IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Kamis, Investor Perlu Waspadai Risiko Koreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (10/9). Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek yang dapat terjadi di tengah pergerakan indeks yang masih berada dalam persimpangan arah.

Proyeksi tersebut disampaikan oleh sejumlah analis teknikal. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih mempunyai ruang untuk menguat. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko penurunan dalam waktu dekat tetap perlu diantisipasi oleh investor.

IHSG Berpeluang Menguat ke Level 6.812

Dalam riset hariannya, Herditya memperkirakan posisi IHSG saat ini berada di penghujung wave v dari wave (c). Berdasarkan analisis tersebut, indeks diperkirakan memiliki area penguatan pada rentang 6.736 hingga 6.812.

“Posisi IHSG diperkirakan berada di akhir wave v dari wave (c), dengan area penguatan di 6.736-6.812. Namun, waspadai potensi koreksi terdekat ke rentang 6.643-6.653,” ujar Herditya dalam risetnya.

Herditya juga memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support pada 6.610 dan 6.561. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.705 dan 6.755.

Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

Sejalan dengan proyeksi pergerakan indeks tersebut, Herditya menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yaitu PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Level support dan resistance menjadi salah satu acuan teknikal yang dapat digunakan untuk melihat potensi pergerakan saham maupun indeks. Kendati demikian, pergerakan pasar tetap dapat berubah mengikuti kondisi perdagangan yang berlangsung.

IHSG Berada di Persimpangan Arah

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Ia melihat IHSG berada dalam persimpangan arah, sehingga indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan sekaligus menghadapi risiko koreksi dalam jangka pendek.

Menurut Ivan, tren kenaikan IHSG masih berpeluang berlanjut selama indeks mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan sederhana atau SMA-20. Indikator tersebut menjadi salah satu level penting dalam menentukan keberlanjutan tren naik indeks.

“IHSG berpeluang menguji resistance terdekat 6.765 atau terkoreksi ke sekitar 6.541 untuk menguji SMA-20. Jika tetap berada di atas SMA-20, tren naik berpeluang berlanjut hingga 6.835,” kata Ivan.

Untuk perdagangan Kamis, Ivan memperkirakan level support IHSG berada di 6.610, 6.542, dan 6.476. Adapun level resistance yang dipantau berada di 6.765, 6.835, 6.916, dan 7.071.

Saham Pilihan Binaartha Sekuritas

Ivan merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau CPIN.

Rekomendasi tersebut disampaikan berdasarkan analisis teknikal terhadap potensi pergerakan saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan keputusan investasi masing-masing sebelum melakukan transaksi.

Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan Rabu (9/9), IHSG ditutup di level 6.678. Indeks melemah 8,24 poin atau turun 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp16,03 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 34,36 miliar saham.

Pergerakan saham pada akhir perdagangan menunjukkan kondisi yang relatif berimbang, meski jumlah saham yang mengalami pelemahan sedikit lebih banyak. Sebanyak 308 saham ditutup menguat, 317 saham terkoreksi, dan 169 saham lainnya stagnan.

Kesimpulan

IHSG masih diproyeksikan menguat pada perdagangan Kamis (10/9), dengan sejumlah analis memperkirakan indeks berpeluang menguji level resistance terdekat. MNC Sekuritas melihat potensi penguatan hingga area 6.812, sedangkan Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG dapat mencapai 6.835 apabila mampu bertahan di atas SMA-20.

Meski prospek kenaikan masih terbuka, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Investor disarankan mencermati level support dan resistance yang telah disampaikan analis serta memperhatikan dinamika perdagangan sebelum mengambil keputusan.

Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan ataupun tidak merekomendasikan saham tertentu. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment