IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Rabu, Investor Perlu Cermati Risiko Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Rabu (26/8). Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya koreksi dalam jangka pendek setelah indeks mengawali pekan dengan pelemahan.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh sejumlah analis teknikal. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penguatan menuju area tertentu. Namun, ia mengingatkan bahwa pergerakan indeks tetap dapat mengalami tekanan apabila tidak mampu mempertahankan level-level penting.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat adanya potensi koreksi lanjutan. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati pergerakan IHSG berdasarkan level support dan resistance yang telah dipetakan oleh para analis.
IHSG Berpeluang Menguat ke Area 6.570-6.600
Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih mempunyai ruang untuk melanjutkan penguatan menuju area 6.570-6.600. Kendati demikian, ia meminta pelaku pasar mencermati potensi koreksi jangka pendek yang dapat membawa indeks ke kisaran 6.429-6.453.
Menurut Herditya, level-level tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat menggambarkan arah pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini. Apabila indeks mampu bergerak sesuai proyeksi positif, peluang menuju area resistance tetap terbuka. Sebaliknya, tekanan jual dapat mendorong IHSG menguji area koreksi yang telah diperkirakan.
Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas
Dalam riset hariannya, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.373 dan 6.272. Sementara itu, area resistance berada di level 6.599 dan 6.705.
Selain memberikan proyeksi terhadap indeks, Herditya juga menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni Aneka Tambang Tbk (ANTM), Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Timah Tbk (TINS).
Analis Binaartha Sekuritas Waspadai Koreksi Lanjutan
Berbeda dengan proyeksi penguatan dari MNC Sekuritas, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu. Menurutnya, potensi tersebut muncul setelah indeks mengawali pekan dengan pelemahan dan sebelumnya gagal ditutup di atas resistance 6.545.
Ivan mengatakan, tekanan terhadap IHSG perlu dicermati terutama apabila indeks menembus level 6.453. Jika level tersebut tidak mampu dipertahankan, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji support 6.352. Area tersebut juga berdekatan dengan support dinamis SMA-20.
Proyeksi Level IHSG dan Saham Pilihan
Ivan memproyeksikan level support IHSG berada di 6.453, 6.352, 6.230, dan 6.080. Sementara itu, level resistance yang menjadi perhatian berada di 6.666, 6.835, dan 6.916.
Untuk saham yang menjadi perhatiannya, Ivan merekomendasikan AADI, ADRO, AMRT, BBNI, dan CPIN. Rekomendasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari analisis teknikal terhadap potensi pergerakan saham pada perdagangan hari ini.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Pada penutupan perdagangan Senin (24/8), IHSG berada di level 6.501. Indeks melemah 24,02 poin atau 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp14,29 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 35,88 miliar saham.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 259 saham berakhir menguat. Sementara itu, 367 saham mengalami koreksi dan 166 saham lainnya stagnan. Data tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pelemahan masih mewarnai perdagangan pada penutupan terakhir.
Kesimpulan
IHSG diproyeksikan memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Rabu (26/8), dengan target area 6.570-6.600 menurut Herditya Wicaksana. Namun, risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan, khususnya apabila indeks bergerak menuju kisaran 6.429-6.453.
Sementara itu, Ivan Rosanova melihat peluang koreksi lanjutan apabila IHSG menembus level 6.453, dengan potensi pengujian support 6.352. Karena itu, arah pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada kemampuan indeks dalam mempertahankan level support serta menembus area resistance yang telah dipetakan.
Informasi ini merupakan rangkuman analisis pasar dan bukan rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dengan mempertimbangkan kondisi dan profil risiko masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment