Cara Merawat Motor agar Tetap Mengilap dan Bebas Baret
Setiap pemilik sepeda motor tentu ingin kendaraannya selalu terlihat bersih, mulus, dan terawat. Motor dengan tampilan yang baik tidak hanya membuat pemiliknya lebih percaya diri saat berkendara, tetapi juga berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang kurang terurus. Karena itu, mencuci motor secara rutin menjadi kebiasaan yang dilakukan banyak orang, baik pada pagi maupun malam hari.
Namun, menjaga tampilan motor tidak cukup hanya dengan mencucinya. Beberapa bagian kendaraan, terutama pijakan atau dek hitam yang berada di antara kemudi dan tempat duduk, lebih rentan mengalami goresan. Untuk membantu menyamarkan baret pada area tersebut, panas dari hairdryer dapat dimanfaatkan agar warnanya kembali hitam dan permukaannya terlihat lebih mulus.
Selain cara tersebut, terdapat sejumlah tahapan perawatan yang dapat dilakukan untuk membuat motor tampak lebih mengilap. Mengutip laman resmi Honda, berikut langkah-langkah yang bisa diperhatikan.
1. Mencuci Motor dengan Metode yang Tepat
Mencuci motor sering dianggap sebagai pekerjaan sederhana karena terlihat hanya perlu menyiram dan menggosok seluruh bagian kendaraan. Padahal, proses ini perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar permukaan motor tetap terjaga dan tidak mudah tergores.
Untuk membersihkan kendaraan, pemilik motor disarankan menyiapkan sampo khusus motor. Selain itu, gunakan metode dua ember. Ember pertama berisi campuran air dan sampo, sedangkan ember kedua diisi air bersih untuk membilas alat pembersih sebelum digunakan kembali.
Alat yang digunakan untuk mencuci juga perlu diperhatikan. Pemilik motor dapat memakai busa berpori besar, spons halus, atau kain khusus pencuci dengan tekstur lembut. Penggunaan alat yang tepat membantu mengurangi risiko munculnya goresan pada permukaan kendaraan.
Proses pencucian dimulai dengan membasahi seluruh bagian motor. Setelah itu, usapkan sabun menggunakan alat pembersih secara merata, kemudian bilas sampai tidak ada sisa kotoran maupun sampo. Motor selanjutnya perlu dikeringkan menggunakan kain pengering khusus. Jika ingin menggunakan pilihan yang lebih terjangkau, kain lap halus atau lap berbahan serat sintetis dapat digunakan.
2. Melakukan Tahap Claying
Setelah motor dicuci, perawatan dapat dilanjutkan dengan tahap claying. Tahap ini bertujuan untuk meratakan bagian badan motor sekaligus mengangkat kerak dan kotoran bandel yang masih menempel di permukaan.
Dalam prosesnya, gunakan claybar yang telah dilubrikasikan dengan quick detailer atau QD. Cairan tersebut digunakan secara merata pada badan motor sebelum proses pengusapan dilakukan.
Setelah permukaan diratakan, usap menggunakan kain halus. Kain yang digunakan pada tahap claying sebaiknya dipisahkan dari alat yang digunakan dalam tahapan perawatan lainnya. Pemisahan ini diperlukan agar kain tidak terkontaminasi oleh sisa bahan atau kotoran dari proses berbeda.
Claying dapat membuat permukaan motor terasa jauh lebih halus. Meski demikian, proses perawatan belum selesai karena masih perlu dilanjutkan dengan tahap polishing untuk membantu mengembalikan tampilan warna kendaraan.
3. Polishing untuk Menyamarkan Baret Halus
Polishing dilakukan untuk menyamarkan goresan dan baret halus pada permukaan badan motor. Pada tahap awal, gunakan paint cleaner khusus untuk mengikis sisa lapisan pelindung lama. Gosokkan secara merata hingga baret-baret halus pada permukaan motor mulai tersamarkan.
Setelah itu, tuangkan polish liquid pada alat usap yang berbeda. Ratakan cairan tersebut secara menyeluruh pada bagian yang dirawat. Proses pemolesan ini tidak hanya membantu mengurangi tampilan baret halus, tetapi juga dapat mengembalikan warna badan motor yang sebelumnya terlihat kusam agar tampak lebih cerah.
Bagian yang dipoles tidak harus terbatas pada badan kendaraan. Komponen logam pada motor juga sebaiknya ikut dirawat agar tingkat kilapnya terlihat seimbang dengan bagian lain.
4. Menggunakan Wax untuk Perlindungan Tambahan
Waxing merupakan tahap yang dilakukan untuk membantu melindungi badan motor agar tetap terlihat mengilap meskipun terkena sinar ultraviolet dan debu jalanan. Untuk mendapatkan hasil kilap yang maksimal, carnauba wax dapat digunakan dalam proses ini.
Meski mampu memberikan hasil akhir yang mengilap, carnauba wax memiliki daya tahan yang kurang baik ketika terkena sinar matahari. Sebagai pilihan untuk mendapatkan lapisan wax yang lebih tahan lama, pemilik motor dapat menggunakan wax sintetik yang banyak tersedia di pasaran. Namun, hasil akhir dari wax sintetik tidak akan sebagus tampilan yang dihasilkan carnauba wax.
5. Merawat Motor dengan Quick Detailer
Quick detailer atau QD umumnya digunakan setelah proses waxing selesai. Penggunaan QD bertujuan membantu menjaga kualitas wax agar dapat bertahan lebih lama. Cairan ini juga dapat menjadi pilihan perawatan ketika motor akan dicuci kembali dalam waktu dekat.
Dalam kondisi tersebut, pemilik motor tidak perlu langsung menggunakan wax. Cukup oleskan quick detailer secara menyeluruh pada permukaan motor. Dengan cara ini, tampilan kendaraan dapat kembali terlihat mengilap.
Kesimpulan
Merawat motor agar tetap bersih dan mengilap membutuhkan lebih dari sekadar mencuci kendaraan. Perawatan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari mencuci dengan sampo khusus dan metode dua ember, melakukan claying, polishing, waxing, hingga menggunakan quick detailer. Untuk bagian dek hitam yang mengalami baret, panas dari hairdryer juga dapat dimanfaatkan agar warnanya kembali hitam dan tampak lebih mulus.
Dengan menerapkan tahapan tersebut, pemilik motor dapat menjaga tampilan kendaraan tetap terawat. Perawatan yang dilakukan secara rutin juga membantu mempertahankan kesan bersih, mengilap, dan menarik pada motor kesayangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment