Dampak Kabut Asap Karhutla terhadap Kesehatan Mata dan Cara Melindunginya
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Kabut asap yang dihasilkan karhutla dapat memengaruhi saluran pernapasan dan memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, asap tebal juga dapat memperpendek jarak pandang, seperti yang dilaporkan terjadi di Kalimantan Selatan.
Dampak kabut asap tidak berhenti pada gangguan pernapasan dan jarak pandang. Mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami masalah ketika terpapar asap dalam waktu tertentu. Kandungan gas dan partikel mikroskopis dalam asap dapat menempel pada permukaan mata sehingga memicu iritasi, rasa tidak nyaman, hingga penglihatan kabur.
Kandungan Kabut Asap Karhutla yang Mengganggu Mata
Asap yang muncul saat karhutla biasanya terdiri atas campuran uap air, gas, dan partikel-partikel mikroskopis yang melayang di udara. Partikel tersebut dapat terbawa angin dalam jarak jauh dan tetap berada di udara meskipun api telah padam.
Ketika mengenai mata, partikel kecil itu dapat menempel di permukaannya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa perih, mata berair, dan kemerahan. Pada sebagian orang, keluhan bahkan dapat muncul sebelum bau asap tercium.
Mata yang terpapar kabut asap juga dapat terasa seperti kemasukan pasir. Sensasi tersebut muncul karena partikel kecil dari asap menempel pada permukaan mata dan mengganggu kenyamanan.
Kelompok yang Lebih Rentan Mengalami Iritasi
Paparan kabut asap dapat menimbulkan keluhan yang lebih berat pada penderita mata kering. Kondisi ini terjadi karena lapisan air mata tidak cukup memberikan perlindungan terhadap iritasi dari partikel asap.
Pengguna lensa kontak juga lebih rentan mengalami ketidaknyamanan. Partikel asap dapat terperangkap di sekitar mata dan membuat keluhan semakin terasa. Karena itu, paparan asap perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi kabut sedang tebal.
Gangguan pada Lapisan Air Mata
Asap dapat mengganggu keseimbangan air mata yang berfungsi melumasi dan melindungi mata dari debu serta infeksi. Dokter mata dan spesialis kornea Nishika Reddy menjelaskan bahwa air mata terdiri atas keseimbangan air, minyak, lendir, dan protein.
Menurut Reddy, gangguan terhadap keseimbangan tersebut dapat menimbulkan masalah yang serius. Gas dan partikel dalam asap dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang nyata dan, pada kondisi tertentu, membuat penglihatan menjadi kabur, seperti dilansir University of Utah.
Cara Melindungi Mata dari Kabut Asap
Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap mata. Perlindungan menjadi semakin penting ketika seseorang harus beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah dengan kabut asap yang tebal.
Gunakan Kacamata Pelindung
Menurut American Academy of Ophthalmology, penggunaan kacamata yang pas di wajah dapat membantu melindungi mata dari paparan asap. Kacamata renang atau goggles juga dapat digunakan karena mampu menutup area di sekitar mata.
Bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan, pilih pelindung mata yang dapat menutup sisi mata dengan baik. Perlindungan pada bagian samping tersebut membantu mengurangi aliran udara yang membawa partikel asap masuk ke area mata.
Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Ketika kabut asap karhutla sedang tebal, langkah terbaik adalah membatasi aktivitas di luar rumah. Jendela juga sebaiknya ditutup agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan.
Jika memungkinkan, penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah. Dengan demikian, paparan asap di lingkungan dalam ruangan dapat dikurangi.
Jaga Kelembapan Mata
Tetes mata buatan tanpa pengawet dapat membantu membilas iritan sekaligus menjaga kelembapan mata. Penggunaannya dapat dilakukan secara berkala, terutama bagi orang yang tetap harus keluar rumah ketika kabut asap masih muncul.
Menyimpan obat tetes mata di dalam kulkas juga dapat memberikan sensasi sejuk saat digunakan. Selain itu, kompres dingin pada kelopak mata yang tertutup dapat membantu menenangkan mata yang terasa panas atau gatal.
Hindari Mengucek Mata
Ketika mata terasa perih atau tidak nyaman, hindari kebiasaan menguceknya. Mengucek mata justru dapat memperparah iritasi karena partikel kabut asap bisa terdorong lebih dalam ke permukaan mata.
Sebagai alternatif, tempelkan kain bersih yang dingin dan lembap pada kelopak mata selama beberapa menit. Cara ini dapat membantu memberikan rasa nyaman tanpa menambah gesekan pada mata.
Kapan Perlu Memeriksakan Mata?
Jika gejala iritasi mata akibat kabut asap karhutla tidak kunjung membaik, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter mata. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan perawatan yang sesuai.
Kesimpulan
Kabut asap karhutla mengandung gas dan partikel mikroskopis yang dapat mengganggu kesehatan mata. Dampaknya antara lain rasa perih, mata berair, kemerahan, sensasi seperti kemasukan pasir, ketidaknyamanan, serta penglihatan kabur. Penderita mata kering dan pengguna lensa kontak perlu memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan mata.
Selama karhutla masih berlangsung, masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan kacamata pelindung, menjaga kelembapan mata, serta menghindari kebiasaan mengucek mata. Jika keluhan tidak membaik, pemeriksaan oleh dokter mata menjadi langkah penting agar masalah dapat ditangani dengan tepat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment