Krisis Pemain Melanda Bangladesh Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Liga Domestik Terancam Terganggu
Federasi sepak bola Bangladesh (BFF) menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan pemain menjelang keikutsertaan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026. Krisis tersebut muncul karena jadwal pemusatan latihan tim nasional berdekatan dengan dimulainya kompetisi domestik Bangladesh.
Liga Bangladesh dijadwalkan mulai bergulir pada 18 September, sementara sejumlah pemain yang dibutuhkan klub masih berada di pemusatan latihan tim nasional. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan klub karena mereka harus mempersiapkan skuad untuk menghadapi kompetisi domestik.
Mohammedan Sporting Club menjadi salah satu klub yang menyampaikan permintaan kepada BFF. Klub tersebut meminta federasi memulangkan sembilan pemain yang saat ini bergabung dalam pemusatan latihan tim nasional agar dapat mengikuti persiapan sebelum liga dimulai.
Mohammedan Minta Sembilan Pemain Dipulangkan
Menurut laporan Samakal, Liga Bangladesh akan dimulai pada 18 September. Namun, Mohammedan Sporting Club menghadapi kendala karena sembilan pemain mereka masih mengikuti agenda tim nasional untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.
Sembilan pemain yang dimaksud adalah Sujon Hossain, Anisur Rahman Zico, Rahmat Mia, Saad Uddin, Shakil Ahad Topu, Faisal Ahmed Fahim, Sorav Dewan, Sohe Rana, dan Sahriar Emon.
Mohammedan menegaskan bahwa mereka tidak mempersoalkan agenda FIFA maupun kebutuhan tim nasional. Klub tersebut tetap memahami pentingnya persiapan Bangladesh menghadapi turnamen internasional. Namun, mereka berharap para pemain bisa kembali lebih dahulu untuk menjalani program klub sebelum kompetisi domestik dimulai.
Klub Tetap Menghormati Agenda Tim Nasional
Sikap Mohammedan bukan berupa penolakan terhadap pemanggilan pemain ke tim nasional. Klub menyatakan kesediaannya melepas pemain apabila memang diperlukan dan sesuai dengan peraturan FIFA.
Meski demikian, Mohammedan meminta adanya pengaturan waktu yang dapat mengakomodasi kepentingan klub. Para pemain dinilai perlu segera kembali agar bisa mengikuti persiapan bersama tim sebelum pertandingan liga berlangsung.
Permintaan tersebut memperlihatkan adanya benturan antara kepentingan kompetisi domestik dan agenda internasional Bangladesh. Di satu sisi, tim nasional membutuhkan pemain untuk menjalani pemusatan latihan. Di sisi lain, klub harus memastikan kesiapan skuad menjelang dimulainya musim kompetisi.
Mayoritas Klub Kirim Surat kepada BFF
Persoalan ketersediaan pemain tidak hanya dirasakan oleh Mohammedan Sporting Club. Sebanyak 10 dari 13 klub peserta Liga Bangladesh dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada BFF.
Dalam surat tersebut, klub-klub meminta agar kompetisi domestik dapat berjalan tanpa intervensi yang mengganggu persiapan mereka. Permintaan ini disampaikan karena jadwal liga dan agenda tim nasional berlangsung dalam periode yang berdekatan.
Samakal melaporkan bahwa BFF tetap akan menjadwalkan pertandingan liga dan Piala Federasi untuk dimulai pada pekan tersebut. Keputusan itu membuat persoalan pemanggilan pemain menjadi semakin penting bagi klub-klub peserta.
Dengan 10 dari 13 klub menyampaikan aspirasi yang sama, masalah ini menjadi tantangan bagi BFF dalam mengatur kalender sepak bola Bangladesh. Federasi perlu mengelola kepentingan kompetisi domestik dan tim nasional agar keduanya dapat berjalan sesuai rencana.
Bangladesh Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026
Bangladesh menyatakan kesediaannya tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menggantikan India. Dalam turnamen tersebut, Bangladesh tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober. Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 yang diikuti delapan tim, sedangkan Hong Kong dipercaya menggelar Divisi 2 dengan jumlah peserta enam tim.
Jadwal turnamen yang dimulai tidak lama setelah Liga Bangladesh membuat persiapan tim nasional dan klub berlangsung hampir bersamaan. Kondisi tersebut menjadi latar belakang utama munculnya permintaan Mohammedan serta surat bersama dari mayoritas klub kepada BFF.
Kesimpulan
Krisis pemain sedang dihadapi BFF karena agenda pemusatan latihan Bangladesh beririsan dengan jadwal dimulainya Liga Bangladesh pada 18 September. Mohammedan Sporting Club meminta sembilan pemainnya dipulangkan untuk mengikuti persiapan klub, sementara 10 dari 13 klub peserta juga meminta kompetisi domestik berjalan tanpa gangguan.
Di sisi lain, Bangladesh harus mempersiapkan diri untuk tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai pengganti India. Ke depan, penyelarasan jadwal dan komunikasi antara BFF, tim nasional, serta klub menjadi hal penting agar persiapan kompetisi domestik dan agenda internasional tidak saling menghambat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment