Pelatih Malaysia U-16 Puji Srikandi Merdeka Cup 2026 seperti Piala Dunia
Pelatih tim nasional Malaysia U-16, Fairuz Montana Zainal Abidin, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026. Menurutnya, turnamen sepak bola putri kelompok usia di bawah 16 tahun tersebut memiliki standar pelaksanaan yang sangat baik, bahkan disebutnya menyerupai Piala Dunia.
Srikandi Merdeka Cup 2026 digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada 14 hingga 23 Agustus. Turnamen ini diikuti enam tim dari negara-negara Asia. Pelaksanaan kompetisi tersebut mendapatkan perhatian positif dari peserta, termasuk Malaysia, yang menilai ajang ini memberikan pengalaman penting bagi para pemain muda.
Pelatih Malaysia Sebut SMC 2026 seperti Piala Dunia
Fairuz Montana menilai berbagai aspek penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 telah dipersiapkan secara profesional. Ia secara khusus menyoroti fasilitas dan layanan yang diterima oleh setiap tim peserta selama mengikuti turnamen di Kudus.
“Untuk turnamen Piala Merdeka Srikandi ini bagus. Jujur saja, menurut saya acara ini 100 persen bagus, sangat bagus. Seperti Piala Dunia. Ada bus, semuanya punya nama,” ujar Fairuz Montana.
Penilaian tersebut menunjukkan apresiasi Malaysia terhadap upaya penyelenggara dalam membangun suasana kompetisi internasional. Bagi Fairuz, detail dalam penyelenggaraan menjadi salah satu hal yang membuat Srikandi Merdeka Cup 2026 terasa istimewa bagi para peserta.
Ajang Persiapan Menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027
Salah satu nilai penting Srikandi Merdeka Cup 2026 adalah waktu pelaksanaannya yang berdekatan dengan Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Seluruh peserta turnamen juga akan mengikuti agenda kualifikasi tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 11 Oktober.
Kondisi ini membuat SMC 2026 menjadi wadah persiapan bagi tim-tim peserta. Para pemain dapat memperoleh pengalaman bertanding melawan lawan dari negara lain sebelum menghadapi persaingan di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Fairuz menilai kompetisi seperti ini penting bagi perkembangan tim dan pemain muda. Menurutnya, pertandingan internasional dapat membantu setiap tim melakukan persiapan secara lebih baik sebelum mengikuti agenda resmi berikutnya.
Malaysia Berharap Kembali Diundang
Selain memberikan pujian terhadap pelaksanaan turnamen, Fairuz Montana juga berharap Srikandi Merdeka Cup dapat terus digelar pada masa mendatang. Ia mendengar bahwa kompetisi tersebut direncanakan berlangsung setiap dua tahun sekali.
Keberlanjutan turnamen menjadi harapan Fairuz karena SMC dinilai mampu memberikan pengalaman berharga bagi para pemain putri U-16. Ia juga berharap Malaysia kembali mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi pada edisi berikutnya.
“Saya rasa turnamen ini bagus, bagus untuk persiapan semua tim. Saya harap ini tidak berhenti di sini. Saya mendengar akan digelar setiap dua tahun sekali,” tutur Fairuz.
Ia kemudian menyampaikan harapannya agar Malaysia tidak dilupakan dalam rencana penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup berikutnya.
“Jadi saya berharap bisa mengundang tim Malaysia lagi. Jangan lupakan kami di sini,” kata Fairuz.
Apresiasi untuk Djarum Foundation dan PSSI
Fairuz juga menyampaikan penghargaan kepada Djarum Foundation sebagai penyelenggara serta PSSI yang mendukung terlaksananya Srikandi Merdeka Cup 2026. Ia menilai persiapan turnamen dilakukan dengan cepat, baik, dan kompak.
“Saya salut kepada penyelenggara dan PSSI untuk turnamen ini. Benar apa yang dikatakan seseorang, persiapan yang cepat dan terbaik, kompak,” ujar Fairuz.
Apresiasi tersebut melengkapi respons positif Malaysia terhadap SMC 2026. Turnamen ini tidak hanya menjadi kompetisi antartim putri U-16 dari Asia, tetapi juga menjadi wadah bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Rencana Keberlanjutan Srikandi Merdeka Cup
Program Director Srikandi Merdeka Cup 2026, Teddy Tjahjono, turut berharap turnamen ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurut Teddy, SMC 2026 sejak awal dirancang sebagai wadah bagi para pemain Hydroplus Soccer League atau HPSL serta Hydroplus Soccer League All Star.
Rencana awalnya, Srikandi Merdeka Cup digelar setiap dua tahun dan berlangsung secara berselang-seling dengan Piala AFF Putri U-16. Namun, masih terdapat pertanyaan mengenai penyelenggaraan kompetisi AFF U-16 pada 2027.
“Maunya selang-seling sama AFF (Piala AFF Putri U-16). Nah, kita tanda tanya nih, apakah 2027 AFF-nya apakah ada enggak yang U-16? Nah kalau enggak ada, ya nanti mungkin, apakah nanti Srikandi Merdeka Cup yang ngisi atau apa, masih belum diputuskan sampai sejauh itu,” kata Teddy.
Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa keberadaan Srikandi Merdeka Cup tetap memiliki manfaat besar. Turnamen tersebut dapat memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda HPSL yang memiliki talenta untuk tampil dan menguji kemampuan menghadapi tim internasional.
“Tapi kita lihat aja nanti. Tapi sebenarnya kan wadah ini bagus untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak HPSL yang punya talenta untuk bisa punya wadah bermain melawan internasional,” ujar Teddy.
Kesimpulan
Pujian dari pelatih Malaysia U-16 menjadi pengakuan positif terhadap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus. Fairuz Montana menilai turnamen ini memiliki fasilitas dan persiapan yang sangat baik, bahkan menyamakannya dengan Piala Dunia. Selain menjadi ajang kompetisi, SMC 2026 juga berperan sebagai persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Ke depan, keberlanjutan turnamen masih menunggu kepastian terkait kalender kompetisi sepak bola putri U-16. Namun, baik Fairuz maupun Teddy sama-sama melihat Srikandi Merdeka Cup sebagai wadah penting bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman internasional. Harapan Malaysia untuk kembali diundang juga menjadi bagian dari keinginan agar turnamen ini terus berkembang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment