka yang Dianggap Sial

Memilih nomor kursi pesawat atau kamar hotel juga dapat menjadi bagian dari ritual untuk mengurangi kecemasan. Sebagian traveler menghindari angka tertentu yang diyakini membawa kesialan.

Angka yang dianggap buruk berbeda-beda di setiap negara. Masyarakat Amerika Serikat umumnya menghindari angka 13. Sementara itu, masyarakat China menjauhi angka 4 karena pelafalannya dianggap mirip dengan kata “mati”. Di Italia, angka 17 kerap dipandang sebagai angka pembawa nasib buruk.

6. Duduk Sejenak di Atas Koper

Masyarakat Slavia memiliki tradisi duduk diam selama beberapa detik di atas koper sebelum meninggalkan rumah. Ritual singkat ini menjadi momen untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan mengumpulkan fokus sebelum menempuh perjalanan jauh.

Selain itu, kebiasaan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan. Waktu hening sebelum berangkat dianggap membantu seseorang mempersiapkan diri secara mental untuk perjalanan yang akan dijalani.

7. Tidak Langsung Menyapu Rumah

Di sejumlah kebudayaan, terdapat pantangan untuk tidak segera menyapu rumah setelah seseorang berangkat bepergian. Menyapu lantai secara terburu-buru dipercaya dapat “menyapu bersih” keberuntungan, keselamatan, dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dalam perjalanan.

Karena itu, sebagian orang memilih menunda aktivitas menyapu untuk menghormati kepercayaan tersebut. Pantangan ini menunjukkan bahwa ritual perjalanan tidak hanya dilakukan oleh orang yang berangkat, tetapi juga dapat melibatkan anggota keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Kesimpulan

Beragam ritual sebelum bepergian memperlihatkan cara masyarakat di berbagai wilayah dalam menghadapi rasa cemas dan berharap perjalanan berlangsung aman. Membawa bawang putih, menyentuh badan pesawat, mendahulukan kaki kanan, hingga duduk di atas koper merupakan tradisi yang memiliki makna berbeda-beda sesuai latar budaya masing-masing.

Ke depan, ritual-ritual tersebut kemungkinan tetap menjadi bagian dari pengalaman perjalanan bagi orang-orang yang meyakininya. Selain berakar pada tradisi lokal dan kepercayaan spiritual, kebiasaan itu juga menjadi cara personal bagi traveler untuk menenangkan pikiran sebelum menempuh perjalanan melalui jalur udara, darat, maupun laut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment