Mahasiswa UGM Kembangkan Polpay, Sistem Pembayaran Digital Berbasis Sidik Jari
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Polpay, sebuah sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis, aman, dan terjangkau tanpa ketergantungan pada kartu maupun perangkat seluler.
Polpay memadukan sensor sidik jari dengan teknologi Electric Data Capture (EDC). Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melakukan autentikasi biometrik secara langsung ketika menyelesaikan transaksi. Pengembangan teknologi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa UGM untuk menghadirkan alternatif pembayaran biometrik yang dapat digunakan dengan infrastruktur yang lebih terjangkau.
Polpay Integrasikan Sensor Sidik Jari dan EDC
Sistem Polpay dikembangkan melalui integrasi antara sensor sidik jari dan perangkat EDC. Integrasi tersebut memungkinkan proses identifikasi pengguna dilakukan secara langsung pada perangkat transaksi. Dengan demikian, autentikasi tidak lagi bergantung pada kartu pembayaran atau perangkat seluler milik pengguna.
Ketua tim pengembang Polpay, Tiara Ramadhani, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan dapat menghadirkan sistem pembayaran yang lebih praktis dan aman bagi masyarakat. Selain itu, Polpay ditujukan sebagai pilihan alternatif di tengah kebutuhan terhadap teknologi pembayaran yang semakin mudah digunakan.
“Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler,” jelas Tiara, seperti dilansir laman resmi UGM pada Sabtu (15/8).
Keamanan Data Menggunakan Edge Computing dan AES-256
Aspek keamanan menjadi bagian penting dalam rancangan Polpay. Data biometrik pengguna diproses menggunakan teknologi edge computing. Setelah itu, data tersebut dienkripsi menggunakan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit atau AES-256 sebelum dikirimkan ke server.
Pengiriman data ke server dilakukan melalui protokol SSL/TLS untuk diproses lebih lanjut. Rangkaian teknologi ini dirancang untuk membantu melindungi data biometrik selama proses transaksi berlangsung. Meski demikian, tim pengembang mengakui bahwa penguatan perlindungan data masih menjadi bagian yang perlu terus dikembangkan.
Tantangan Memastikan Perlindungan Data
Al Farabi Obiansyah, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Dalam proses pengembangan, tim masih menemukan sejumlah celah dalam perlindungan data.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk menyempurnakan sistem. Pengembangan perlindungan data dilakukan agar teknologi yang digunakan dalam Polpay dapat mendukung proses autentikasi biometrik secara lebih aman.
Ditujukan sebagai Sistem Pembayaran yang Terjangkau
Tiara menyebutkan bahwa Polpay dikembangkan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi biometrik lainnya. Selama ini, penerapan sistem biometrik umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi.
Tantangan biaya juga menjadi perhatian dalam proses pengembangan Polpay. M. Fakhri Ghonim Styanda menjelaskan bahwa tim perlu mencari solusi agar teknologi edge computing tetap dapat diterapkan dengan biaya yang sesuai dengan tujuan pengembangan sistem tersebut.
“Kami harus memutar otak untuk mencari solusi agar teknologi edge computing yang kami gunakan tetap dapat diterapkan dengan biaya yang terjangkau,” jelas Fakhri.
Dikembangkan Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030
Menurut Tiara, pengembangan Polpay dilakukan sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang disusun Bank Indonesia. Gagasan awal inovasi ini muncul karena Indonesia belum memiliki sistem pembayaran berbasis biometrik sidik jari.
Tim pengembang Polpay terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda, dan M. Rakhma Aifil Indira. Kelima mahasiswa tersebut mengembangkan sistem dengan fokus pada aspek kemudahan penggunaan, keamanan data, serta keterjangkauan biaya.
Lolos Pendanaan PKM dan Bersiap Menuju PIMNAS
Hingga saat ini, Polpay telah lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta. Tim tersebut juga mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro pada November mendatang.
Kesimpulan
Polpay merupakan inovasi mahasiswa UGM di bidang pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari. Dengan menggabungkan sensor sidik jari, EDC, edge computing, enkripsi AES-256, dan protokol SSL/TLS, sistem ini dirancang untuk menghadirkan transaksi yang praktis, aman, serta lebih terjangkau.
Ke depan, penguatan perlindungan data dan pengendalian biaya menjadi tantangan penting yang harus diselesaikan tim pengembang. Kelolosan pendanaan PKM dan persiapan menuju PIMNAS menjadi tahap lanjutan bagi Polpay untuk menyempurnakan inovasi pembayaran biometrik tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment