Sering Mengetik dengan Posisi Tangan yang Salah Bisa Picu Sindrom Terowongan Karpal
Mengetik dalam waktu lama telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama saat bekerja menggunakan komputer. Namun, kebiasaan mengetik dengan posisi tangan dan pergelangan tangan yang tidak tepat tidak sebaiknya dianggap sepele. Jika dilakukan berulang-ulang, posisi tersebut dapat memberikan tekanan pada saraf di sekitar pergelangan tangan dan memicu keluhan seperti kesemutan, mati rasa, hingga nyeri.
Kepala Staf Medik Fungsional Neuroscience Siloam Hospitals TB Simatupang, Ferry Senjaya, mengatakan posisi tangan saat mengetik perlu dijaga agar tetap senetral mungkin. Menurutnya, posisi tangan yang terlalu menekuk dapat membuat ruang saraf menyempit dan meningkatkan risiko saraf terjepit.
“Kalau posisi menekuk, saraf menyempit, kejepit. Itu sebabnya harus diperbaiki posturnya, saat mengetik posisi siku senetral mungkin,” kata Ferry dalam keterangannya.
Posisi Tangan yang Salah Dapat Menekan Saraf
Tekanan berulang pada saraf di area pergelangan tangan dapat menyebabkan berbagai gangguan. Salah satunya adalah sindrom terowongan karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS).
Sindrom terowongan karpal terjadi ketika saraf median yang melewati bagian depan pergelangan tangan mengalami tekanan. Saraf tersebut berperan membawa sensasi dari sebagian tangan serta membantu menggerakkan sejumlah otot tangan.
Saraf median melewati ruang sempit yang disebut terowongan karpal. Ketika tekanan di dalam ruang tersebut meningkat, penghantaran sinyal saraf dapat terganggu. Kondisi ini kemudian menimbulkan keluhan pada tangan dan jari.
Risiko gangguan dapat meningkat akibat aktivitas yang dilakukan berulang menggunakan tangan, termasuk mengetik dengan keyboard dalam waktu lama. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila aktivitas mengetik dilakukan dengan posisi pergelangan tangan yang tidak tepat.
Selain mengetik, penggunaan ponsel dalam waktu lama, mencengkeram benda terlalu kuat, atau melakukan gerakan tangan yang sama secara berulang juga dapat memberikan tekanan pada area pergelangan tangan.
Kenali Gejala Sindrom Terowongan Karpal
Gejala sindrom terowongan karpal dapat muncul secara bertahap. Keluhan yang umum terjadi antara lain kesemutan dan mati rasa pada tangan atau jari. Sebagian orang juga dapat merasakan nyeri, sensasi terbakar, atau rasa seperti tersetrum.
Keluhan tersebut tidak hanya muncul saat bekerja. Dalam kondisi tertentu, gejala dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika tekanan pada saraf semakin berat, fungsi tangan juga dapat menurun.
Penderitanya mungkin mengalami kelemahan ketika menggenggam atau kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan ketepatan gerakan tangan. Karena itu, keluhan yang terus berulang tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai pegal biasa akibat terlalu lama bekerja.
Gangguan Saraf Tepi Bisa Menimbulkan Keluhan Serupa
Ferry menjelaskan, saraf tepi atau peripheral nerve merupakan jaringan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh. Saraf tersebut membawa informasi mengenai sentuhan, panas, dingin, dan nyeri, sekaligus meneruskan perintah untuk menggerakkan tubuh.
Ketika saraf mengalami tekanan atau cedera, penghantaran sinyal dapat terganggu. Keluhan yang muncul bisa berupa kesemutan, mati rasa, nyeri seperti terbakar atau tersengat listrik, hingga kelemahan pada anggota tubuh.
Gangguan saraf tepi dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti cedera akibat kecelakaan, luka sayat, patah tulang, saraf terjepit, tumor, maupun komplikasi tertentu setelah operasi.
Pada area bahu dan lengan, keluhan sering kali dianggap sebagai masalah otot atau sendi. Padahal, pada kondisi tertentu, rasa nyeri, baal, kesemutan, atau kelemahan dapat berhubungan dengan gangguan saraf tepi.
“Keluhan pada saraf tepi sering kali tidak langsung dikenali oleh pasien. Sebagian pasien datang dengan keluhan nyeri menjalar, baal, kesemutan, rasa seperti tersetrum, kelemahan, atau gangguan gerak pada area leher, bahu, lengan, tangan, maupun tungkai,” ujar Ferry.
Perbaiki Postur dan Berikan Jeda Saat Mengetik
Menurut Ferry, penanganan pada keluhan yang masih ringan dapat mencakup perubahan aktivitas dan perbaikan posisi tangan. Peregangan atau stretching juga dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.
Pada kasus awal ketika fungsi saraf masih baik, dokter biasanya dapat memberikan obat-obatan sesuai gejala. Posisi tangan tetap perlu dijaga agar berada dalam kondisi netral.
Perubahan kebiasaan saat bekerja juga penting. Ketika mengetik, usahakan pergelangan tangan tidak terlalu menekuk ke atas maupun ke bawah. Berikan jeda secara berkala dan lakukan peregangan ringan setelah menggunakan keyboard dalam waktu lama.
Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya durasi mengetik, tetapi juga posisi tangan dan pergelangan tangan selama bekerja. Dengan demikian, aktivitas mengetik dapat dilakukan tanpa terus-menerus memberikan tekanan pada saraf di area tersebut.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jika kesemutan, mati rasa, nyeri, atau kelemahan terus berulang meskipun aktivitas telah dikurangi, pemeriksaan dokter sebaiknya dilakukan. Pemeriksaan saraf dapat membantu menentukan lokasi dan tingkat gangguan sehingga penanganan dapat disesuaikan.
Pada kondisi tertentu ketika saraf mengalami tekanan berat atau kerusakan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi. Salah satu prosedur yang dikenal adalah Peripheral Nerve Surgery, yang bertujuan memperbaiki, melepaskan, menyambungkan, atau mengalihkan saraf yang mengalami gangguan di luar otak dan sumsum tulang belakang.
Ferry menekankan pentingnya diagnosis dan rujukan yang tepat waktu, khususnya pada cedera saraf. Keterlambatan diagnosis dan rujukan masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan cedera saraf perifer, sementara kondisi tersebut bersifat kompleks dan membutuhkan penanganan tepat waktu.
Kesimpulan
Terlalu lama mengetik tidak secara otomatis menyebabkan kerusakan saraf. Namun, kebiasaan mengetik berulang dengan posisi pergelangan tangan yang buruk dapat meningkatkan tekanan pada saraf tertentu dan memicu keluhan, termasuk sindrom terowongan karpal.
Karena itu, perhatikan posisi tangan, jaga pergelangan tangan tetap netral, berikan jeda saat bekerja, dan lakukan peregangan ringan. Kesemutan atau mati rasa yang terus berulang juga tidak boleh diabaikan. Segera cari pertolongan medis apabila keluhan menetap atau mulai mengganggu aktivitas. Semakin cepat penyebab gangguan diketahui, semakin besar peluang mendapatkan penanganan yang sesuai serta mencegah penurunan fungsi berkembang lebih jauh.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment