KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara dalam OTT, Amankan 14 Orang dan Uang Ratusan Juta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung di Jakarta. Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara yang berhubungan dengan sejumlah proyek di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa Sirajudin termasuk salah satu dari 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Selain menangkap sejumlah pihak di Jakarta, penyidik KPK juga melakukan penindakan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Bupati Bolaang Mongondow Utara Diamankan di Jakarta
Budi Prasetyo mengatakan Sirajudin Lasena diamankan oleh tim KPK di Jakarta. Namun, hingga informasi tersebut disampaikan, KPK belum menjelaskan secara rinci kegiatan Sirajudin sebelum akhirnya ditangkap dalam OTT.
Menurut Budi, penangkapan terhadap kepala daerah tersebut merupakan bagian dari operasi yang dilakukan secara serentak di beberapa wilayah. KPK masih mengumpulkan keterangan dan informasi dari para pihak yang diamankan dalam peristiwa tersebut.
“Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang, yakni 5 orang diamankan di Jakarta. Salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (21/9).
14 Orang Diamankan di Tiga Wilayah
Dari total 14 orang yang diamankan, sebanyak lima orang ditangkap di Jakarta. Sirajudin Lasena menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam penindakan di ibu kota tersebut.
Sementara itu, delapan orang lainnya ditangkap oleh penyidik KPK di wilayah Sulawesi Utara. Satu orang lainnya diamankan di Gorontalo. KPK belum mengungkapkan identitas seluruh pihak yang ditangkap maupun peran masing-masing dalam perkara tersebut.
Penindakan Berkaitan dengan Proyek di Bolmut
Budi menjelaskan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara. Dugaan penerimaan itu disebut berhubungan dengan proyek-proyek yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Informasi tersebut menjadi dasar awal KPK dalam melakukan operasi tangkap tangan. Kendati demikian, lembaga antirasuah itu belum membeberkan secara detail jenis proyek yang dimaksud, pihak-pihak yang terlibat, maupun bentuk dugaan penerimaan yang sedang diselidiki.
KPK juga belum menyampaikan secara lengkap kronologi penangkapan terhadap para pihak. Penjelasan lebih lanjut mengenai perkara tersebut masih menunggu proses pemeriksaan dan penyampaian informasi resmi dari lembaga penegak hukum tersebut.
KPK Amankan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah
Dalam operasi tersebut, tim KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah. Nilai uang yang diamankan disebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total senilai ratusan juta rupiah,” jelas Budi.
Barang bukti uang tunai itu menjadi salah satu bagian dari penyidikan KPK terkait dugaan penerimaan yang melibatkan penyelenggara negara. Namun, KPK belum merinci jumlah pasti uang yang diamankan serta kaitannya dengan masing-masing pihak yang ditangkap.
Kesimpulan
KPK menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dalam OTT di Jakarta. Secara keseluruhan, terdapat 14 orang yang diamankan, terdiri atas lima orang di Jakarta, delapan orang di Sulawesi Utara, dan satu orang di Gorontalo. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara yang berhubungan dengan proyek-proyek di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Selain mengamankan para pihak, KPK menyita uang tunai dalam bentuk rupiah dengan nilai ratusan juta rupiah. Rincian mengenai kronologi, identitas seluruh pihak, serta konstruksi perkara belum disampaikan secara lengkap. Publik masih menunggu keterangan lanjutan dari KPK mengenai hasil pemeriksaan terhadap 14 orang yang diamankan dan perkembangan penyidikan kasus tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment