Pitchamon Opatniputh Positif Doping di Asian Games 2026, Thailand Kehilangan Pilar Hadapi China

Pebulutangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, dinyatakan positif menggunakan doping dalam gelaran Asian Games 2026. Hasil tersebut disampaikan oleh Badan Pengujian Internasional atau International Testing Agency (ITA) bersama Dewan Olimpiade Asia (OCA) setelah proses pemeriksaan sampel selesai pada Senin (21/9).

Pitchamon, yang akrab disapa Pink, diketahui positif mengandung furosemide. Zat tersebut masuk dalam daftar zat terlarang Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Temuan ini membuat Pitchamon untuk sementara tidak dapat memperkuat tim bulutangkis beregu Thailand, termasuk saat menghadapi China pada babak perempat final, Selasa (22/9).

Sampel Diambil Saat Tim Thailand Berlatih

Dilansir dari Siamsports, pengambilan sampel doping terhadap Pitchamon dilakukan oleh ITA pada Kamis (17/9). Pemeriksaan tersebut berlangsung di luar pertandingan. Pada saat itu, tim bulutangkis Thailand sedang menjalani latihan di Nagoya.

Setelah hasil uji sampel keluar, ITA dan OCA menyampaikan bahwa Pitchamon terindikasi menggunakan zat yang dilarang. Pengumuman tersebut menjadi perhatian karena pemeriksaan dilakukan ketika atlet tidak sedang bertanding, sekaligus berdampak langsung terhadap komposisi tim Thailand di Asian Games 2026.

Meski demikian, keputusan yang disampaikan ITA dan OCA belum bersifat final. Pitchamon masih memiliki sejumlah jalur untuk mengajukan pembelaan dan menjalani proses lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku dalam penanganan perkara doping.

Furosemide Masuk Kategori Zat Terlarang WADA

Furosemide merupakan zat yang tercantum dalam daftar terlarang WADA, tepatnya pada kategori S5: diuretik dan zat penyamar. Zat tersebut dilarang digunakan setiap saat, baik ketika atlet sedang mengikuti pertandingan maupun di luar kompetisi.

Status furosemide sebagai zat yang dilarang membuat hasil pemeriksaan Pitchamon harus diproses melalui prosedur anti-doping. Namun, temuan pada sampel awal belum otomatis menjadi keputusan akhir mengenai pelanggaran yang dilakukan atlet tersebut.

Pitchamon Dapat Meminta Tes Sampel B

Pitchamon berhak meminta pemeriksaan terhadap sampel B apabila merasa tidak bersalah. Tes sampel B merupakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan setelah seorang atlet dinyatakan positif pada hasil uji sampel pertama.

Kesempatan tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari proses pembuktian lanjutan. Selain meminta tes sampel B, Pitchamon juga berhak mengajukan banding atas penangguhan sementara yang dijatuhkan kepadanya.

Upaya banding tersebut dapat diajukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, Divisi Anti-Doping atau CAS ADD. Dengan demikian, kasus yang menimpa Pitchamon masih dapat berkembang berdasarkan hasil proses lanjutan, termasuk pemeriksaan sampel B dan keputusan dari lembaga yang berwenang.

Thailand Kehilangan Pitchamon saat Melawan China

Untuk sementara, Pitchamon tidak diperbolehkan tampil bersama tim bulutangkis beregu Thailand. Ia dilarang memperkuat Thailand pada babak perempat final Asian Games 2026 melawan China yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (22/9).

Absennya Pitchamon menjadi kerugian bagi Thailand karena terjadi menjelang pertandingan penting. Kehilangan salah satu pemain dalam situasi tersebut dapat memengaruhi persiapan tim, terutama ketika Thailand harus menghadapi China pada fase perempat final.

Selain berdampak terhadap laga melawan China, persoalan ini juga dinilai dapat memengaruhi mentalitas tim Thailand dalam menghadapi Asian Games 2027 di Jepang. Tim Thailand kini harus tetap menjaga fokus di tengah proses yang masih berjalan terkait status Pitchamon.

Kesimpulan

Kasus doping yang melibatkan Pitchamon Opatniputh menjadi kabar kurang baik bagi Thailand di Asian Games 2026. Pitchamon dinyatakan positif menggunakan furosemide berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang diambil di luar pertandingan saat tim Thailand berlatih di Nagoya.

Meski demikian, keputusan tersebut belum final. Pitchamon masih dapat meminta tes sampel B dan mengajukan banding ke CAS ADD atas penangguhan sementara. Untuk saat ini, ia dipastikan tidak dapat tampil dalam pertandingan perempat final melawan China. Perkembangan proses banding dan pemeriksaan lanjutan akan menjadi penentu bagi status Pitchamon selanjutnya, sekaligus menjadi perhatian bagi tim Thailand dalam menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment