IHSG Anjlok 1,48 Persen ke Level 6.405, Seluruh Sektor Kompak Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/8). Indeks saham nasional berakhir di level 6.405, turun 95,98 poin atau 1,48 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi pasar yang cukup besar serta tekanan merata pada seluruh sektor indeks.
Berdasarkan data RTI Infokom, investor mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp18,07 triliun sepanjang perdagangan. Adapun jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 42,06 miliar saham. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan hari itu.
Mayoritas Saham Mengalami Koreksi
Tekanan terhadap IHSG tercermin dari pergerakan mayoritas saham yang diperdagangkan. Pada akhir sesi, sebanyak 118 saham berhasil menguat. Sementara itu, 583 saham mengalami penurunan dan 89 saham lainnya stagnan.
Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa jumlah saham yang terkoreksi jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Kondisi ini turut menekan kinerja IHSG hingga ditutup turun hampir 100 poin dari perdagangan sebelumnya.
Seluruh Sektor IHSG Melemah
Pergerakan negatif tidak hanya terjadi pada sejumlah saham, tetapi juga menyebar ke seluruh sektor indeks. Seluruh sektor tercatat melemah pada perdagangan Rabu (26/8), dengan sektor transportasi menjadi kelompok yang mengalami penurunan paling dalam.
Sektor Transportasi Turun 4,04 Persen
Sektor transportasi tercatat melemah sebesar 4,04 persen. Penurunan ini menjadikannya sebagai sektor dengan kinerja terburuk pada perdagangan tersebut. Pelemahan sektor transportasi turut menjadi salah satu faktor yang memperberat laju IHSG.
Dengan seluruh sektor bergerak di zona merah, ruang penguatan indeks menjadi terbatas. Kondisi tersebut juga sejalan dengan dominasi saham yang mengalami koreksi pada penutupan perdagangan.
Mayoritas Bursa Asia Bergerak Positif
Berbeda dengan kondisi pasar saham domestik, mayoritas bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong menguat 0,56 persen. Selanjutnya, Shanghai Composite di China naik 0,59 persen, sedangkan Nikkei 225 di Jepang bertambah 0,62 persen.
Namun, tidak seluruh bursa Asia mencatatkan penguatan. Indeks Straits Times di Singapura justru melemah 0,21 persen. Pergerakan yang bervariasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan kinerja antar pasar saham di kawasan Asia pada perdagangan yang sama.
Bursa Eropa dan Amerika Kompak Menguat
Penguatan juga terlihat di bursa saham Eropa. Indeks DAX di Jerman naik tipis 0,05 persen, sementara indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,03 persen. Kenaikan tersebut membuat bursa Eropa terpantau bergerak kompak di zona positif.
Sementara itu, bursa Amerika Serikat juga didominasi penguatan. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,32 persen. Indeks NASDAQ Composite menguat 0,66 persen, sedangkan Dow Jones bertambah 0,30 persen.
Kesimpulan
IHSG menutup perdagangan Rabu (26/8) dengan penurunan 1,48 persen ke level 6.405. Nilai transaksi tercatat Rp18,07 triliun dengan volume perdagangan mencapai 42,06 miliar saham. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 583 saham terkoreksi, 118 saham menguat, dan 89 saham stagnan.
Pelemahan IHSG berlangsung secara menyeluruh karena seluruh sektor indeks berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 4,04 persen. Di tengah kondisi tersebut, mayoritas bursa Asia, Eropa, dan Amerika justru mencatatkan penguatan. Perbedaan arah pergerakan ini menjadi gambaran utama kinerja pasar saham domestik dan global pada perdagangan tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment