Panglima Pakistan Desak Iran Hentikan Serangan Houthi ke Fasilitas Energi Saudi

Islamabad meminta Teheran menggunakan pengaruhnya terhadap kelompok Houthi di Yaman untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur ekonomi Arab Saudi. Desakan tersebut disampaikan Panglima Militer Pakistan Asim Munir dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Informasi mengenai komunikasi itu disampaikan sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu Agency pada Kamis (17/9). Percakapan berlangsung ketika Araghchi sedang melakukan kunjungan ke China pada Rabu dan dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran.

Panglima Pakistan Bahas Serangan Houthi

Menurut sumber yang mengetahui perkembangan tersebut, pembicaraan antara Munir dan Araghchi tidak hanya membahas serangan Houthi, tetapi juga kondisi regional secara lebih luas. Salah satu fokusnya adalah upaya menghidupkan kembali dialog langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya terhenti.

Pakistan menilai eskalasi terbaru berpotensi memperumit situasi di kawasan yang sejak lama telah menghadapi berbagai ketegangan. Karena itu, Islamabad meminta Iran mengambil langkah untuk mendorong Houthi agar tidak menjadikan fasilitas minyak dan kepentingan ekonomi Saudi sebagai sasaran.

Respons Araghchi dalam percakapan tersebut disebut memberikan harapan. Namun, sumber pemerintah Pakistan tidak mengungkapkan rincian mengenai bentuk tanggapan maupun langkah konkret yang mungkin diambil Iran setelah menerima permintaan tersebut.

Sikap Iran terhadap Kelompok Houthi

Permintaan Pakistan muncul di tengah sikap resmi Iran yang menegaskan bahwa Teheran tidak mencampuri urusan internal Yaman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei sebelumnya menyatakan bahwa kelompok Houthi merupakan aktor independen.

Baqaei juga mengatakan bahwa Houthi mengejar kepentingan mereka sendiri. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Iran tidak secara terbuka mengakui adanya kendali langsung terhadap keputusan atau operasi kelompok tersebut di Yaman.

Meski demikian, Islamabad tetap meminta Teheran menggunakan pengaruh yang dimilikinya untuk meredam serangan terhadap Arab Saudi. Langkah ini dinilai penting karena sasaran serangan berada pada sektor energi dan infrastruktur ekonomi yang dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan.

Insiden Drone di Dekat Mekkah

Percakapan antara Munir dan Araghchi berlangsung sehari setelah sebuah pesawat nirawak atau drone yang diduga terkait dengan Houthi dicegat di dekat kota suci Mekkah. Insiden tersebut memicu kemarahan masyarakat internasional, termasuk dari negara-negara Muslim.

Namun, pihak Houthi membantah telah meluncurkan drone tersebut. Bantahan itu menambah perbedaan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden di sekitar wilayah Mekkah.

Kejadian tersebut semakin meningkatkan perhatian terhadap potensi perluasan konflik Yaman ke wilayah negara-negara di sekitarnya. Serangan atau dugaan serangan terhadap objek strategis Saudi juga dikhawatirkan memperburuk ketegangan yang telah berlangsung di kawasan.

Hubungan Pertahanan Pakistan dan Arab Saudi

Permintaan Pakistan kepada Iran tidak terlepas dari hubungan pertahanan Islamabad dan Riyadh. Pakistan dan Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan bilateral pada tahun lalu.

Kerja sama tersebut kemudian berlanjut melalui penandatanganan perjanjian pertahanan trilateral yang dikenal sebagai Pakta Mekkah. Kesepakatan yang ditandatangani pada bulan lalu itu turut melibatkan Turki.

Hubungan pertahanan tersebut menjadi salah satu faktor yang menjelaskan perhatian Pakistan terhadap keamanan Arab Saudi, khususnya setelah muncul laporan mengenai ancaman terhadap fasilitas energi dan infrastruktur ekonomi negara tersebut.

Latar Belakang Konflik Yaman

Yaman telah dilanda perang saudara sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Perkembangan itu kemudian mendorong intervensi koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Kelompok Houthi kembali terlibat dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah sejak Juli. Pada periode tersebut, mereka mengumumkan blokade maritim terhadap Riyadh. Houthi juga mengklaim telah memperoleh kemajuan di sepanjang pesisir Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Selain menghadapi konflik darat dan ketegangan maritim, Houthi juga telah menargetkan infrastruktur minyak Arab Saudi. Serangan terhadap fasilitas energi tersebut turut berkontribusi terhadap kenaikan harga minyak di pasar internasional.

Kesimpulan

Desakan Panglima Militer Pakistan Asim Munir kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperlihatkan kekhawatiran Islamabad terhadap meningkatnya serangan Houthi dan dampaknya bagi keamanan Arab Saudi. Pakistan berharap Iran dapat menggunakan pengaruhnya untuk mencegah serangan terhadap fasilitas energi dan ekonomi Saudi.

Di sisi lain, Iran tetap menyatakan bahwa Houthi merupakan kelompok independen yang tidak berada di bawah kendali langsung Teheran. Ke depan, efektivitas komunikasi antara Pakistan dan Iran akan sangat bergantung pada kemampuan kedua negara mendorong penurunan ketegangan, sementara perkembangan konflik Yaman dan sikap Houthi tetap menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment