BYD Siapkan Truk Berat Pertama di Eropa, Bidik Produksi Lokal dan Layanan Terpadu
BYD berencana meluncurkan truk berat pertamanya di Eropa pada tahun depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis kendaraan komersial sekaligus meningkatkan kehadiran industri BYD di kawasan tersebut.
Dalam jangka panjang, produsen asal China itu menargetkan seluruh produk yang dipasarkan di Eropa dapat diproduksi secara lokal. Rencana tersebut mencakup kendaraan penumpang maupun truk listrik yang akan digunakan oleh operator armada di berbagai negara Eropa.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyampaikan rencana itu dalam ajang pameran dagang IAA di Hannover, Senin (14/9). Menurut Li, produksi lokal merupakan arah jangka panjang perusahaan agar BYD dapat membangun posisi yang lebih kuat di pasar Eropa.
BYD Siapkan Truk Berat Pertama di Eropa
Peluncuran truk berat pertama BYD di Eropa dijadwalkan berlangsung tahun depan. Perusahaan kemudian menargetkan peningkatan produksi hingga akhirnya dapat membuat truk tersebut secara lokal di kawasan Eropa.
Rencana ini menunjukkan keseriusan BYD dalam mengembangkan bisnis kendaraan komersial, khususnya truk listrik. Selain menawarkan kendaraan, perusahaan juga ingin membangun ekosistem pendukung bagi operator armada.
Paket Layanan untuk Operator Armada
Stella Li mengatakan BYD ingin menyediakan paket layanan lengkap bagi operator truk. Paket tersebut mencakup pembiayaan, infrastruktur pengisian daya yang memanfaatkan tenaga surya, serta jaringan bengkel.
Jaringan bengkel itu juga akan didukung layanan darurat di jalan. Dengan pendekatan tersebut, BYD tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga berupaya memberikan dukungan operasional kepada pengguna truk dalam menjalankan aktivitasnya.
Langkah penyediaan layanan terpadu dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis kendaraan listrik. Operator armada membutuhkan dukungan yang mencakup pembiayaan, pengisian daya, perawatan, hingga bantuan ketika terjadi kendala di perjalanan.
Produksi Lokal untuk Menghadapi Ancaman Tarif
Produksi truk secara lokal di Eropa juga dapat membantu BYD menghadapi potensi tarif impor. Sejumlah produsen Eropa, termasuk MAN yang berada di bawah Traton, telah mendesak Uni Eropa untuk menerapkan tarif terhadap truk listrik asal China.
Desakan tersebut serupa dengan kebijakan tarif yang telah diberlakukan terhadap mobil listrik asal China. Jika diterapkan, tarif impor dapat menjadi tantangan bagi produsen China yang ingin memperluas penjualan kendaraan listrik di pasar Eropa.
Li menyatakan BYD tidak menyukai kebijakan tarif tersebut karena dinilai tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun. Namun, ia mengakui bahwa perusahaan tetap harus menghadapi situasi tersebut.
Menurut Li, tarif kemungkinan hanya menjadi tekanan dalam jangka pendek. Tekanan itu dapat berkurang apabila produksi lokal BYD di Eropa sudah ditingkatkan. Dengan memproduksi kendaraan di kawasan tersebut, BYD juga dapat memperkuat rantai produksinya di pasar yang menjadi sasaran penjualan.
Perluas Produksi Mobil Penumpang di Hungaria
Selain mengembangkan bisnis truk, BYD juga sedang memperluas kapasitas produksi mobil penumpang di Eropa. Perusahaan tengah membangun pabrik di Szeged, Hungaria.
Produksi massal di fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai tahun depan. Pembangunan pabrik ini memperlihatkan bahwa strategi lokalisasi BYD tidak hanya ditujukan untuk kendaraan komersial, tetapi juga mencakup produk mobil penumpang.
BYD menargetkan seluruh produk yang dijual di Eropa pada akhirnya dapat dibuat secara lokal. Li menegaskan bahwa ketika seluruh produk telah diproduksi di kawasan tersebut, persoalan terkait tarif tidak lagi menjadi masalah yang sama bagi perusahaan.
“Begitu semua diproduksi secara lokal, itu tidak masalah. Kami menjadi perusahaan Eropa,” kata Li.
Kesimpulan
BYD akan meluncurkan truk berat pertamanya di Eropa tahun depan dan menargetkan produksi lokal dalam jangka panjang. Perusahaan juga menyiapkan layanan terpadu bagi operator armada, mulai dari pembiayaan hingga jaringan bengkel dan layanan darurat di jalan.
Strategi produksi lokal menjadi langkah penting bagi BYD untuk menghadapi potensi tarif impor truk listrik asal China. Di sisi lain, pembangunan pabrik mobil penumpang di Szeged, Hungaria, memperkuat rencana perusahaan untuk menjadikan Eropa sebagai basis produksi berbagai produknya.
Ke depan, arah ekspansi BYD di Eropa akan bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan produksi lokal dan membangun dukungan layanan bagi konsumen serta operator armada. Jika target tersebut tercapai, BYD berpeluang memperkuat posisinya sebagai produsen kendaraan listrik dengan basis produksi yang semakin dekat dengan pasar Eropa.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment