Twitter Kembali Lewat Twitter.now, Platform Baru yang Masih Terbelit Sengketa Hukum
Nama Twitter kembali muncul di ranah media sosial setelah Elon Musk mengganti nama perusahaan tersebut menjadi X. Startup asal Virginia, Amerika Serikat, Operation Bluebird, resmi meluncurkan jejaring sosial baru bernama Twitter.now dengan membawa kembali identitas yang selama bertahun-tahun dikenal oleh pengguna internet.
Peluncuran ini dilakukan ketika penggunaan nama Twitter masih menjadi bagian dari sengketa hukum dengan X Corporation. Operation Bluebird berpendapat bahwa nama, logo, dan sejumlah kekayaan intelektual Twitter telah ditinggalkan setelah Musk mengakuisisi perusahaan pada 2022. Namun, X Corporation sebelumnya telah menggugat startup tersebut dan berupaya mencegah peluncuran platform baru itu.
Operation Bluebird Hidupkan Kembali Nama Twitter
Operation Bluebird sebelumnya memang telah menyampaikan upaya untuk menghidupkan kembali nama serta logo Twitter. Startup tersebut beralasan bahwa identitas lama Twitter tidak lagi digunakan setelah perusahaan berganti nama menjadi X.
Salah satu pendiri Operation Bluebird, Stephen Coates, mengatakan pihaknya merupakan perusahaan kecil yang telah memiliki investor dan produk. Ia menyebut Operation Bluebird sudah menunggu selama berbulan-bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk meluncurkan Twitter.now.
“Kami sudah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkannya, dan kami tidak akan menunggu lagi,” ujar Coates, seperti dikutip dari Ars Technica.
Coates kini menjabat sebagai general counsel Twitter.now. Ia juga pernah menduduki posisi serupa di Twitter sebelum perusahaan tersebut berada di bawah kepemimpinan Elon Musk.
Peluncuran Twitter.now Masih Dibayangi Sengketa Hukum
Penggunaan nama Twitter oleh Operation Bluebird belum sepenuhnya terbebas dari persoalan hukum. X Corporation menggugat Operation Bluebird pada akhir tahun lalu. Dalam gugatan tersebut, X meminta hakim federal di Delaware menerbitkan perintah sementara untuk mencegah peluncuran layanan yang menggunakan nama Twitter.
Perkembangan penting terjadi dalam persidangan pada April 2026. Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Colm Connolly memberikan pandangan sementara bahwa X tampaknya telah melepaskan klaim kekayaan intelektual atas kata “tweet” dan logo burung Twitter.
Hakim juga membuka kemungkinan bahwa hal serupa dapat berlaku terhadap kata “Twitter”. Meski demikian, hingga kini belum ada putusan tertulis mengenai hal tersebut. Karena itu, status hukum penggunaan nama Twitter masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya selesai.
Coates menilai pandangan sementara hakim tersebut cukup menjadi dasar bagi Operation Bluebird untuk meluncurkan Twitter.now. Menurut dia, X telah meninggalkan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet.
Twitter.now Tegaskan Tidak Berafiliasi dengan X
Meski memakai nama Twitter, Operation Bluebird menegaskan bahwa Twitter.now tidak memiliki hubungan dengan X Corporation. Melalui situs resminya, perusahaan tersebut menyatakan telah mengambil nama yang ditinggalkan X Corp dan membangunnya kembali melalui layanan baru.
“Kami bukan X, dan kami tidak berafiliasi dengan X Corp,” tulis Operation Bluebird.
Hingga berita ini disampaikan, X Corporation, Elon Musk, maupun Andrew Mayo yang merupakan salah satu pengacara X belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Ars Technica.
Tampilan Mirip Twitter Versi Lama
Twitter.now masih berada dalam tahap awal pengembangan dan saat ini baru memiliki ratusan pengguna. Meski demikian, tampilan serta cara kerja platform tersebut dibuat menyerupai Twitter versi lama dan sejumlah platform turunannya.
Beberapa fitur yang tersedia mencakup balasan dan retweet. Dengan pendekatan tersebut, Operation Bluebird berusaha menghadirkan kembali pengalaman menggunakan Twitter sebelum perubahan besar yang terjadi setelah akuisisi oleh Elon Musk.
Vera, Sistem Pemeriksa Fakta Otomatis
Selain mengembalikan sejumlah fitur klasik, Twitter.now menawarkan sistem pemeriksa fakta otomatis berbasis Gemini. Sistem tersebut diberi nama Vera, yang merupakan singkatan dari “veracity engine for real-time analysis”.
Vera diklaim berjalan pada setiap tweet yang diunggah pengguna. Dalam beberapa hari terakhir, Coates menguji sistem tersebut dengan memublikasikan pernyataan yang sengaja dibuat salah. Salah satu contoh yang digunakan adalah klaim bahwa George Washington merupakan presiden kedua Amerika Serikat.
Fokus pada Kebebasan Berbicara dan Keamanan
Coates mengatakan tujuan awal Operation Bluebird adalah menghidupkan kembali ruang publik digital atau “town square” yang lebih aman dan tidak terlalu berbahaya. Platform tersebut mengusung prinsip “freedom of speech and not freedom of reach”.
Menurut Coates, pengguna tetap dapat menyampaikan apa yang ingin mereka katakan. Namun, Twitter.now tidak ingin menggantungkan keberlangsungan finansialnya pada penyebaran konten viral yang berbahaya ataupun tidak akurat.
Kesimpulan
Peluncuran Twitter.now menandai kembalinya nama Twitter melalui platform baru yang dibangun Operation Bluebird. Layanan ini membawa kembali tampilan dan fitur yang menyerupai Twitter versi lama, sekaligus menawarkan pemeriksaan fakta otomatis melalui sistem Vera.
Meski demikian, masa depan Twitter.now masih dipengaruhi sengketa hukum dengan X Corporation. Pandangan sementara hakim mengenai hak atas kata “tweet”, logo Twitter, dan kemungkinan kata “Twitter” menjadi perkembangan penting, tetapi putusan tertulis masih belum tersedia. Ke depan, keberlanjutan platform ini akan bergantung pada penyelesaian persoalan hukum, pertumbuhan jumlah pengguna, serta kemampuan Operation Bluebird mewujudkan ruang digital yang bebas tetapi lebih aman.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment