Timnas Indonesia U-20 Ditahan Malaysia 0-0 pada Laga Perdana Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Timnas Indonesia U-20 harus puas bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Malaysia pada pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Duel tersebut berlangsung di Stadion Nasional Laos, Senin (31/8).
Garuda Muda tampil dominan, terutama pada babak kedua. Namun, sejumlah peluang yang diperoleh Indonesia belum mampu dikonversi menjadi gol. Penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat pertandingan berakhir dengan skor 0-0.
Indonesia Meningkatkan Serangan pada Babak Kedua
Setelah bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Timnas Indonesia U-20 berusaha meningkatkan intensitas serangan selepas turun minum. Pasukan asuhan Nova Arianto mencoba membongkar pertahanan Malaysia melalui permainan terbuka dan beberapa percobaan dari luar kotak penalti.
Indonesia sempat mengandalkan tembakan jarak jauh karena kesulitan menembus lini belakang Malaysia. Pada menit ke-65, Welber Jardim melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Namun, bola masih melenceng di sisi kanan gawang Malaysia.
Tekanan Indonesia kemudian berlanjut melalui serangan beruntun. Tembakan placing kaki kanan Rafi Rasyiq sempat ditepis oleh kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Bola muntah kemudian coba disambar M Isfandyar, tetapi eksekusinya justru membentur pemain lawan.
Sejumlah Peluang Indonesia Belum Berbuah Gol
Peluang lain diperoleh Indonesia pada menit ke-74. Garuda Muda berhasil masuk ke kotak penalti Malaysia dengan jumlah pemain yang lebih banyak. Akan tetapi, Irpan Abadi terlalu lama menguasai bola sehingga momentum serangan tersebut hilang dan peluang mencetak gol tidak berkembang.
Dua menit berselang, Rafi Rasyiq kembali mendapatkan kesempatan emas. Ia menerima umpan terobosan dari M Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper Faez Iqhwan. Namun, sontekan Rafi masih dapat diblok oleh penjaga gawang Malaysia.
Finishing Menjadi Masalah Utama
Dominasi Indonesia terus terlihat hingga menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-77, bek Muhamad Ibrah mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan ketika terjadi kemelut di dalam kotak penalti Malaysia. Sayangnya, tendangan tersebut melambung di atas mistar gawang.
Kesempatan terbaik Indonesia hadir dua menit kemudian. Kiper Malaysia, Faez Iqhwan, melakukan kesalahan setelah bola hasil tendangannya melambung di depan gawang sendiri usai menerima backpass dari Aisy Aqasha.
Irpan Abadi berusaha memanfaatkan situasi tersebut dengan menyundul bola ke arah gawang yang kosong. Namun, sundulannya masih melambung tipis di atas mistar. Irpan kembali memperoleh peluang setelah itu, tetapi tendangan kaki kanannya masih melebar di sisi kanan gawang Malaysia.
Indonesia Gagal Memecah Kebuntuan
Timnas Indonesia U-20 terus mendominasi permainan dan memberikan tekanan hingga pertandingan berakhir. Malaysia lebih banyak bertahan, sedangkan Indonesia berupaya mencari celah untuk mencetak gol.
Meski menguasai serangan dan menciptakan sejumlah peluang, Indonesia tetap tidak mampu memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat laga pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa pemenang.
Susunan Pemain Indonesia dan Malaysia
Indonesia U-20
Dafa Al Gasemi sebagai penjaga gawang; Muhammad Ibrah Ardiansyah, Putu Panji, Muhammad Algazani Dwi; Amar Brkic, Muhammad Isfandyar Abdullah, Nazriel Alvaro, Fabio Azkairawan; Reno Salampessy, Akhan Kaka, dan Theodore Evan Leeming.
Malaysia U-20
Faez Iqhwan sebagai penjaga gawang; Adam Mustaqim, Aisy Aqasha, Muhammad Amar Imran, Adam Hakimi, Muhammad Ariel Husainy; Muhammad Arsyad, Muhammad Arif Aiman, Tengku Hasyri; Izzuddin Afif dan Muhamad Zarul Aidid.
Kesimpulan
Timnas Indonesia U-20 mengawali Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dengan hasil imbang 0-0 melawan Malaysia. Garuda Muda menunjukkan dominasi permainan dan mampu menciptakan beberapa peluang pada babak kedua, tetapi lemahnya penyelesaian akhir membuat keunggulan tersebut tidak berujung gol.
Untuk pertandingan berikutnya, Indonesia perlu meningkatkan efektivitas di area penalti dan memanfaatkan peluang dengan lebih tenang. Jika mampu memperbaiki aspek finishing, permainan menyerang yang ditunjukkan Garuda Muda dapat menghasilkan hasil yang lebih baik pada laga-laga selanjutnya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment