Rusun TOD di Stasiun Manggarai Segera Groundbreaking, Siapkan 1.232 Unit Hunian
Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan rumah susun (rusun) di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta, dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8) pekan ini. Proyek hunian vertikal tersebut dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan dirancang dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah meninjau langsung lokasi pembangunan. Ia menyampaikan bahwa persiapan peletakan batu pertama dilakukan setelah dirinya melihat kondisi lahan yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
“Groundbreaking di Manggarai hari Jumat. Saya sudah survei dua hari lalu,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Rusun Dibangun di Blok F dan Blok G Stasiun Manggarai
Proyek rusun ini akan dikembangkan di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai. Pembangunan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI dengan total area pengembangan sekitar 21.939 meter persegi.
Dari total luas tersebut, Blok F memiliki area sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencakup lahan sekitar 6.925 meter persegi. Kawasan pembangunan telah sesuai dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi atau R-1, sehingga memungkinkan pengembangan hunian vertikal.
Konsep TOD diterapkan untuk menghubungkan kawasan hunian dengan transportasi publik serta berbagai aktivitas perkotaan. Lokasi rusun disebut memiliki akses yang sangat dekat menuju Stasiun Manggarai, yakni sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih empat menit.
Dirancang hingga 36 Lantai
Rancangan bangunan juga memperhatikan aspek keselamatan serta ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Berdasarkan ketentuan tersebut, batas ketinggian bangunan ditetapkan maksimal 151 meter.
Pembangunan rusun dirancang secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen. Sementara itu, Koefisien Lantai Bangunan (KLB) ditetapkan maksimal 11, dengan ketinggian bangunan mencapai maksimal 36 lantai.
Selain akses menuju stasiun, kawasan hunian ini juga disebut didukung oleh fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer. Dukungan tersebut diharapkan membuat kawasan rusun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga terhubung dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari para penghuninya.
Siapkan 1.232 Unit Hunian dan 150 Ruang Retail
Secara keseluruhan, pengembangan kawasan rusun di sekitar Stasiun Manggarai akan menyediakan 1.232 unit hunian. Seluruh unit tersebut akan tersebar di tiga menara utama.
Pengembangan ini juga dilengkapi 150 unit ruang retail untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal. Sebanyak 72 unit ruang retail berada di Blok G, sementara 78 unit lainnya ditempatkan di Blok F.
Tiga Tipe Hunian
Hunian yang disiapkan terdiri atas tiga tipe, yaitu Tipe 28, Tipe 36, dan Tipe 45. Tipe 28 atau studio memiliki luas sekitar 28 meter persegi. Unit ini terdiri atas satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu.
Sementara itu, Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta satu ruang tamu. Adapun Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga.
Pembiayaan Didukung Skema FLPP
Penyediaan hunian tersebut akan didukung melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema pembiayaan ini memiliki suku bunga sebesar 6 persen dengan tenor hingga 40 tahun.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pembiayaan untuk hunian yang dibangun di kawasan strategis dan terhubung dengan transportasi publik. Dengan lokasi yang berdekatan dengan Stasiun Manggarai, proyek ini dikembangkan sebagai hunian vertikal yang terintegrasi dengan mobilitas perkotaan.
Jadwal Pembangunan Blok G dan Blok F
Pembangunan tahap awal dijadwalkan dimulai dari Blok G pada Agustus 2026. Setelah itu, pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.
Dengan prosesi groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8), proyek ini memasuki tahap awal pengembangan. Tahapan berikutnya akan berfokus pada pembangunan hunian di Blok G, sebelum dilanjutkan dengan pengembangan Blok F sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Kesimpulan
Pembangunan rusun di sekitar Stasiun Manggarai menjadi proyek hunian vertikal berbasis TOD yang memanfaatkan lahan milik PT KAI. Proyek ini dirancang di atas area sekitar 21.939 meter persegi dengan kapasitas 1.232 unit hunian, tiga menara utama, serta 150 ruang retail.
Hunian tersebut tersedia dalam tiga tipe, yakni Tipe 28, Tipe 36, dan Tipe 45, dengan dukungan pembiayaan FLPP bersuku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun. Pembangunan Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sedangkan Blok F menyusul pada Oktober 2026. Jika berjalan sesuai rencana, kawasan ini akan menjadi salah satu pengembangan hunian yang terhubung langsung dengan transportasi publik di kawasan Manggarai.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment