PBSI Tarik Sembilan Wakil dari China Masters 2026, Ini Daftar Empat Wakil Indonesia yang Tersisa

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi menarik sejumlah wakil Merah Putih dari ajang China Masters 2026. Turnamen yang berada di level Super 750 BWF tersebut kini hanya akan diikuti oleh empat wakil Indonesia setelah adanya penyesuaian program atlet menuju Asian Games 2026.

Penarikan terbaru ini merupakan gelombang kedua yang dilakukan PBSI. Tiga nama yang ditarik pada tahap tersebut adalah Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sebelumnya, PBSI juga telah menarik sejumlah atlet pada awal Agustus 2026.

Penarikan Wakil Indonesia Dilakukan dalam Dua Gelombang

Pada gelombang pertama, PBSI menarik 12 atlet yang berasal dari enam pasangan. Rinciannya terdiri atas empat pasangan ganda putri dan dua pasangan ganda campuran. Keputusan tersebut menjadi bagian dari pengaturan program pelatnas menjelang agenda besar Asian Games 2026.

Empat Pasangan Ganda Putri yang Ditarik

Empat pasangan ganda putri yang tidak lagi ambil bagian dalam China Masters 2026 adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amallia Cahaya/Siti Fadia, serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara.

Dua Pasangan Ganda Campuran Juga Mundur

Selain sektor ganda putri, PBSI turut menarik dua pasangan ganda campuran. Kedua pasangan tersebut adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri.

Dengan adanya penarikan pada gelombang pertama dan kedua, komposisi wakil Indonesia di China Masters 2026 mengalami perubahan. PBSI kini memusatkan perhatian pada atlet yang dinilai tetap membutuhkan penampilan di turnamen tersebut, terutama untuk kepentingan peringkat dunia dan persiapan pertandingan.

Jarak China Masters dan Asian Games Menjadi Pertimbangan

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keputusan menarik beberapa pemain tidak terlepas dari jarak pelaksanaan China Masters 2026 dengan Asian Games 2026. Para pemain yang ditarik masuk dalam daftar panjang skuad Indonesia untuk pesta olahraga tersebut.

“Penarikan beberapa pemain dari China Masters ini karena jaraknya cukup berdekatan dengan Asian Games,” ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI pada Senin (31/8) sore.

Menurut Eng Hian, pengaturan program atlet perlu dilakukan agar persiapan menuju Asian Games dapat berjalan lebih optimal. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah waktu pemulihan atau recovery pemain setelah menjalani rangkaian pertandingan.

“Mereka masuk dalam long list Asian Games, sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal, termasuk waktu untuk recovery,” katanya.

Empat Wakil Indonesia yang Tersisa

Setelah sejumlah nama ditarik, Indonesia hanya menyisakan empat wakil di China Masters 2026. Keempat wakil tersebut berasal dari sektor tunggal putra dan ganda putra.

Tunggal Putra

  1. Jonatan Christie

Ganda Putra

  1. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
  2. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
  3. Ali Faathir Rayhan/Devi Artha Wahyudi

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari sektor tunggal putra. Sementara itu, tiga pasangan akan membawa nama Merah Putih di nomor ganda putra, yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Ali Faathir Rayhan/Devi Artha Wahyudi.

Menjaga Poin Ranking BWF

Di sisi lain, PBSI tetap menurunkan beberapa pemain di China Masters 2026 karena adanya kebutuhan untuk mempertahankan atau menambah poin ranking dunia BWF. Poin tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang tetap tampil di turnamen level Super 750 tersebut.

Eng Hian menyebut keputusan mempertahankan sejumlah wakil juga berkaitan dengan upaya menjaga ritme pertandingan. Dengan demikian, para pemain tetap memperoleh kesempatan bertanding, tetapi pada saat yang sama program persiapan menuju Asian Games tetap dapat disusun sesuai kebutuhan masing-masing.

“Ada juga beberapa pemain yang tetap diturunkan di China Masters. Pertimbangannya karena mereka memiliki kebutuhan untuk menjaga atau menambah poin ranking BWF mereka,” ujar Eng Hian.

Kesimpulan

PBSI melakukan penarikan sejumlah wakil dari China Masters 2026 sebagai bagian dari strategi persiapan menuju Asian Games 2026. Faktor jarak waktu turnamen, kebutuhan recovery, status pemain dalam daftar panjang Asian Games, serta kepentingan poin ranking BWF menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut.

Setelah penyesuaian skuad, Indonesia hanya menyisakan Jonatan Christie serta tiga pasangan ganda putra di China Masters 2026. Keempat wakil itu diharapkan dapat menjalankan misi masing-masing, baik untuk menjaga performa maupun mempertahankan posisi di ranking dunia, sembari tetap menjadi bagian dari persiapan bulu tangkis Indonesia menuju Asian Games 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment