BAIC T1 Akan Dirakit Lokal Mulai Akhir 2026, Harga Ditargetkan di Bawah Rp350 Juta

JIO Distribusi Indonesia, distributor merek BAIC di Indonesia, memastikan mobil listrik pertamanya, BAIC T1, akan dirakit secara lokal. Perakitan tersebut ditargetkan mulai berlangsung antara Desember 2026 dan Januari 2027. Sebelum produksi dalam negeri dimulai, kebutuhan pasar akan dipenuhi melalui unit impor dari China.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BAIC untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus membuka peluang penyesuaian harga BAIC T1. Perusahaan menargetkan harga mobil listrik tersebut dapat berada di bawah Rp350 juta setelah dirakit di Indonesia dan memperoleh manfaat dari kebijakan perpajakan maupun insentif kendaraan listrik.

BAIC T1 Masih Mengandalkan Unit Impor

Untuk memenuhi permintaan awal, BAIC telah memasukkan 120 unit T1 dari China ke Indonesia. Jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai kebutuhan pasar hingga perakitan lokal resmi dimulai.

COO JIO Distribusi Indonesia, Dhany Yahya, mengatakan proses importasi dilakukan secara bertahap. Menurutnya, total unit T1 yang dapat dikapalkan ke Indonesia hingga bulan berikutnya diperkirakan mencapai sekitar 220 unit.

“Kami bertahap ya, kami sudah masukkan sekarang 120 unit, nanti kita lihat kalau memang ada keperluan lain kita bisa masukkan lagi, sampai memang kita katakanlah, mulai produksi,” kata Dhany di Lembang, Jawa Barat, Selasa (18/8).

Pengiriman unit kepada konsumen juga telah dimulai setelah gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Berdasarkan data Gaikindo, sebanyak 16 unit BAIC T1 telah didistribusikan secara wholesale dari pabrik ke dealer.

Perakitan Lokal Dilakukan di Pabrik HIM

Perakitan BAIC T1 di Indonesia akan dilakukan di pabrik rekanan, Handal Indonesia Motor (HIM). Fasilitas tersebut juga digunakan untuk merakit sejumlah model BAIC lainnya yang dipasarkan di Indonesia.

Pada tahap awal produksi lokal, BAIC menargetkan TKDN T1 mencapai 40 persen. Setelah itu, tingkat kandungan lokal tersebut direncanakan meningkat menjadi 60 persen.

Investasi Perakitan Baterai

Peningkatan TKDN hingga 60 persen akan didukung investasi baru untuk perakitan baterai. Nilai investasi yang disiapkan untuk fasilitas tersebut mencapai Rp65 miliar.

Rencana tersebut diharapkan dapat memperkuat proses lokalisasi BAIC T1 sekaligus meningkatkan kontribusi komponen dalam negeri pada mobil listrik tersebut. Namun, pelaksanaan perakitan lokal tetap ditargetkan berlangsung setelah pasokan awal dari China digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Harga BAIC T1 Berpeluang Turun

BAIC membuka peluang untuk menurunkan harga T1 setelah produksi dilakukan di dalam negeri. Penurunan harga tersebut berkaitan dengan peningkatan TKDN yang diharapkan dapat membuat mobil listrik ini memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembebasan pajak barang mewah.

Dhany menyampaikan bahwa harga BAIC T1 diharapkan dapat ditekan hingga berada di bawah Rp350 juta. Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan besaran pasti penurunan harga setelah perakitan lokal dimulai.

Selain manfaat dari lokalisasi produksi dan kemungkinan pembebasan pajak, BAIC juga berharap pemerintah kembali memberikan tambahan insentif untuk kendaraan listrik. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu membuat harga mobil listrik lebih terjangkau bagi konsumen.

Harga Saat Ini dan Respons Konsumen

BAIC T1 sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama selama GIIAS 2026. Harga khusus tersebut lebih rendah Rp20 juta dibandingkan harga retail resminya yang mencapai Rp393 juta.

Respons pengunjung terhadap BAIC T1 selama pameran disebut cukup positif. Lebih dari 200 orang telah melakukan uji coba mobil listrik tersebut. Berdasarkan catatan perusahaan, sebagian calon konsumen menilai kendaraan itu menarik, tetapi masih membutuhkan kesempatan test drive dengan durasi yang lebih panjang.

Dari total 407 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diperoleh BAIC selama GIIAS 2026, sebanyak 139 SPK di antaranya merupakan pesanan untuk T1. Angka tersebut menunjukkan adanya minat terhadap mobil listrik pertama BAIC di pasar Indonesia.

Belum Ada Kejelasan Kompensasi bagi Pembeli Awal

Seiring rencana penurunan harga setelah produksi lokal dimulai, BAIC belum menjelaskan kemungkinan kompensasi bagi konsumen yang telah membeli T1 lebih dahulu dengan harga yang lebih tinggi. Perusahaan juga belum mengumumkan skema penyesuaian harga secara resmi.

Untuk saat ini, pengiriman BAIC T1 kepada konsumen dilakukan secara bertahap. Pasokan awal masih berasal dari unit impor China, sementara persiapan menuju perakitan lokal terus diarahkan agar dapat dimulai pada rentang Desember 2026 hingga Januari 2027.

Kesimpulan

BAIC T1 diproyeksikan menjadi mobil listrik pertama BAIC yang dirakit di Indonesia. Sebelum produksi lokal berjalan, perusahaan menyiapkan pasokan impor awal sebanyak 120 unit dan berpotensi menambah jumlah tersebut hingga sekitar 220 unit sesuai kebutuhan.

Perakitan di pabrik Handal Indonesia Motor ditargetkan memiliki TKDN 40 persen dan kemudian meningkat menjadi 60 persen melalui investasi perakitan baterai senilai Rp65 miliar. Dengan lokalisasi tersebut, BAIC berharap harga T1 dapat turun di bawah Rp350 juta, terutama apabila memperoleh manfaat pembebasan pajak dan tambahan insentif kendaraan listrik dari pemerintah.

Perkembangan perakitan lokal, kebijakan insentif, serta kepastian harga baru akan menjadi faktor penting bagi masa depan BAIC T1 di Indonesia. Sementara itu, pengiriman unit kepada konsumen telah dimulai secara bertahap setelah GIIAS 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment