IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Rabu, Investor Wajib Waspadai Potensi Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (9/9). Sejumlah analis menilai indeks masih memiliki peluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek, meskipun potensi koreksi tetap perlu menjadi perhatian investor.
Proyeksi tersebut disampaikan setelah IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa (8/9). Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum positif sekaligus merespons sinyal teknikal yang menunjukkan adanya risiko pembalikan arah.
IHSG Berpeluang Menguat dalam Jangka Pendek
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikalnya, posisi indeks diperkirakan berada di akhir wave v dari wave (c).
Herditya menyebut area penguatan IHSG berada pada kisaran 6.736 hingga 6.812. Namun, ia mengingatkan bahwa indeks tetap memiliki peluang mengalami koreksi dalam waktu dekat.
“Posisi IHSG diperkirakan berada di akhir wave v dari wave (c), dengan area penguatan di 6.736-6.812. Namun, waspadai potensi koreksi terdekat ke rentang 6.668-6.683,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support pada 6.610 dan 6.561. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.705 dan 6.755.
Selain memberikan proyeksi terhadap pergerakan indeks, Herditya turut menyampaikan sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni ESSA, PGAS, SSIA, dan WIFI. Informasi tersebut merupakan bagian dari riset teknikal dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi tertentu.
Analisis Binaartha Sekuritas: IHSG Masih Konsolidatif
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memiliki pandangan bahwa IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi. Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu arah pergerakan berikutnya di tengah peluang berlanjutnya tren kenaikan maupun munculnya koreksi.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Ivan adalah munculnya indikasi bearish divergence pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Sinyal tersebut dapat membuka peluang terjadinya pembalikan tren, termasuk koreksi untuk menguji garis SMA-20.
“Indikasi bearish divergence pada MACD masih menjadi perhatian karena membuka peluang terjadinya pembalikan tren, termasuk koreksi untuk menguji garis SMA-20,” ujar Ivan.
Proyeksi Level IHSG dan Saham Pilihan
Ivan memperkirakan IHSG memiliki sejumlah level support, yaitu 6.569, 6.496, 6.376, dan 6.230. Adapun level resistance yang dipantau berada di 6.835, 6.916, dan 7.071.
Dalam risetnya, Ivan juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni AADI, EMTK, ICBP, dan PGAS. Daftar tersebut merupakan pandangan analis berdasarkan analisis yang disampaikan dan tidak dapat dianggap sebagai jaminan terhadap kinerja saham di pasar.
IHSG Menguat 1,01 Persen pada Perdagangan Sebelumnya
IHSG ditutup di level 6.686 pada perdagangan Selasa (8/9). Indeks menguat 66,76 poin atau tumbuh 1,01 persen dibandingkan penutupan pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi saham pada perdagangan tersebut mencapai Rp15,66 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 37,47 miliar saham.
Pergerakan positif juga tercermin dari jumlah saham yang menguat. Sebanyak 363 saham tercatat naik, sedangkan 244 saham mengalami koreksi. Sementara itu, sebanyak 185 saham lainnya bergerak stagnan pada penutupan perdagangan.
Kesimpulan
IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Rabu (9/9), dengan sejumlah analis memproyeksikan area kenaikan yang perlu diperhatikan. Meski demikian, risiko koreksi tetap terbuka, terutama karena adanya indikasi bearish divergence pada MACD dan potensi pengujian terhadap garis SMA-20.
Investor perlu mencermati level support dan resistance yang disampaikan oleh para analis, serta memperhatikan dinamika pergerakan indeks secara hati-hati. Rekomendasi saham yang disebutkan dalam riset merupakan pandangan analis dan bukan rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual saham.
Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko dan analisis masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment