JTAB Petani Gajian Jamin Kepastian Modal, Penghasilan, dan Harga Panen Petani Jawa Tengah

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program JTAB Petani Gajian untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas panen dan harga komoditas. Program ini dirancang dengan memberikan dukungan modal, penghasilan selama masa tanam, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Dalam skema tersebut, petani memperoleh modal dari PT JTAB untuk menjalankan kegiatan pertanian. Sebagai kompensasinya, seluruh hasil panen akan dijual kepada PT JTAB sebagai pembeli atau off taker. Harga pembelian dipastikan mengikuti standar pemerintah sehingga petani memiliki kepastian mengenai nilai jual komoditas yang dihasilkan.

Skema JTAB Petani Gajian

Program JTAB Petani Gajian tidak hanya memberikan bantuan pada tahap awal produksi. PT JTAB juga menyalurkan penghasilan kepada petani selama masa tanam. Dengan demikian, petani mendapatkan dukungan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, hingga panen.

Setelah panen dijual kepada PT JTAB, hasil penjualan akan digunakan untuk mengembalikan modal produksi dan membayar gaji petani selama masa tanam. Apabila masih terdapat sisa dari hasil penjualan tersebut, sisa tersebut akan dikembalikan kepada petani.

Skema ini diharapkan dapat mengurangi kesulitan petani dalam memperoleh modal sekaligus memberikan perlindungan terhadap ketidakpastian harga jual hasil pertanian. Kesepakatan harga beli telah ditetapkan sejak awal sehingga petani tidak harus menghadapi ketidakjelasan pasar saat panen tiba.

Gubernur Dorong Perluasan Program

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai konsep dan pelaksanaan Program JTAB Petani Gajian sudah berjalan dengan baik. Ia mendorong agar cakupan program tersebut diperluas ke lebih banyak wilayah di Jawa Tengah.

Dalam audiensi bersama Direktur Utama PT JTAB Totok Agus Siswanto, Luthfi meminta perusahaan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memetakan kabupaten yang berpotensi masuk dalam cakupan program.

“Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini. Kalau bisa tercover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani,” kata Luthfi di Semarang, Kamis (17/9).

Jawa Tengah memiliki sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian. Besarnya potensi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya perluasan program agar manfaat kepastian modal, pendapatan, dan penyerapan hasil panen dapat dirasakan oleh lebih banyak petani.

Sudah Diikuti 80 Petani

Direktur Utama PT JTAB Totok Agus Siswanto menyampaikan, hingga September 2026, Program JTAB Petani Gajian telah diikuti sekitar 80 petani dengan luas lahan sekitar 200-an hektare. Peserta program tidak terbatas pada pemilik lahan, tetapi juga mencakup petani penggarap.

Komoditas yang dikembangkan melalui program ini meliputi padi, bawang merah, dan jagung. Para petani peserta tersebar di Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, Semarang, serta sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

“Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita memberikan kepastian hasil kepada petani, bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami kasih penghasilan atau gaji sesuai UMK per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker atau pembeli hasil panen,” ujar Totok.

Melibatkan Lembaga Keuangan dan Asuransi

Untuk memperkuat pelaksanaan program, PT JTAB menggandeng PT BPR BKK dan Jamkrida dalam aspek kredit petani. Selain itu, Jasindo dilibatkan untuk memberikan asuransi terhadap risiko gagal panen.

JTAB menargetkan sekitar seribu petani dapat terakomodasi melalui Program JTAB Petani Gajian. Perluasan program tersebut diharapkan dapat memberikan masa depan yang lebih jelas bagi petani, termasuk mendorong minat petani muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Menurut Totok, adanya kejelasan penghasilan dan kesepakatan harga beli sejak awal menjadi bagian penting untuk menciptakan kepastian bagi petani. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan pertanian di Jawa Tengah.

Petani Merasakan Manfaat Program

Manfaat program turut dirasakan oleh Ruswanto, petani asal Kabupaten Sukoharjo. Ia mengatakan, kehadiran JTAB Petani Gajian membantunya mengatasi persoalan modal yang selama ini dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan pertanian.

Menurut Ruswanto, bantuan telah diberikan sejak tahap awal pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, hingga masa panen. Selain memperoleh dukungan modal, hasil panen padi yang dihasilkan juga telah ditampung oleh PT JTAB.

“Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya,” pungkas Ruswanto.

Kesimpulan

Program JTAB Petani Gajian menjadi upaya Pemprov Jawa Tengah melalui PT JTAB untuk memberikan kepastian yang lebih besar kepada petani. Dukungan modal, penghasilan selama masa tanam, kesepakatan harga beli, serta penyerapan hasil panen menjadi rangkaian utama dalam program tersebut.

Dengan adanya target perluasan hingga sekitar seribu petani, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pemilik lahan dan petani penggarap di Jawa Tengah. Koordinasi dengan dinas terkait akan menjadi langkah penting agar wilayah penerima manfaat dapat dipetakan secara lebih luas dan tepat sasaran.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment