Thailand U-16 Hantam Malaysia 5-1, Thidarat Tegaskan Kemenangan Bukan karena Keberuntungan

Pelatih Thailand U-16, Thidarat Wiwasukhu, menegaskan kemenangan telak 5-1 atas Malaysia pada semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 bukan semata-mata disebabkan keberuntungan. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari penerapan taktik, kerja keras, konsentrasi, serta kerja sama tim yang ditunjukkan para pemain Thailand.

Pertandingan semifinal itu berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (21/8). Thailand berhasil mengatasi Malaysia yang harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Meski unggul jumlah pemain, Thailand tidak langsung mudah mengendalikan pertandingan karena Malaysia mampu memberikan perlawanan hingga paruh pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.

Thailand Menang Telak pada Babak Kedua

Thailand mencatatkan kemenangan 5-1 setelah tampil lebih agresif pada babak kedua. Empat gol tambahan berhasil dicetak setelah jeda, membuat tim asuhan Thidarat Wiwasukhu memastikan kemenangan besar atas Malaysia.

Lima gol Thailand berasal dari bunuh diri Sofia Jeanne Lacasse, gol Kawinthida Kikuntod, dua gol Kanokporn Wanthong, serta satu gol Zuzana Kordem. Sementara itu, Malaysia hanya mampu membalas melalui gol Nina.

Situasi pertandingan menjadi semakin menguntungkan bagi Thailand setelah Malaysia bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Namun, keunggulan jumlah pemain tersebut belum langsung membuat Thailand leluasa mencetak gol. Malaysia tetap mampu menjaga keseimbangan permainan dan menahan Thailand hingga skor 1-1 pada akhir babak pertama.

Thidarat Bantah Faktor Keberuntungan

Thidarat menolak anggapan bahwa Thailand meraih kemenangan besar karena faktor keberuntungan setelah Malaysia kehilangan satu pemain. Ia menilai sepak bola memang membutuhkan perpaduan antara keberuntungan dan kemampuan, tetapi performa Thailand pada laga tersebut lebih banyak ditentukan oleh detail permainan dan kepatuhan terhadap strategi.

“Sepak bola itu harus memiliki keberuntungan dan skill yang digabungkan. Kami tidak melihat kalau kami adalah tim yang beruntung, namun kami melihat pada detail permainan lebih dalam. Hari ini anak-anak bermain sesuai taktik. Oleh karena itu, kami menganggap semua anak-anak melakukan permainan dengan sangat baik,” ucap Thidarat.

Pelatih Thailand itu juga menyampaikan keyakinannya bahwa timnya tetap mampu meraih kemenangan meskipun Malaysia tampil dengan 11 pemain. Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan Thidarat terhadap kualitas dan mentalitas para pemainnya.

“Meskipun hari ini Malaysia bermain dengan 11 pemain, kami yakin kami tetap bisa menang karena anak-anak kami bermain dengan tekad, konsentrasi, dan dedikasi, serta bermain sesuai taktik,” kata Thidarat.

Perbaikan Taktik Jadi Kunci di Babak Kedua

Thailand Sempat Kesulitan Mengendalikan Laga

Di balik kemenangan besar tersebut, Thidarat mengakui Thailand sempat mengalami kesulitan pada babak pertama. Skor imbang 1-1 menjadi gambaran bahwa Malaysia masih mampu mengimbangi permainan Thailand meski harus bermain dengan 10 orang.

Menurut Thidarat, perubahan pendekatan pada waktu jeda menjadi salah satu faktor penting yang mengubah jalannya pertandingan. Thailand melakukan perbaikan taktik dan para pemain mampu menjalankan instruksi dengan lebih efektif pada babak kedua. Hasilnya, serangan Thailand menjadi semakin tajam dan menghasilkan empat gol tambahan.

“Anak-anak bermain sesuai dengan taktik yang diberikan. Kami akui bahwa di babak pertama permainan cukup sulit bagi kami, namun setelah kami melakukan perbaikan taktik saat jeda, anak-anak bermain sesuai taktik yang direncanakan, dan hal itu membawa kami pada kemenangan,” ujar Thidarat.

Kerja Sama Tim Thailand Dipuji

Selain taktik dan konsentrasi, Thidarat menyebut kerja sama tim sebagai kunci keberhasilan Thailand menundukkan Malaysia. Ia menilai seluruh pemain saling membantu selama pertandingan dan berusaha memberikan penampilan terbaik.

“Semuanya saling membantu dalam bermain, semuanya melakukan yang terbaik untuk hari ini,” tutur Thidarat.

Kesimpulan

Kemenangan 5-1 atas Malaysia membawa Thailand U-16 melewati semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan penampilan yang meyakinkan, terutama setelah mencetak empat gol pada babak kedua. Thidarat Wiwasukhu menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya akibat Malaysia bermain dengan 10 pemain, melainkan hasil dari penerapan taktik, perbaikan strategi, tekad, dan kerja sama tim.

Thailand kini memiliki modal positif setelah menunjukkan kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit pada babak pertama. Konsistensi menjalankan strategi dan menjaga kerja sama tim akan menjadi aspek penting bagi Thailand dalam menghadapi pertandingan berikutnya di Srikandi Merdeka Cup 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment