Macklemore Dikeluarkan dari Loop Tour Ed Sheeran Usai Serukan “Free Palestine”
Rapper Macklemore mengungkapkan dirinya tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian konser Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pernyataan Macklemore yang membela Palestina dan menyerukan perhatian publik terhadap penderitaan warga Gaza serta Tepi Barat.
Sebelumnya, Macklemore dijadwalkan tampil dalam delapan dari 10 pertunjukan tersisa pada tur stadion Ed Sheeran. Rangkaian konser itu dijadwalkan kembali berlangsung pada 19 September di Philadelphia, Amerika Serikat.
Macklemore Mengaku Dicoret dari Tur Ed Sheeran
Dalam unggahan di media sosial pada Senin (14/9), Macklemore menyampaikan bahwa dirinya telah dikeluarkan dari jadwal penampilan pendukung Loop Tour. Ia menyebut keputusan itu diambil oleh Ed Sheeran dan timnya setelah mendapat tekanan dari sejumlah pemilik stadion.
“Saya akan berbicara dari lubuk hati dan menyampaikan kebenaran,” tulis Macklemore dalam unggahan Instagram-nya. Ia kemudian menyatakan bahwa Ed Sheeran dan timnya telah memutuskan untuk mencoretnya dari tur tersebut.
Macklemore sebelumnya dijadwalkan tampil di sejumlah stadion besar, termasuk Stadion Gillette di Foxborough, Massachusetts, Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, serta Stadion Lucas Oil di Indianapolis.
Menurut Macklemore, tekanan tersebut bermula dari komunikasi antara pemilik New England Patriots sekaligus Stadion Gillette, Robert Kraft, dan Ed Sheeran. Ia mengatakan Kraft menyatakan bahwa dirinya tidak diizinkan tampil di stadion milik Kraft Group.
“Ed juga bercerita bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan mereka bersama-sama memberikan ultimatum: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, kalian tidak akan diizinkan tampil di tempat kami,” ujar Macklemore dalam unggahannya.
Pernyataan Macklemore soal Palestina
Macklemore menegaskan bahwa menurutnya, persoalan utama bukanlah dirinya, Ed Sheeran, atau penyanyi Pink yang disebut turut terdampak setelah menolak kampanye Macklemore. Ia menyatakan bahwa korban sebenarnya adalah rakyat Palestina.
“Para korbannya adalah rakyat Palestina. Para pria, wanita, dan anak-anak yang telah terbunuh, dibuat kelaparan, terusir dari tempat tinggalnya, dan dipaksa menjalani kekerasan yang tak terbayangkan,” kata Macklemore.
Ia juga menyebut lebih dari 20.000 anak telah tewas di Gaza. Macklemore mengatakan pernyataan tersebut disampaikan agar publik tidak melupakan kondisi warga Palestina ketika membahas kontroversi yang muncul setelah dirinya menyampaikan dukungan terhadap Palestina.
Menurut Macklemore, Ed Sheeran berada dalam posisi yang sulit karena citranya selama ini dikenal apolitis atau tidak memihak secara politik. Ia mengatakan Sheeran menyampaikan bahwa ungkapan “Free Palestine” dan pengibaran bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh sejumlah orang yang berbicara dengannya.
Macklemore mengaku memahami risiko yang muncul ketika seseorang memilih untuk mengambil sikap. Risiko tersebut, menurut dia, dapat berupa kehilangan uang, kontrak merek, sponsor, festival, pertunjukan privat, hubungan, hingga akses. Ia menyatakan dirinya telah kehilangan hal-hal tersebut.
Promotor Jelaskan Alasan Macklemore Tidak Lagi Tampil
Sementara itu, promotor konser Messina Touring Group merilis pernyataan pada Senin (14/9). Promotor mengatakan keputusan untuk menghapus Macklemore dari sisa jadwal penampilan diambil setelah pihak pengelola lokasi konser menyatakan tidak mengizinkan pertunjukan berlangsung apabila Macklemore masih tercantum sebagai penampil.
Menurut promotor, situasi tersebut berpotensi menyebabkan pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar. Setelah melakukan pembahasan dengan berbagai pihak terkait, promotor akhirnya memutuskan Macklemore tidak akan tampil dalam jadwal pertunjukan pendukung yang tersisa.
Kontroversi Bermula dari Penampilan di Loop Tour
Kontroversi bermula ketika Macklemore tampil di panggung Loop Tour pada Jumat (4/9) malam. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan publik agar tidak melupakan penderitaan warga di Gaza dan Tepi Barat.
“Saya percaya bahwa setiap manusia yang hidup di muka bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama persis,” ujar Macklemore saat itu.
Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi dari organisasi Israeli American Council (IAC). Organisasi itu meluncurkan petisi yang menuntut Macklemore dicoret dari sisa rangkaian konser Loop Tour milik Ed Sheeran.
IAC menilai panggung konser tidak semestinya digunakan untuk mempromosikan agenda politik sepihak. Di sisi lain, Macklemore tetap mempertahankan sikapnya dan menyatakan bahwa kebebasan serta penderitaan rakyat Palestina perlu terus dibicarakan.
Kesimpulan
Pengeluaran Macklemore dari sisa rangkaian Loop Tour Ed Sheeran menjadi dampak lanjutan dari pernyataannya mengenai Palestina. Macklemore menyebut keputusan tersebut dipengaruhi tekanan pemilik stadion, sementara promotor menegaskan langkah itu diambil untuk mencegah kemungkinan pembatalan konser dan dampak yang lebih besar bagi penggemar. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana kontroversi mengenai kebebasan berekspresi, sikap politik musisi, dan penyelenggaraan konser terus dibahas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment