KAI Bangun Hunian Vertikal di Manggarai, Sediakan 3.784 Unit untuk MBR

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai membangun hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta, yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek ini dikembangkan di atas aset milik KAI seluas sekitar 2,2 hektare dan dirancang terintegrasi dengan Stasiun Manggarai.

Hunian tersebut akan terdiri dari delapan tower dengan ketinggian masing-masing 24 lantai. Secara keseluruhan, proyek ini menyediakan 3.784 unit hunian serta 150 unit ritel pendukung. Pembangunan ditargetkan rampung pada pertengahan 2028, sementara pelaksanaan konstruksi secara keseluruhan ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking.

Hunian Manggarai Dibangun di Dua Blok

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan hunian terjangkau itu dibangun dalam dua area, yakni Blok G dan Blok F. Keduanya berada di atas lahan KAI dengan luas total sekitar 2,2 hektare.

“Saat ini kita akan melakukan groundbreaking terhadap hunian yang terjangkau di kawasan Manggarai ini yang terdiri dari dua blok, yaitu Blok G dan Blok F, dengan luas total sekitar 2,2 hektare,” ujar Bobby dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai di Lahan KAI Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Blok G direncanakan memiliki tiga tower dengan kapasitas 1.276 unit hunian. Sementara itu, Blok F akan terdiri dari lima tower dengan total 2.508 unit. Dengan demikian, keseluruhan proyek akan memiliki delapan tower dan 3.784 unit hunian.

Selain hunian, kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung. Sebanyak 72 unit ritel berada di Blok G, sedangkan 78 unit lainnya ditempatkan di Blok F.

Pilihan Tipe Unit untuk Penghuni

Blok G akan menawarkan beberapa pilihan tipe hunian. Pilihan tersebut mencakup unit studio dengan luas 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 yang juga memiliki dua kamar tidur.

Adapun Blok F menyediakan pilihan unit tipe 36, tipe 45, serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur. Variasi tipe tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan calon penghuni di kawasan hunian vertikal tersebut.

Terhubung dengan Stasiun Manggarai

Salah satu fasilitas utama yang direncanakan dalam proyek ini adalah akses langsung menuju Stasiun Manggarai. KAI akan membangun jalur pedestrian dengan panjang sekitar 300 meter yang menghubungkan kawasan hunian dengan stasiun.

Bobby menjelaskan, jalur tersebut diharapkan memudahkan penghuni untuk mencapai stasiun dengan berjalan kaki. Kehadiran akses pedestrian juga menjadi bagian dari konsep hunian yang dekat dengan transportasi publik.

Selain jalur pejalan kaki, kawasan hunian akan menyediakan area parkir untuk sepeda motor dan mobil. Menurut Bobby, fasilitas parkir ini disiapkan agar seluruh pergerakan penghuni tidak terpusat di Stasiun Manggarai.

Dengan adanya akses dari kawasan hunian, arus keluar-masuk penghuni diharapkan dapat tersebar dan tidak sepenuhnya menumpuk di area stasiun.

Ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

KAI menegaskan bahwa hunian di tengah kota tersebut tetap diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Penyediaannya akan mengikuti persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Bobby mengatakan KAI akan menjaga tata kelola proyek agar hunian tersebut benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Hal ini menjadi perhatian karena proyek berada di lokasi strategis di tengah Jakarta dan memiliki akses yang dekat dengan transportasi publik.

BTN Siapkan KPR dengan Bunga Tetap

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan hunian Manggarai akan mulai dipasarkan setelah seluruh legalitas, termasuk perizinan dan sertifikat, siap.

BTN menargetkan pendaftaran minat pembelian dapat dibuka pada akhir bulan. Pada tahap awal, calon pembeli hanya mendaftarkan minat. Proses tersebut belum langsung dilanjutkan dengan akad kredit.

Akad KPR baru akan dilakukan setelah pembangunan memenuhi persyaratan dan tahapan tertentu. BTN menerapkan mekanisme tersebut untuk mengurangi risiko konsumen apabila terjadi masalah dalam proses konstruksi.

Nixon menjelaskan, pendaftaran minat akan menjadi urutan awal bagi calon pembeli untuk memiliki unit. Namun, akad kredit tetap menunggu pembangunan mencapai tingkat penyelesaian yang dipersyaratkan, termasuk terpenuhinya ketentuan terkait konstruksi.

Harga Hunian Ditargetkan di Bawah Rp600 Juta

BTN menyiapkan fasilitas KPR dengan tenor hingga 40 tahun dan bunga tetap sebesar 6 persen hingga lunas. Nilai hunian atau pembiayaan diperkirakan berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp600 juta, dengan harga yang ditargetkan tetap di bawah Rp600 juta.

Nixon menyebut harga tersebut ditujukan agar hunian tetap terjangkau, terutama karena lokasinya berada di Jakarta dan dekat dengan transportasi. Calon pembeli juga akan memperoleh subsidi suku bunga serta sejumlah keringanan biaya sesuai skema yang disiapkan.

Meski demikian, Nixon memperkirakan cicilan hunian Manggarai tidak berada di kisaran Rp1 juta per bulan. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan cicilan dalam skema FLPP yang menurut perhitungannya dapat berada di kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan.

Pembiayaan Konstruksi Masih Dibahas

Untuk tahap awal pembangunan, BTN masih membahas pembiayaan kredit konstruksi bersama KAI Properti. Dari total delapan tower yang direncanakan, pembangunan tahap awal akan dimulai dengan sekitar dua atau tiga tower.

Menurut Nixon, pembangunan dua atau tiga tower pada tahap awal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga satu tahun tiga bulan. Namun, pembiayaan konstruksi antara BTN dan KAI Properti masih dalam proses negosiasi.

BTN juga masih mengkaji skema perlindungan asuransi bagi peminjam yang mengambil KPR dengan tenor panjang. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan usia peminjam dan meningkatnya biaya asuransi apabila perlindungan mengikuti tenor hingga 40 tahun.

Nixon menyampaikan bahwa perlindungan asuransi selama 20 tahun masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena dinilai lebih ringan dibandingkan asuransi dengan jangka waktu penuh 40 tahun.

Kesimpulan

Pembangunan hunian vertikal KAI di Manggarai menghadirkan 3.784 unit di delapan tower untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Proyek di atas lahan 2,2 hektare tersebut akan dilengkapi ritel pendukung, area parkir, serta pedestrian sepanjang sekitar 300 meter menuju Stasiun Manggarai.

Dari sisi pembiayaan, BTN menyiapkan KPR dengan tenor hingga 40 tahun dan bunga tetap 6 persen, sementara harga hunian ditargetkan berada di bawah Rp600 juta. Pendaftaran minat pembelian direncanakan dibuka setelah legalitas siap, sedangkan akad kredit baru dilakukan sesuai tahapan pembangunan yang ditetapkan. Ke depan, penyelesaian negosiasi pembiayaan konstruksi dan kesiapan legalitas menjadi tahapan penting sebelum hunian tersebut dipasarkan secara lebih luas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment