Trump Buka Peluang Pabrik Mobil China di AS, Ditentang Parlemen dan Industri Otomotif

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak keberatan jika pabrikan mobil China membangun pabrik perakitan kendaraan di wilayah AS. Pernyataan tersebut menjadi sinyal yang lebih terbuka terhadap investasi otomotif China, terutama karena sebelumnya Washington menerapkan kebijakan ketat terhadap kendaraan buatan negara tersebut.

Sikap Trump itu langsung memicu perhatian dari berbagai pihak. Sejumlah anggota parlemen AS menilai kemungkinan masuknya mobil China ke pasar domestik dapat menjadi risiko strategis. Di sisi lain, kelompok yang mewakili perusahaan otomotif besar di AS juga mendesak agar kendaraan China tetap dilarang beredar di negara tersebut.

Trump Tak Keberatan Pabrikan China Bangun Pabrik di AS

Dalam wawancara dengan program Fox News “The Ingraham Angle” pada Jumat (11/9), Trump mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila perusahaan China mendirikan fasilitas produksi kendaraan di AS.

“Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk membangun mobil mereka di AS, saya oke saja dengan itu,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan yang berbeda dibandingkan kebijakan pemerintahan sebelumnya. Trump menilai keberadaan pabrik di AS dapat memberikan manfaat bagi tenaga kerja domestik, selama kendaraan tersebut diproduksi langsung di wilayah Amerika.

Trump juga menggunakan Jepang sebagai perbandingan. Menurutnya, perusahaan Jepang telah membangun fasilitas produksi di AS dan mempekerjakan tenaga kerja lokal. “Jepang melakukannya, tapi mereka mempekerjakan orang-orang kita,” kata Trump.

Berbeda dengan Kebijakan Era Joe Biden

Sikap Trump berseberangan dengan regulasi yang diterapkan pada era mantan Presiden Joe Biden. Aturan tersebut mulai berlaku pada awal 2025 dan melarang seluruh pabrikan China menjual maupun membangun kendaraan penumpang di AS.

Selain larangan terhadap kendaraan penumpang asal China, Washington juga masih mengenakan tarif lebih dari 100 persen terhadap kendaraan listrik dari negara tersebut. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya membatasi penetrasi mobil China di pasar otomotif AS.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin pabrikan China memproduksi kendaraan di Meksiko kemudian mengirimkannya ke AS. Ia juga menyatakan tidak bermaksud menjelekkan kualitas mobil China.

Trump Bantah Rumor Kesepakatan dengan China

Rencana keterbukaan terhadap investasi otomotif China muncul di tengah persiapan pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington yang dijadwalkan berlangsung dua pekan setelah pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Senator AS dari Michigan, Elissa Slotkin, menyebut adanya rumor bahwa Trump berencana mengizinkan mobil China dijual di AS sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih besar. Slotkin, yang berasal dari Partai Demokrat, menilai langkah tersebut akan menjadi “kesalahan strategis”.

Trump membantah rumor itu. Ia menyebut kabar mengenai rencana kesepakatan tersebut sebagai “rumor bohong belaka” dan mengklaim telah menjaga kendaraan China tetap berada di luar pasar AS selama ini.

Industri Otomotif Minta Larangan Permanen

Penolakan terhadap kemungkinan masuknya mobil China ke pasar AS juga datang dari industri otomotif. Pekan lalu, kelompok yang mewakili hampir seluruh pabrikan mobil besar mendesak Kongres segera mengesahkan undang-undang yang melarang kendaraan China secara permanen dari pasar AS.

Kelompok tersebut bernama Alliance for Automotive Innovation. Organisasi ini mewakili sejumlah perusahaan otomotif besar, termasuk General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis.

Alliance for Automotive Innovation mendesak agar rancangan undang-undang terkait larangan tersebut disahkan sebelum akhir Desember. CEO kelompok itu, John Bozzella, dalam surat kepada pimpinan Kongres menuduh pabrikan China melakukan dumping kendaraan bersubsidi.

Menurut Bozzella, kendaraan tersebut dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras yang saling terhubung, lalu dipasarkan ke berbagai negara di dunia. Kekhawatiran industri otomotif AS berpusat pada potensi persaingan yang dinilai tidak seimbang apabila perusahaan China memperoleh akses lebih besar ke pasar domestik.

Arah Kebijakan AS Masih Menjadi Perhatian

Pernyataan Trump membuka peluang terjadinya perubahan pendekatan AS terhadap industri otomotif China. Namun, langkah tersebut masih menghadapi penolakan dari parlemen dan kelompok industri otomotif dalam negeri.

Ke depan, perdebatan mengenai pabrik mobil China di AS kemungkinan akan terus mengemuka, terutama menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping. Kepastian kebijakan akan sangat bergantung pada keputusan pemerintah AS serta sikap Kongres terhadap usulan larangan permanen kendaraan China.

Kesimpulan

Donald Trump menyatakan tidak keberatan terhadap pembangunan pabrik mobil China di AS selama kendaraan diproduksi di wilayah Amerika dan mempekerjakan tenaga kerja lokal. Sikap ini berbeda dari kebijakan era Joe Biden yang melarang pabrikan China menjual atau membangun kendaraan penumpang di AS.

Meski Trump membantah adanya kesepakatan untuk membuka pasar AS bagi mobil China, parlemen dan industri otomotif tetap menyuarakan penolakan. Mereka bahkan mendorong larangan permanen terhadap kendaraan China. Perkembangan pertemuan Trump dengan Xi Jinping dan pembahasan di Kongres akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan otomotif AS berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment