Houthi Dilaporkan Serang Kilang Minyak Aramco di Jazan, Arab Saudi

Kelompok milisi Houthi di Yaman dilaporkan melancarkan serangan terhadap kilang minyak Aramco di Jazan, Arab Saudi. Serangan tersebut disebut dilakukan menggunakan sejumlah drone dan menyasar fasilitas energi yang berada di pesisir Laut Merah bagian selatan Arab Saudi.

Kantor berita resmi Houthi, Saba, melaporkan bahwa serangan berlangsung pada Selasa (18/8). Menurut laporan tersebut, aksi itu merupakan respons terhadap dugaan pelanggaran wilayah udara di sejumlah daerah Yaman yang berada di bawah kendali Houthi.

Houthi Klaim Serang Kilang Aramco dengan Drone

Saba, dengan mengutip sumber militer, menyatakan bahwa Houthi menargetkan kilang minyak Aramco di Jazan menggunakan sejumlah drone. Serangan itu diklaim sebagai tindakan balasan atas pelanggaran wilayah udara di atas kegubernuran Saada dan Hajjah.

“Houthi menargetkan kilang minyak Aramco di Jazan dengan sejumlah drone sebagai respons terhadap pelanggaran wilayah udara di atas kegubernuran Saada dan Hajjah,” demikian isi laporan yang dikutip dari sumber militer.

Namun, informasi mengenai dampak serangan terhadap kilang tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam laporan Saba. Tidak terdapat pula keterangan mengenai tingkat kerusakan fasilitas maupun kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut.

Manuver Terbaru Houthi terhadap Arab Saudi

Serangan terhadap kilang Aramco di Jazan menjadi manuver terbaru Houthi terhadap Arab Saudi. Sebelumnya, kelompok tersebut disebut telah menerapkan blokade laut ketat terhadap negara itu.

Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye militer Houthi yang diarahkan terhadap kepentingan Saudi. Selain melakukan tekanan melalui jalur maritim, kelompok itu juga dilaporkan menggempur kapal-kapal tanker minyak milik Riyadh.

Houthi juga berulang kali menargetkan sejumlah infrastruktur penting di Arab Saudi. Fasilitas minyak dan bandara menjadi objek yang disebut masuk dalam sasaran serangan kelompok tersebut.

Awal Mula Ketegangan Houthi dan Saudi

Ketegangan terbaru antara Houthi dan Arab Saudi disebut bermula dari serangan di bandara ibu kota Yaman, Sanaa, pada 13 Juli. Serangan itu menyebabkan pesawat yang membawa sejumlah pejabat Houthi tidak dapat mendarat setelah kembali dari Iran.

Para pejabat tersebut sebelumnya berada di Iran untuk menghadiri pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Setelah insiden di bandara itu, Houthi menuduh Arab Saudi sebagai pihak yang berada di balik serangan yang dilancarkan oleh militer Yaman.

Tuduhan tersebut disampaikan di tengah dukungan Arab Saudi terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Dukungan itu menjadi salah satu faktor yang memperbesar ketegangan antara Houthi dan Riyadh.

Kampanye Militer Houthi Berlanjut

Sejak serangan di Bandara Sanaa, Houthi disebut meningkatkan kampanye militernya terhadap Arab Saudi. Aksi tersebut mencakup pemblokiran jalur maritim Riyadh serta serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak.

Selain menyasar aktivitas pelayaran dan pengiriman minyak, kelompok Houthi juga dilaporkan terus mengincar infrastruktur minyak serta bandara di Arab Saudi. Serangan terhadap kilang Aramco di Jazan menunjukkan bahwa fasilitas energi masih menjadi salah satu sasaran utama dalam konflik antara kedua pihak.

Kesimpulan

Houthi dilaporkan menyerang kilang minyak Aramco di Jazan dengan sejumlah drone pada Selasa (18/8). Menurut kantor berita Saba, serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran wilayah udara di Saada dan Hajjah.

Aksi ini menambah daftar manuver militer Houthi terhadap Arab Saudi, setelah sebelumnya kelompok tersebut melakukan blokade laut, menyerang kapal tanker minyak, serta menargetkan infrastruktur minyak dan bandara. Dengan ketegangan yang terus berlanjut, perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons Arab Saudi dan langkah militer yang diambil Houthi setelah serangan terbaru tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment