BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Datang Oktober 2026, Jawa Berpotensi Menyusul pada November

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan mulai kembali mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Oktober 2026. Kedatangan musim hujan diprediksi berlangsung secara bertahap setelah sebagian daerah melewati puncak musim kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, secara umum musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan berakhir sekitar pertengahan Oktober. Namun, puncak kemarau di sebagian wilayah masih dapat berlangsung hingga akhir Oktober.

Peralihan musim tersebut tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Daerah di bagian barat diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan, sementara wilayah lainnya baru mengalami peningkatan curah hujan pada bulan-bulan berikutnya.

Musim Hujan Mulai Tiba pada Oktober 2026

Ardhasena menyampaikan bahwa musim hujan diperkirakan mulai muncul pada Oktober 2026. Berdasarkan peta prakiraan iklim BMKG, tanda dimulainya musim hujan terlihat melalui perubahan warna pada peta untuk periode Oktober dan November.

Warna tersebut menandai bahwa curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia mulai kembali berada pada kondisi normal. Meski demikian, kondisi hujan di setiap daerah tetap dapat berbeda, termasuk dari sisi waktu kedatangan maupun intensitasnya.

Menurut Ardhasena, wilayah bagian barat Indonesia akan lebih dahulu menerima hujan. Setelah itu, hujan diprediksi mulai meluas ke sejumlah wilayah lain secara bertahap.

Sebagian Besar Jawa Diprediksi Mulai Diguyur pada November

Musim hujan diperkirakan mulai lebih merata pada November 2026. Salah satu wilayah yang disebut akan mulai mengalami kedatangan hujan adalah sebagian besar Pulau Jawa.

Namun, BMKG menyebut curah hujan di Jawa pada November masih berpotensi berada di bawah normal. Artinya, hujan diperkirakan sudah mulai datang dan memasuki wilayah Jawa, tetapi intensitasnya belum tentu langsung tinggi atau merata di seluruh daerah.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan berlangsung secara bertahap. Karena itu, kondisi cuaca di setiap wilayah masih mungkin berbeda selama periode peralihan berlangsung.

Puncak Kemarau Masih Berlangsung di Sejumlah Wilayah

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, puncak musim kemarau masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026 di sebagian wilayah Indonesia. Secara umum, durasi musim kemarau tahun ini berada dalam rentang tiga hingga tujuh bulan, bergantung pada karakteristik wilayah masing-masing.

BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang pada 437 Zona Musim (ZOM). Wilayah tersebut mencakup sekitar 48,77 persen dari luas daratan Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi masih perlu diperkuat hingga Indonesia memasuki periode musim hujan. Langkah ini dinilai penting karena sejumlah daerah masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

El Nino Berpotensi Memperpanjang Kondisi Kering

BMKG menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau 2026 turut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat. Fenomena ini diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026.

El Nino dapat memicu kondisi yang lebih kering dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa pekan ke depan. Pada periode Dasarian III September hingga Dasarian II Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0-150 milimeter per dasarian.

Curah hujan yang masih terbatas menunjukkan pasokan uap air untuk mendukung pembentukan awan hujan belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh El Nino yang cenderung mengurangi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia.

Meski demikian, Ardhasena menilai dampak El Nino terhadap musim hujan tidak akan selalu sama dengan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Pengaruh fenomena tersebut juga bergantung pada kondisi panas laut di sekitar wilayah Indonesia.

Kesimpulan

BMKG memprediksi musim hujan 2026 mulai datang pada Oktober, terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Hujan diperkirakan mulai lebih merata pada November, termasuk di sebagian besar Pulau Jawa, meskipun curah hujannya masih berpotensi di bawah normal.

Di sisi lain, sebagian wilayah masih akan menghadapi puncak musim kemarau hingga akhir Oktober. Pengaruh El Nino yang sangat kuat juga membuat kondisi kering dan risiko kebakaran hutan serta lahan tetap perlu diwaspadai. Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan sampai musim hujan benar-benar merata di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment