Perosotan Darurat Air Force One Terbuka Sebelum Trump Terbang ke Dallas

Perosotan darurat pesawat Air Force One milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba terbuka sesaat sebelum pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan menuju Dallas, Texas. Insiden itu terjadi di Pangkalan Gabungan Andrews pada Rabu sore waktu setempat, ketika Trump dijadwalkan bertolak menghadiri konvensi Partai Republik.

Peristiwa tersebut sempat menunda keberangkatan Trump. Saat perosotan darurat diperiksa, sang presiden masih menunggu di dalam helikopter Marine One yang berada di landasan bandara. Pemeriksaan itu berlangsung sekitar 20 menit sebelum Trump kemudian menaiki Air Force One.

Perosotan Darurat Diperiksa Sebelum Keberangkatan

Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump mengatakan perosotan darurat pada pesawat sedang diperiksa. Ia memperkirakan proses pemeriksaan tersebut memerlukan waktu sekitar 15 menit.

“Mereka sedang memeriksa perosotan di sini, dan saya rasa itu akan memakan waktu 15 menit. Mereka sedang memeriksa perosotan itu. Anda tahu, perosotan daruratnya, jadi saya kira butuh waktu sekitar 15 menit,” ujar Trump, seperti dikutip ABC News.

Trump juga menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan perosotan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Ia menegaskan bahwa pesawat tetap aman untuk digunakan dalam penerbangan menuju Dallas.

“Ya, saya yakin (pesawat aman). Kalau tidak, saya tidak akan menaikinya,” kata Trump.

Versi Berbeda tentang Penyebab Perosotan Terbuka

Meski Trump mengisyaratkan bahwa perosotan tersebut dibuka sebagai bagian dari pemeriksaan, seseorang yang mengetahui insiden itu menyebut perosotan darurat justru aktif secara tidak sengaja. Menurut keterangan tersebut, personel militer yang berada di sekitar pesawat tidak bermaksud membuka perosotan itu.

Perbedaan penjelasan tersebut menjadi perhatian karena perosotan darurat pesawat umumnya tidak diperiksa dengan cara dibuka sebelum keberangkatan. Setelah mengembang, perosotan memerlukan proses pelepasan dan pemasangan kembali yang dapat memakan banyak waktu.

Dalam kasus ini, Gedung Putih menyatakan bahwa perosotan tersebut akhirnya dilepas dari pesawat. Komponen itu kemudian diangkut menggunakan bak belakang sebuah truk pikap sebelum Air Force One lepas landas menuju Dallas.

Air Force One Hadiah dari Qatar

Pesawat yang mengalami insiden tersebut merupakan jet yang diberikan keluarga kerajaan Qatar. Pesawat itu disebut bernilai sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat atau setara kurang lebih Rp7 triliun.

Pemberian pesawat tersebut sebelumnya telah menimbulkan pertanyaan dari sejumlah anggota parlemen dan pakar. Sorotan terutama berkaitan dengan pemberian hadiah bernilai besar dari pihak asing kepada pemerintah atau presiden Amerika Serikat.

Trump sebelumnya menggambarkan jet berusia sekitar 14 tahun itu sebagai “pesawat paling mewah di dunia”. Pernyataan tersebut disampaikan pada awal tahun ini, setelah pesawat itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai fasilitas transportasi kepresidenan Amerika Serikat.

Pengamanan Perjalanan Presiden Menjadi Sorotan

Insiden perosotan darurat ini menambah perhatian terhadap prosedur penerbangan dan pengamanan perjalanan Trump. Sebelumnya, pada Juli, Trump dikabarkan diam-diam berganti pesawat ketika meninggalkan KTT NATO di Turki.

Saat itu, Trump berpindah melalui truk katering sebelum naik ke pesawat militer. Pergantian tersebut dilakukan di tengah adanya ancaman terhadap dirinya dari Iran.

Kesimpulan

Terbukanya perosotan darurat Air Force One sebelum keberangkatan Trump ke Dallas menyebabkan penundaan singkat dan pemeriksaan tambahan. Trump menyatakan pesawat aman digunakan, sementara sumber lain menyebut perosotan tersebut aktif secara tidak sengaja.

Setelah perosotan dilepas dan diangkut menggunakan truk pikap, Air Force One tetap melanjutkan penerbangan. Namun, insiden ini kemungkinan akan kembali memunculkan pertanyaan mengenai prosedur pemeriksaan pesawat serta kontroversi seputar jet hadiah dari Qatar yang digunakan sebagai pesawat kepresidenan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment