Omoway Omo X Mengalami “Bug” hingga Tak Bisa Dipakai, Pengguna Keluhkan Standar Samping
Motor listrik Omoway Omo X dikeluhkan mengalami masalah sistem yang disebut pengguna sebagai “bug”. Gangguan tersebut membuat motor tidak dapat digunakan seperti biasa karena sistem pada layar tidak menunjukkan perubahan setelah standar samping dinaikkan.
Keluhan itu disampaikan pengguna melalui media sosial pada Senin (14/9). Ia mengatakan kondisi motor masih normal pada malam sebelumnya. Namun, ketika hendak digunakan pada pagi hari, pengguna baru menyadari adanya kejanggalan pada sistem motor.
Dalam unggahannya di akun TikTok CBR Pincang, pengguna tersebut menulis, “Drama bug motor pintar Omoway Omo X.” Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda tertentu sebelum masalah muncul.
Masalah Muncul pada Standar Samping
Menurut pengguna, seluruh bagian motor masih berada dalam kondisi aman dan normal sebelum gangguan terjadi. Ia tidak menemukan tanda aneh pada motor saat menyimpannya pada malam hari.
“Motor semua aman. Gak ada tanda aneh. Paginya waktu mau dipakai baru kelihatan ada yang salah,” katanya dalam unggahan tersebut.
Keanehan kemudian terlihat pada standar samping. Pengguna menyebut standar tersebut sebenarnya dapat dinaikkan secara fisik. Namun, sistem pada layar motor tidak menampilkan animasi perubahan sebagaimana mestinya.
Dalam kondisi normal, ketika standar samping sudah dinaikkan, tampilan pada layar seharusnya berubah ke mode D. Perubahan tersebut menjadi penanda bahwa motor telah siap digunakan. Karena animasi tidak berubah, motor pun tidak dapat dipakai seperti biasa.
Sejumlah Langkah Penanganan Belum Berhasil
Pengguna kemudian mencoba beberapa langkah untuk mengatasi gangguan tersebut. Salah satu upaya dilakukan berdasarkan arahan customer service (CS) Omoway, yakni mematikan dan menyalakan kembali motor.
Namun, proses tersebut tidak menyelesaikan masalah. “Matikan lalu nyalakan ulang sesuai arahan CS Omoway, tetap sama,” tulis pengguna dalam unggahannya.
Ia juga mencoba mematikan motor secara menyeluruh. Akan tetapi, motor kembali menyala dengan sendirinya. Pengguna menduga kondisi itu berkaitan dengan sensor jok yang terbaca masih aktif oleh sistem.
Upaya berikutnya dilakukan dengan memasukkan motor ke mode deep sleep. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu sistem melakukan reset sehingga gangguan pada standar samping bisa teratasi.
Meski demikian, cara tersebut juga belum membuahkan hasil. Pengguna mengatakan standar samping tetap tidak dapat turun. “Masuk mode deep sleep berharap sistemnya reset, juga nggak mampu turun,” tulisnya.
Motor Dibawa ke Area Bogor untuk Penanganan
Dalam unggahan lainnya, pengguna menyampaikan bahwa motor listrik tersebut telah dijemput langsung oleh pihak Omoway untuk mendapatkan penanganan. Berdasarkan pelacakan GPS yang dibagikan pengguna, motor dibawa ke wilayah Bogor, Jawa Barat.
Omoway Omo X sendiri diluncurkan pada Juni lalu dengan rentang harga mulai Rp46,9 juta hingga Rp76,9 juta. Namun, informasi mengenai varian yang digunakan oleh konsumen dalam kasus ini tidak dijelaskan lebih lanjut.
Omoway Masih Mendalami Kasus
Dira Hernesriani dari Tim Public Relations (PR) Omoway Indonesia mengatakan perusahaan masih melakukan pendalaman internal terkait masalah tersebut. Pihak Omoway juga disebut terus berkomunikasi dengan konsumen.
“Kami juga sedang berkomunikasi dengan konsumen,” kata Dira saat dihubungi pada Selasa (15/9).
Menunggu Hasil Pemeriksaan
Kasus ini masih berada dalam tahap pemeriksaan oleh pihak Omoway. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan pada sistem standar samping, sensor jok, maupun tampilan mode berkendara pada layar motor.
Penanganan langsung terhadap unit diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sumber masalah yang dialami pengguna. Hasil pemeriksaan tersebut juga akan menjadi informasi penting untuk mengetahui apakah gangguan berkaitan dengan sistem elektronik atau pembacaan sensor pada motor.
Untuk sementara, pengguna masih menunggu tindak lanjut dari Omoway setelah unit motornya dibawa ke area Bogor. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pendalaman dan komunikasi antara perusahaan dengan konsumen.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment