Investigasi ITV Ungkap Dugaan Operasi UEA untuk Memantau Aktivis Muslim Inggris di London
London—Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membiayai perjalanan seorang mantan tentara bayaran berkewarganegaraan Hungaria dan Israel ke London untuk menjalankan operasi pemantauan terhadap aktivis Muslim Inggris, Anas Altikriti. Laporan investigasi ITV News menyebut operasi tersebut berlangsung pada Desember 2016 dan melibatkan sejumlah pihak dari latar belakang militer serta keamanan swasta.
Pengungkapan ini menyoroti dugaan aktivitas intelijen dan pengawasan lintas negara yang menyasar seorang aktivis, akademisi, negosiator sandera, sekaligus kepala eksekutif Yayasan Cordoba. Meski ditemukan bukti mengenai pemantauan intensif, ITV menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan pemerintah UEA memberikan perintah untuk membunuh Altikriti.
Perjalanan Abraham Golan ke London
Menurut investigasi ITV News yang dilaporkan pada Kamis (20/8), Abraham Golan melakukan perjalanan ke London pada Desember 2016 dengan pendanaan dari Abu Dhabi. Golan diketahui memiliki kewarganegaraan Hungaria dan Israel serta pernah menjadi anggota Legiun Asing Prancis.
Golan juga mendirikan perusahaan keamanan swasta bernama Spear Operations Group. Perusahaan tersebut sebelumnya diketahui merekrut veteran militer dari negara-negara Barat untuk menjalankan operasi di Yaman. Latar belakang ini menjadi salah satu alasan munculnya kekhawatiran mengenai tujuan operasi yang dilakukan di London.
Dokumen Menunjukkan Pengawasan terhadap Altikriti
Dokumen yang ditinjau ITV memperlihatkan adanya pemantauan signifikan terhadap Anas Altikriti. Materi tersebut mencakup foto rumah dan kendaraan milik Altikriti, informasi mengenai tempat kerjanya, serta peta yang diduga menggambarkan rute dari kediamannya menuju kantor.
Pengawasan terhadap lingkungan tempat tinggal Altikriti juga menimbulkan kekhawatiran serius. Ketika mengetahui bahwa area di sekitar rumahnya telah difoto, termasuk saat anaknya masih kecil, Altikriti mengaku merasa “sangat mual”. Ia kemudian mendapat kunjungan dari polisi Inggris.
Dalam kunjungan tersebut, polisi memperingatkan Altikriti bahwa terdapat informasi yang mengindikasikan kemungkinan ancaman terhadap nyawanya. Namun, petugas tidak mengungkapkan sumber maupun rincian mengenai sifat ancaman tersebut pada saat itu.
Tawaran hingga ÂŁ100.000 untuk Membantu Operasi
Investigasi ITV juga menemukan bahwa Golan mendekati seorang konsultan Inggris dan menawarkan bayaran hingga ÂŁ100.000. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,8 miliar berdasarkan kurs pada 2016.
Konsultan itu disebut diminta membantu sejumlah keperluan operasi, termasuk mengatur pertemuan dengan Altikriti menggunakan alasan atau identitas palsu. Namun, setelah bertemu dengan Golan dan seorang mantan anggota pasukan khusus Amerika Serikat, konsultan tersebut mulai meragukan tujuan sebenarnya dari operasi tersebut.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika seorang rekan dalam salah satu pertemuan diduga membuat gerakan menggorok leher saat membahas kemungkinan yang dapat terjadi terhadap Altikriti. Gestur tersebut membuat konsultan khawatir bahwa kegiatan pengawasan dapat berkembang menjadi upaya pembunuhan.
Konteks Perselisihan UEA dengan Yayasan Cordoba
Pengungkapan mengenai operasi tersebut muncul di tengah kampanye panjang UEA terhadap individu dan organisasi yang dikaitkan dengan Ikhwanul Muslimin. Pada 2014, UEA memasukkan Yayasan Cordoba ke dalam daftar organisasi terlarang.
Yayasan tersebut dipimpin oleh Altikriti, yang dikenal sebagai aktivis dan akademisi Muslim Inggris. Selain memimpin yayasan, ia juga berkiprah sebagai negosiator sandera. Posisi dan aktivitasnya diduga menjadi salah satu faktor yang membuatnya menjadi sasaran pemantauan dalam operasi tersebut.
Kaitan dengan Operasi di Yaman
Spear Operations Group, perusahaan yang didirikan Golan, sebelumnya dikaitkan dengan program pembunuhan yang disebut mendapat dukungan UEA di Yaman. Gugatan yang diajukan di Amerika Serikat pada tahun ini menuduh perusahaan tersebut menerima bayaran sekitar US$1,5 juta per bulan, di luar bonus, untuk menargetkan pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan UEA.
Golan sebelumnya mengakui pernah menjalankan program pembunuhan terarah di Yaman. Ia juga mengatakan bahwa dirinya memperoleh sanksi dari UEA dalam kerangka koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Namun, pengakuan dan dugaan keterkaitan tersebut tidak secara otomatis membuktikan adanya perintah untuk membunuh Altikriti di London.
Belum Ada Tanggapan dari Pihak Terkait
Golan menolak memberikan tanggapan substantif kepada ITV mengenai hasil investigasi tersebut. Sementara itu, mantan rekannya dari Angkatan Laut Amerika Serikat tidak merespons permintaan komentar.
Kedutaan Besar UEA di Inggris dan Amerika Serikat juga tidak memberikan tanggapan terhadap temuan ITV. Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan tidak dapat berkomentar mengenai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan intelijen.
Kesimpulan
Laporan ITV mengungkap dugaan operasi yang melibatkan pendanaan dari Abu Dhabi, pemantauan terhadap Anas Altikriti, serta perekrutan konsultan Inggris dengan imbalan besar. Bukti yang ditampilkan menunjukkan adanya pengawasan terencana terhadap rumah, kendaraan, tempat kerja, dan kemungkinan rute perjalanan sang aktivis.
Meski demikian, ITV menekankan bahwa belum ada bukti yang membuktikan pemerintah UEA memerintahkan pembunuhan Altikriti. Ketiadaan tanggapan dari sejumlah pihak terkait membuat sejumlah pertanyaan mengenai tujuan akhir operasi tersebut masih belum terjawab. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kemungkinan penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas Inggris maupun pengungkapan dokumen tambahan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment