Harman Ungkap Peredaran Produk JBL Palsu di Asia Pasifik, Konsumen Diminta Waspada

Peredaran produk palsu JBL secara daring menjadi perhatian Harman International selaku perusahaan induk merek audio tersebut. Berdasarkan laporan internal perusahaan, sejumlah unit JBL tiruan telah ditindak dan disita di beberapa negara Asia Pasifik sepanjang enam bulan pertama 2026.

Penindakan tersebut dilakukan untuk memutus rantai distribusi produk palsu sekaligus melindungi konsumen dari barang yang tidak memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan. Dalam pelaksanaannya, Harman menggandeng aparat penegak hukum, platform e-commerce, serta otoritas bea cukai di negara-negara terkait.

Produk JBL Palsu Disita di Korea Selatan dan Thailand

General Manager and Vice President, Consumer Audio, Harman Asia Pacific, Grace Koh, mengatakan kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dalam pemberantasan produk tiruan di kawasan Asia Pasifik.

“Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan otoritas bea cukai, aparat penegak hukum, dan platform e-commerce di seluruh kawasan APAC untuk memutus jaringan produk palsu serta membantu memastikan konsumen dapat membeli produk JBL yang asli dengan percaya diri,” ujar Grace dalam keterangan resmi, Senin (21/9).

Di Korea Selatan, aparat menyita produk palsu JBL Flip 6 dan JBL Charge 6 dalam operasi yang dilakukan secara terpisah. Penindakan tersebut disebut berhasil memutus rantai distribusi barang tiruan di pasar setempat.

Sementara itu, otoritas bea cukai Thailand menghentikan peredaran produk ilegal yang dipasarkan menggunakan nama fiktif “JBL Max 33”. Dalam operasi berbeda di negara yang sama, pihak berwenang juga menyita sejumlah produk palsu yang menggunakan nama JBL Go 4, JBL Clip, serta headphone dari seri JBL Tune.

Meski mengungkap penindakan di sejumlah negara Asia Pasifik, Harman tidak mencantumkan data mengenai peredaran produk JBL palsu di Indonesia dalam laporan tersebut.

Harman Tindak Ratusan Ribu Tautan Produk Ilegal

Upaya pemberantasan produk palsu juga dilakukan melalui pemantauan berbagai platform marketplace digital. Laporan Harman menunjukkan perusahaan berhasil menumpas lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di sejumlah platform marketplace utama di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 tautan diidentifikasi berkaitan dengan produk palsu. Sementara itu, tautan lainnya dinilai melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) milik perusahaan.

Data tersebut menunjukkan bahwa perdagangan produk tiruan tidak hanya berlangsung melalui jalur konvensional, tetapi juga memanfaatkan kanal digital. Keberadaan marketplace dan penjualan daring membuat konsumen perlu lebih cermat sebelum membeli perangkat audio yang mengatasnamakan JBL.

Kampanye Edukasi untuk Kenali Produk Asli JBL

Selain melakukan penindakan hukum, Harman meluncurkan kampanye edukasi anti barang palsu melalui media sosial di tingkat regional. Kampanye ini ditujukan untuk membantu masyarakat mengenali produk tiruan dan menghindari berbagai risiko yang mungkin muncul setelah pembelian.

Imbauan Membeli dari Kanal Resmi

Melalui kampanye tersebut, Harman mengedukasi konsumen mengenai pentingnya membeli produk JBL melalui distributor resmi dan toko daring terpercaya. Konsumen juga diminta melakukan verifikasi keaslian produk sebelum menyelesaikan transaksi.

Perusahaan menyebut produk JBL orisinal dirancang serta diuji secara ketat untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan. Produk asli juga diklaim mampu bekerja secara mulus dalam ekosistem JBL.

Sebaliknya, produk palsu berpotensi menggunakan komponen dengan kualitas lebih rendah dan tidak melalui proses kendali mutu yang memadai. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan performa, mengurangi keandalan perangkat, hingga menimbulkan potensi bahaya keselamatan.

Keunggulan Fitur pada Produk JBL Orisinal

Grace Koh menegaskan produk asli JBL tidak hanya menawarkan kualitas audio, tetapi juga dirancang untuk terintegrasi dengan ekosistem perangkat dan aplikasi resmi JBL.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mempersonalisasi pengaturan equalizer atau EQ. Konsumen juga dapat mengakses fitur seperti Stereo Pairing dan Playtime Boost, serta berbagai pengaturan lain untuk mengoptimalkan kinerja perangkat.

“Melalui aplikasi resmi JBL, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost, serta membuka berbagai optimasi yang dirancang untuk memaksimalkan potensi perangkat mereka,” kata Grace.

Menurutnya, pengalaman penggunaan yang terintegrasi seperti itu tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan. Karena itu, konsumen dinilai perlu memastikan keaslian barang agar dapat memperoleh pengalaman JBL secara menyeluruh.

Kesimpulan

Harman terus memperkuat pemberantasan produk JBL palsu di kawasan Asia Pasifik melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum, bea cukai, dan platform e-commerce. Penindakan di Korea Selatan dan Thailand, serta penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal pada 2025, menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi perusahaan.

Ke depan, edukasi konsumen dan peningkatan pengawasan pada kanal penjualan daring menjadi langkah penting untuk menekan peredaran barang tiruan. Konsumen disarankan membeli JBL hanya melalui distributor atau toko resmi, memeriksa keaslian produk, dan tidak mudah tergiur penawaran yang meragukan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment