IHSG Diproyeksi Melemah pada Perdagangan Rabu, Simak Level Support dan Resistance

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Rabu (23/9). Sejumlah analis menilai indeks masih menghadapi risiko koreksi dalam jangka pendek setelah mengalami penurunan cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka apabila IHSG mampu kembali bergerak menguat dan menembus level-level penting yang menjadi perhatian pelaku pasar. Analis juga telah memetakan sejumlah area support dan resistance yang dapat menjadi acuan pergerakan indeks sepanjang perdagangan hari ini.

IHSG Berpotensi Menguji Level 6.208-6.258

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang mengalami koreksi dalam jangka pendek sebelum kembali menguji area penguatan. Berdasarkan analisis teknikalnya, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian wave a dari wave (x).

Menurut Herditya, kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk menguji area 6.208-6.258. Sementara itu, area penguatan terdekat IHSG berada pada kisaran 6.333-6.364.

“Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga berpeluang menguji area 6.208-6.258. Sementara itu, area penguatan terdekat berada di 6.333-6.364,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Level Support dan Resistance Versi MNC Sekuritas

Untuk perdagangan Rabu, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.267 dan 6.108. Adapun level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.440 dan 6.535.

Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT.

Risiko Koreksi Masih Membayangi IHSG

Sejalan dengan proyeksi tersebut, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan IHSG masih dibayangi risiko koreksi. Menurut dia, indeks telah mencapai SMA-60 dan support Fibonacci 6.290 yang menjadi klaster support.

Posisi tersebut membuat tekanan jual masih perlu dicermati oleh investor. Namun, Ivan menilai peluang pemulihan belum tertutup apabila IHSG mampu kembali menunjukkan penguatan.

“Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di 6.159. Namun, apabila mampu menguat di atas 6.423, tekanan jual pada Selasa berpotensi menjadi false break,” ujar Ivan.

Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas

Ivan memperkirakan IHSG memiliki sejumlah level support, yakni 6.159, 6.015, dan 5.850. Sementara itu, area resistance yang menjadi perhatian berada di 6.347, 6.423, 6.552, dan 6.712.

Selain memproyeksikan pergerakan indeks, Ivan juga merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, yakni PT Vale Indonesia Tbk atau INCO, PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA.

IHSG Anjlok 1,69 Persen pada Perdagangan Sebelumnya

Proyeksi pelemahan IHSG pada perdagangan Rabu muncul setelah indeks ditutup melemah cukup dalam pada Selasa (22/9). IHSG berakhir di level 6.277, turun 107,68 poin atau 1,69 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi yang berlangsung di pasar saham mencapai Rp14,42 triliun. Sementara itu, jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 33,70 miliar saham.

Pergerakan mayoritas saham pada penutupan perdagangan juga menunjukkan tekanan yang cukup kuat. Sebanyak 139 saham tercatat menguat, sedangkan 533 saham mengalami koreksi. Adapun 118 saham lainnya bergerak stagnan.

Kesimpulan

IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu setelah mengalami penurunan 1,69 persen pada sesi sebelumnya. Analisis MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas sama-sama menunjukkan adanya potensi koreksi lanjutan, dengan sejumlah level support yang perlu diperhatikan investor.

Di sisi lain, peluang pemulihan tetap terbuka apabila IHSG mampu menembus area resistance yang telah dipetakan. Investor perlu mencermati pergerakan indeks dan saham secara hati-hati, terutama terhadap level-level teknikal yang menjadi batas support maupun resistance.

Informasi mengenai saham BBRI, PGAS, TPIA, AMRT, INCO, INDF, INKP, KLBF, dan MBMA merupakan bagian dari analisis yang disampaikan oleh masing-masing analis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan perlu disesuaikan dengan pertimbangan masing-masing.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment