Investasi Kilang Minyak Mini Rp5 Triliun di Jepara Masuk Tahap Lanjutan
Rencana pembangunan mini refinery atau kilang minyak mini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memasuki tahap lanjutan. Proyek yang melibatkan investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tersebut diproyeksikan memiliki nilai investasi awal sekitar Rp5 triliun dengan kapasitas pengolahan mencapai 10 ribu barel minyak per hari.
Perkembangan investasi kilang minyak mini Jepara itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antarbadan usaha antara pihak investor dan Perumda Aneka Usaha Jepara. Penandatanganan berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis (17/9). Kesepakatan tersebut menjadi tindak lanjut dari proses penjajakan investasi yang telah berjalan hampir satu tahun.
Investasi Kilang Jepara Ditargetkan Berkembang
Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali, mengatakan dukungan pemerintah daerah berperan penting dalam mempercepat proses penjajakan proyek. Menurutnya, rangkaian komunikasi antara investor dan pemerintah daerah berlangsung cukup cepat hingga menghasilkan kerja sama antarbadan usaha.
“Ini termasuk cepat, karena Pak Gubernur mendukung total,” kata Talal seusai penandatanganan kerja sama.
Talal menjelaskan, proses investasi bermula dari kedatangan pihak investor ke Jawa Tengah. Setelah itu, komunikasi terus dilakukan hingga tercapai kesepakatan awal. Kesepakatan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kerja sama antara badan usaha investor dan Perumda Aneka Usaha Jepara.
Selain menjalankan investasi awal dengan kapasitas pengolahan 10 ribu barel per hari, perusahaan juga menyampaikan target pengembangan kapasitas pada masa mendatang. Kapasitas kilang direncanakan dapat ditingkatkan hingga 60 ribu barel minyak per hari. Perusahaan juga membuka peluang pengembangan bisnis lain setelah investasi awal berjalan.
Pemerintah Jawa Tengah Siapkan Dukungan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal kelanjutan kerja sama pembangunan kilang minyak mini tersebut. Ia menyatakan pemerintah provinsi memberikan izin dan dukungan terhadap rencana investasi yang berlokasi di Jepara.
“Tentu saya sebagai gubernur sangat mengizinkan sekali dan akan kita support terkait dengan kegiatan ini,” ujar Luthfi dalam arahannya.
Untuk mempercepat tindak lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa dirinya telah menghubungi Pertamina. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendukung kepastian pasokan minyak mentah, terutama seiring dengan persiapan infrastruktur proyek. Luthfi menekankan bahwa ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hal penting yang harus dipastikan dalam pengembangan kilang.
“Termasuk minyak mentahnya harus jelas dan pasti,” tegasnya.
Lokasi dan Pasokan Bahan Baku Jadi Perhatian
Bupati Jepara Witiarso Utomo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa calon investor telah meninjau lahan serta lokasi pendaratan kapal yang akan digunakan untuk pengangkutan minyak. Berdasarkan hasil peninjauan, lokasi tersebut dinilai sesuai untuk mendukung rencana pembangunan kilang minyak mini.
Meski demikian, pemenuhan pasokan bahan baku masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kepastian pasokan minyak mentah menjadi bagian penting agar rencana investasi dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang telah disepakati.
Potensi Manfaat bagi Jepara
Gubernur Jawa Tengah menilai komitmen investor dari Dubai tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap Jawa Tengah. Hal itu dinilai penting karena investasi tersebut hadir di tengah situasi geopolitik dan tekanan fiskal yang menjadi tantangan global.
“Di saat geopolitik, di saat tekanan fiskal, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi,” ujar Luthfi.
Pengembangan mini refinery di Jepara diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja serta meningkatkan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah investasi.
Selain itu, kerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Jepara diharapkan dapat memperkuat peran badan usaha milik daerah. Kehadiran proyek ini juga diproyeksikan mendukung peningkatan potensi pendapatan asli daerah Jepara.
Kesimpulan
Investasi pembangunan kilang minyak mini di Jepara senilai sekitar Rp5 triliun kini memasuki tahap lanjutan setelah penandatanganan kerja sama antarbadan usaha. Proyek ini memiliki kapasitas awal pengolahan 10 ribu barel minyak per hari dan berpeluang dikembangkan hingga 60 ribu barel per hari.
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, koordinasi dengan Pertamina dan Kementerian ESDM, serta kesiapan lahan menjadi faktor penting dalam kelanjutan proyek. Ke depan, kepastian pasokan minyak mentah dan persiapan infrastruktur akan menjadi perhatian utama agar investasi tersebut dapat berjalan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, BUMD, dan pendapatan daerah Jepara.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment