Janice Tjen Tampil di 26 Turnamen pada 2026, Raih Dua Gelar Ganda

Petenis Indonesia, Janice Tjen, menjalani rangkaian kompetisi yang padat sepanjang 2026. Sejak mengawali musim pada Januari hingga agenda yang dijadwalkan berlangsung pada September, Janice telah tampil dalam 26 turnamen berbeda. Dalam perjalanan tersebut, ia mencatat sejumlah hasil penting, terutama pada nomor ganda putri.

Atlet kelahiran Jakarta itu mengawali kiprahnya di ASB Classic. Setelah itu, Janice melanjutkan persaingan ke berbagai turnamen bergengsi, termasuk Grand Slam Australia Open. Ia juga berhasil meraih gelar juara di Hobart International dan Birmingham Classic. Sementara itu, pada nomor tunggal, perjalanan Janice beberapa kali terhenti di babak awal hingga babak kedua.

Awal Musim Janice Tjen di ASB Classic

Perjalanan Janice Tjen pada 2026 dimulai di ASB Classic. Dalam turnamen tersebut, ia tampil di dua nomor, yakni tunggal putri dan ganda putri. Untuk nomor ganda, Janice berpasangan dengan petenis Amerika Serikat, Caty McNally.

Hasil di nomor tunggal belum sesuai harapan karena Janice harus tersingkir pada babak pertama. Namun, performanya di sektor ganda menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Bersama McNally, Janice mampu melangkah hingga semifinal.

Peluang Janice dan McNally untuk melanjutkan perjalanan ke babak final kemudian terhenti setelah McNally memutuskan walkover atau WO. Dengan keputusan tersebut, pasangan itu tidak dapat melanjutkan pertandingan semifinal dan gagal memperebutkan tempat di final.

Meraih Gelar di Hobart International

Setelah tampil di ASB Classic, Janice melanjutkan kiprahnya di Hobart International. Hasil yang diraih di turnamen tersebut kembali memperlihatkan perbedaan performa Janice di nomor tunggal dan ganda.

Di nomor tunggal, Janice kembali harus mengakhiri langkahnya pada babak awal. Namun, ia mampu bangkit di sektor ganda. Berpasangan dengan Katarzyna Piter, Janice berhasil menjadi juara Hobart International.

Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam rangkaian kompetisi Janice pada tahun ini. Keberhasilan itu juga memperkuat catatan bahwa nomor ganda menjadi sektor yang memberikan hasil lebih konsisten bagi petenis berusia 24 tahun tersebut.

Penampilan di Australia Open dan Turnamen Berikutnya

Janice kemudian tampil pada Grand Slam pertamanya tahun ini, yaitu Australia Open. Pada nomor tunggal, ia mampu melewati satu pertandingan sebelum akhirnya terhenti di babak kedua. Sementara itu, kiprahnya di nomor ganda berakhir lebih cepat karena langsung kalah pada babak pertama.

Memasuki bulan-bulan berikutnya, Janice kembali mencatat hasil positif di sejumlah turnamen ganda. Ia mampu menembus semifinal Merida Open Akron dan Abu Dhabi Open. Meski belum berhasil meraih gelar dari dua turnamen tersebut, pencapaian itu menunjukkan bahwa Janice tetap kompetitif saat bermain di nomor ganda.

Gelar Kedua di Birmingham Classic

Janice kembali naik podium pada Juni melalui Birmingham Classic. Dalam turnamen tersebut, ia berpasangan dengan Talia Gibson. Keduanya berhasil menjadi juara, sehingga Birmingham Classic menjadi gelar kedua Janice pada rangkaian kompetisi 2026 yang disebutkan dalam catatan tersebut.

Setelah kemenangan di Birmingham Classic, Janice belum kembali meraih gelar. Pada nomor tunggal, ia lebih sering terhenti di babak kedua. Salah satu hasil terbaru terjadi di Guadalajara Open 2026. Janice harus mengakui keunggulan Sloane Stephens dan gagal melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.

Agenda Janice Tjen Selanjutnya

Janice dijadwalkan mengalihkan fokus ke Singapore Open 2026 pada 21 September mendatang. Setelah itu, ia berencana melanjutkan persaingan di China Open 2026.

China Open 2026 memiliki status sebagai turnamen WTA wajib dan termasuk dalam kategori WTA 1000. Agenda tersebut juga berpengaruh terhadap keikutsertaan Janice di ajang lain. Karena akan tampil di China Open, Janice dipastikan absen dari Asian Games 2026.

Kesimpulan

Rangkaian kompetisi 2026 menjadi periode yang sibuk bagi Janice Tjen. Dari 26 turnamen yang telah diikuti, ia mencatat dua gelar pada nomor ganda, masing-masing di Hobart International bersama Katarzyna Piter dan Birmingham Classic bersama Talia Gibson. Ia juga sempat mencapai semifinal ASB Classic, Merida Open Akron, dan Abu Dhabi Open.

Di nomor tunggal, Janice masih menghadapi tantangan untuk melangkah lebih jauh karena beberapa kali terhenti di babak pertama atau kedua. Dengan agenda Singapore Open dan China Open yang menanti, perhatian berikutnya akan tertuju pada upaya Janice melanjutkan performanya serta menambah capaian pada sisa musim 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment