Jamal Musiala Dua Kali Kolaps di Pramusim Bayern, Ini Penyebabnya
Jamal Musiala mengalami dua kali kolaps dalam pertandingan pramusim Bayern Munchen. Kejadian tersebut berlangsung saat Bayern menghadapi RB Leipzig dan Heidenheim. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran, terlebih insiden kedua terjadi hanya beberapa hari setelah kejadian pertama.
Bayern Munchen memang berhasil menutup rangkaian laga pramusim dengan kemenangan 4-2 atas Heidenheim di Stadion Voith-Arena, Selasa (18/8) malam WIB. Namun, hasil positif tersebut diiringi perhatian besar terhadap kondisi kesehatan Musiala yang kembali mengalami masalah ketika tampil sebagai pemain pengganti.
Musiala Kembali Kolaps Saat Melawan Heidenheim
Musiala masuk ke lapangan pada menit ke-60 dalam pertandingan Bayern melawan Heidenheim. Akan tetapi, penyerang asal Jerman itu hanya sempat bermain selama enam menit sebelum kembali kolaps.
Insiden tersebut menjadi kali kedua Musiala mengalami kejadian serupa dalam pertandingan pramusim Bayern. Sebelumnya, ia juga kolaps ketika Bayern menghadapi RB Leipzig dalam ajang Telkom Cup pada Sabtu (15/8) malam WIB.
Pengulangan kejadian dalam waktu berdekatan membuat kondisi Musiala semakin menjadi perhatian. Apalagi, insiden kedua terjadi ketika ia baru beberapa menit berada di lapangan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Penyebab Musiala Pingsan Berturut-turut
Musiala menjelaskan bahwa dirinya telah didiagnosis mengalami kejang absans. Kondisi tersebut merupakan jenis kejang yang berlangsung singkat dan sementara serta disebabkan oleh gangguan fungsi saraf.
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan melalui Instagram, Musiala menyebut diagnosis tersebut menjadi penyebab kejadian yang dialaminya dalam dua pertandingan terakhir. Ia mengatakan, kondisi itu memicu insiden ketika Bayern menghadapi Leipzig dan, yang terbaru, saat melawan Heidenheim.
“Saya telah didiagnosis mengalami kejang absans (jenis kejang singkat dan sementara), namun sangat bisa ditangani dan disebabkan gangguan fungsi saraf,” kata Musiala.
Dengan penjelasan tersebut, penyebab Musiala kolaps dalam dua pertandingan pramusim bukan karena hasil pertandingan maupun benturan yang disebutkan dalam informasi tersebut, melainkan berkaitan dengan gangguan fungsi saraf yang telah didiagnosis oleh tim medis.
Kondisi Musiala Disebut Masih Bisa Ditangani
Musiala menyatakan telah memperoleh perawatan medis yang tepat. Perawatan tersebut membuatnya tetap dapat menjalani aktivitas sebagai pesepakbola profesional.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada risiko kesehatan tambahan lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjelaskan bahwa kondisi yang dialaminya masih berada dalam penanganan dan pengawasan medis.
“Yang terpenting, tidak ada risiko kesehatan tambahan lainnya,” ujar Musiala.
Tetap Berkonsultasi dengan Dokter Pribadi
Untuk memastikan kondisinya tetap terpantau, Musiala terus melakukan konsultasi secara intensif dengan dokter pribadi. Ia juga telah mendapatkan izin untuk tetap menjalani aktivitas sebagai pesepakbola.
Musiala mengatakan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas keputusan untuk tetap beraktivitas di lapangan. Ia mengaku merasa positif dan yakin sedang berada di jalur yang tepat dalam menjalani proses pemulihan.
“Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan ini. Secara keseluruhan, saya merasa sangat positif dan berada di jalur yang tepat,” kata Musiala.
Ambisi Bersama Bayern Menjadi Motivasi
Di tengah kondisi kesehatan yang sedang ditangani, Musiala tetap menunjukkan ambisi untuk meraih gelar juara bersama Bayern Munchen. Target tersebut menjadi salah satu motivasi yang membantunya tetap berpikir positif.
Selain ambisi bersama klub, dukungan dari para suporter juga dianggap Musiala sebagai dorongan tambahan dalam proses pemulihan. Ia menilai dukungan tersebut dapat menjadi bagian penting dari semangatnya untuk kembali menjalani aktivitas sebagai pesepakbola profesional.
Kesimpulan
Jamal Musiala dua kali kolaps dalam laga pramusim Bayern Munchen, yakni saat menghadapi RB Leipzig dan Heidenheim. Berdasarkan penjelasannya, kejadian tersebut dipicu oleh kejang absans akibat gangguan fungsi saraf.
Musiala menyebut kondisinya dapat ditangani, tidak memiliki risiko kesehatan tambahan, dan terus dipantau melalui konsultasi dengan dokter pribadi. Ia juga telah mendapat izin untuk tetap beraktivitas sebagai pesepakbola.
Ke depan, kondisi Musiala masih akan menjadi perhatian, terutama karena ia harus menjalani konsultasi medis secara intensif. Namun, dengan perawatan yang tepat, sikap positif, serta dukungan suporter dan ambisinya bersama Bayern, Musiala menyatakan dirinya berada di jalur yang tepat untuk memulihkan kondisi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment