Kilas Internasional: Dua Jenderal China Dipecat, Houthi Serang Riyadh dengan Rudal dan Drone
JAKARTA – Sejumlah peristiwa internasional menjadi perhatian pada Selasa (22/9). Di China, Presiden Xi Jinping memecat dua jenderal senior militer karena dugaan pelanggaran disiplin dan hukum serius yang dikaitkan dengan korupsi di lingkungan Partai Komunis. Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah milisi Houthi di Yaman melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah Arab Saudi.
Selain perkembangan politik dan keamanan tersebut, kabar duka datang dari Arab Saudi. Syekh Ibrahim Al Madani, muazin Masjidil Haram di Mekkah, meninggal dunia pada Senin (21/9) dini hari setelah sempat mengumandangkan adzan Subuh. Berikut rangkuman sejumlah peristiwa dalam Kilas Internasional.
China Pecat Dua Jenderal Senior Militer
China memecat dua jenderal top militernya pada Senin (21/9). Pemecatan tersebut dilakukan di tengah dugaan pelanggaran disiplin dan hukum serius yang sebelumnya diumumkan oleh Kementerian Pertahanan China. Dugaan itu disebut sebagai bagian dari persoalan korupsi di dalam tubuh Partai Komunis.
Salah satu jenderal yang diberhentikan adalah Zhang Youxia. Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua senior dari dua deputi Ketua Komisi Militer Pusat atau Central Military Commission (CMC). Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu jenderal dengan pangkat tertinggi di China.
Selain Zhang, perwira lain yang turut terseret dalam kasus tersebut adalah Liu Zhenli. Pada Januari, Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa keduanya diduga melakukan “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”. Pernyataan itu merupakan istilah resmi yang digunakan untuk merujuk pada dugaan tindak pidana korupsi.
Bagian dari Gerakan Antikorupsi Xi Jinping
Pemecatan dua jenderal tersebut menjadi bagian dari gerakan antikorupsi besar-besaran yang menjadi salah satu ciri pemerintahan Presiden Xi Jinping. Langkah ini kembali menunjukkan perhatian besar pemerintah China terhadap dugaan pelanggaran di lingkungan partai dan militer.
Keterlibatan Zhang Youxia secara khusus mengejutkan sejumlah pengamat. Pasalnya, ia memiliki senioritas tinggi di tubuh militer China dan selama ini dipersepsikan memiliki kedekatan dengan Xi Jinping. Dengan demikian, pemecatan tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan dugaan korupsi di kalangan elite militer.
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Meninggal
Kabar duka juga datang dari Arab Saudi. Syekh Ibrahim Al Madani, muazin Masjidil Haram di Mekkah, meninggal dunia pada Senin (21/9) dini hari.
Sebelum wafat, Al Madani sempat mengumandangkan adzan Subuh di Masjidil Haram. Adzan tersebut menjadi seruan terakhirnya dari tempat suci tersebut. Kepergian Al Madani meninggalkan duka bagi masyarakat yang mengenal kiprahnya sebagai salah satu muazin Masjidil Haram.
Syekh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976. Ia tumbuh dalam keluarga religius dan memperoleh pengaruh besar dari kakeknya yang merupakan penghafal Al-Qur’an. Latar belakang tersebut turut membentuk kehidupan keagamaan dan gaya adzannya.
Al Madani resmi diangkat sebagai muazin Masjidil Haram pada 1439 Hijriah atau sekitar 2017–2018. Karena lahir dan besar di Madinah, ia sangat dipengaruhi oleh tradisi serta gaya adzan khas Madinah.
Houthi Kembali Serang Arab Saudi
Di kawasan Timur Tengah, milisi Houthi di Yaman kembali menyerang Arab Saudi pada Sabtu (19/9). Serangan tersebut menggunakan rudal dan drone, dengan sasaran yang diklaim mencakup ibu kota Riyadh serta fasilitas minyak di Yanbu.
Serangan terbaru ini menandai eskalasi besar setelah konflik antara Houthi dan Arab Saudi kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa kelompoknya menembakkan “sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone” ke sejumlah “lokasi sensitif” di Riyadh.
Selain Riyadh, Houthi juga mengklaim menargetkan fasilitas perusahaan minyak nasional Arab Saudi yang berada di Yanbu. Wilayah tersebut merupakan terminal penting di pesisir Laut Merah.
Arab Saudi Klaim Cegat Rudal
Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh. Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juga mengatakan bahwa pertahanan udara menggagalkan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di sejumlah wilayah lainnya.
Kesimpulan
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan perkembangan penting di China dan Timur Tengah. Pemecatan dua jenderal senior China memperlihatkan berlanjutnya gerakan antikorupsi di bawah kepemimpinan Xi Jinping, sementara serangan Houthi ke Arab Saudi menandakan kembali meningkatnya ketegangan di kawasan. Di sisi lain, wafatnya Syekh Ibrahim Al Madani menjadi kabar duka bagi dunia Islam setelah pengabdiannya sebagai muazin Masjidil Haram.
Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait langkah China terhadap dugaan pelanggaran di lingkungan militernya serta situasi keamanan antara Houthi dan Arab Saudi yang kembali memanas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment