AS Ancam Putus Akses Banque Misr UEA ke Sistem Keuangan Global demi Tekan Iran
Amerika Serikat (AS) mengusulkan langkah untuk memutus akses cabang Banque Misr di Uni Emirat Arab (UEA) terhadap sistem keuangan global. Jika rencana tersebut diberlakukan, cabang bank terbesar kedua di Mesir itu tidak dapat melakukan transaksi dalam dolar AS mulai 28 September 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menekan jaringan keuangan yang dianggap membantu Iran. Pemerintah AS menilai Banque Misr UEA memiliki peran penting dalam menyediakan akses terhadap mata uang dolar bagi pihak-pihak yang terhubung dengan rezim Iran.
AS Usulkan Pencabutan Akses Banque Misr UEA
Mengutip Middle East Eye, Jumat (28/8), Kementerian Keuangan AS melalui Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengusulkan pencabutan akses Banque Misr UEA terhadap layanan perbankan koresponden di lembaga keuangan AS.
Layanan perbankan koresponden memungkinkan bank asing melakukan transaksi melalui institusi keuangan di AS. Dengan pencabutan akses tersebut, aktivitas Banque Misr UEA yang berkaitan dengan sistem keuangan berbasis dolar AS akan menghadapi pembatasan signifikan.
Departemen Keuangan AS menyatakan Banque Misr UEA dinilai sebagai salah satu simpul penting bagi akses Iran terhadap dolar AS.
“Kementerian Keuangan AS menilai Banque Misr UEA merupakan simpul penting bagi akses rezim Iran terhadap dolar AS,” kata Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya.
Masih dalam Tahap Pemberitahuan Publik
Rencana pencabutan akses tersebut belum langsung berlaku. Saat ini, usulan itu memasuki masa pemberitahuan selama 30 hari untuk menerima komentar dari publik.
Dalam periode tersebut, masyarakat dapat menyampaikan dukungan maupun penolakan terhadap rencana pemerintah AS sebelum keputusan final diterapkan. Tahap ini menjadi bagian dari proses yang harus dilalui sebelum pembatasan terhadap Banque Misr UEA diberlakukan.
Kementerian Keuangan AS juga meminta bank-bank di negaranya mengambil langkah yang diperlukan agar tidak memproses transaksi melalui rekening koresponden milik institusi perbankan asing apabila transaksi tersebut melibatkan Banque Misr UEA.
Bagian dari Operation Economic Outcast
Langkah terhadap Banque Misr UEA merupakan bagian dari operasi yang disebut pemerintahan Trump sebagai “Operation Economic Outcast”. Operasi tersebut diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin.
Menurut pemerintah AS, operasi ini ditujukan untuk mempersempit akses ekonomi Iran. Kebijakan tersebut diterapkan ketika ketegangan di kawasan, termasuk yang berkaitan dengan Selat Hormuz, masih menjadi perhatian.
Melalui operasi itu, Washington berupaya menekan jaringan keuangan yang dianggap membantu Iran mengakses sistem pembayaran internasional. Pembatasan terhadap Banque Misr UEA menjadi salah satu langkah yang diambil dalam rangkaian kebijakan tersebut.
Sanksi terhadap Bank Melli dan Perusahaan Hong Kong
Selain mengusulkan pencabutan akses Banque Misr UEA, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap manajer cabang Dubai dari Bank Melli, Reza Mohammad Taeedi.
Kementerian Keuangan AS menuduh Bank Melli berperan sebagai salah satu pusat keuangan penting bagi militer Iran. Institusi tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran-Quds Force serta Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran.
Kedua entitas tersebut telah masuk dalam daftar sanksi AS. Pemerintah AS menyatakan Bank Melli digunakan sebagai pusat keuangan penting bagi angkatan bersenjata Iran.
“Bank Melli telah menjadi pusat keuangan penting bagi angkatan bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam Iran-Quds Force dan Kementerian Pertahanan serta Logistik Angkatan Bersenjata, yang keduanya merupakan entitas yang dikenai sanksi AS,” kata Kementerian Keuangan AS.
Dalam pengumuman yang sama, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Kameng Trading Limited, perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Washington menuding perusahaan tersebut digunakan oleh Pedram Pirouzan Exchange House atau Opal Exchange untuk mencuci uang bagi Iran.
Pedram Pirouzan Exchange House atau Opal Exchange merupakan perusahaan penukaran uang asal Iran yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh AS. Tuduhan terhadap Kameng Trading Limited memperluas sasaran kebijakan Washington terhadap jaringan keuangan yang dianggap mendukung Iran.
Berpotensi Memengaruhi Hubungan AS dan China
Kebijakan AS terhadap jaringan keuangan Iran berpotensi meningkatkan ketegangan dengan China. Beijing diketahui menjadi tujuan utama ekspor energi Iran dan memiliki hubungan erat dengan Teheran.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dampak sanksi tersebut terhadap hubungan AS-China, Scott Bessent mengatakan Washington memilih pendekatan diplomasi secara tertutup. Menurutnya, pemerintah AS menyampaikan ekspektasinya kepada setiap negara melalui komunikasi yang tenang.
“Kami menilai cara terbaik untuk berhubungan dengan berbagai negara adalah melalui diplomasi yang tenang, dan kami menyampaikan kepada setiap negara mengenai ekspektasi kami,” ujar Bessent.
Kesimpulan
Ancaman pencabutan akses Banque Misr UEA terhadap sistem keuangan AS menunjukkan upaya Washington memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. Jika diberlakukan, kebijakan tersebut dapat membuat cabang bank Mesir itu kehilangan kemampuan melakukan transaksi dalam dolar AS mulai 28 September 2026.
Namun, rencana tersebut masih berada dalam masa pemberitahuan publik selama 30 hari sehingga keputusan final belum ditetapkan. Selain Banque Misr, AS juga menyasar Bank Melli, manajer cabangnya di Dubai, serta perusahaan berbasis Hong Kong yang dituduh membantu pencucian uang bagi Iran.
Ke depan, penerapan kebijakan ini berpotensi memperluas tekanan terhadap jaringan keuangan Iran sekaligus menimbulkan tantangan diplomatik, terutama dalam hubungan AS dengan negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dan politik dengan Teheran.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment