Tim SAR Gabungan Cari Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda, Delapan Orang Masih Dicari

Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (8/9). Kapal tersebut membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis yang hendak meliput Gunung Anak Krakatau.

Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Selat Sunda. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penyisiran di antaranya Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Namun, hingga operasi SAR hari pertama berakhir, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun seluruh penumpangnya.

Delapan Orang Berada di Dalam Speed Boat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menyampaikan bahwa terdapat delapan orang di dalam speed boat tersebut. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang pemandu atau guide, serta lima jurnalis dari sejumlah media.

Adapun delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut adalah Warta (55), yang berperan sebagai kapten kapal, serta Surakman (60) sebagai anak buah kapal. Selain itu, terdapat Heriyanto (49) yang bertugas sebagai guide.

Lima penumpang lainnya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Seluruhnya dilaporkan berada di dalam speed boat yang sebelumnya hendak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan.

Penyisiran Dimulai Setelah Laporan Diterima

Al Amrad mengatakan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai speed boat yang hilang kontak. Tim berangkat menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB.

Petugas kemudian melakukan penyisiran ke arah Krakatau serta sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat. Pencarian tersebut dilakukan dengan memperhatikan wilayah-wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk Pulau Panjang dan Pulau Rakata.

Meski telah melakukan penyisiran, tim belum menemukan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Pencarian pada tahap awal tersebut berakhir tanpa hasil atau nihil.

KN SAR Tetuka 247 Perkuat Operasi Pencarian

Pada sore hari, KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut menyisir rute yang telah ditentukan dan melakukan pemantauan visual terhadap kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan speed boat maupun para penumpangnya.

Sekitar pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba di perairan Sangiang. Namun, kapal tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang. Kapal kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual.

Hasil pemantauan hingga perjalanan menuju pelabuhan tersebut masih nihil. KN SAR Tetuka 247 tiba di Dermaga Pelabuhan Ciwandan pada pukul 22.12 WIB dan berhasil sandar dengan aman.

Operasi Dilanjutkan pada Hari Berikutnya

Setelah kapal sandar, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 22.46 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi pencarian diputuskan untuk dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

Pada pencarian berikutnya, area penyisiran akan diperluas sesuai hasil evaluasi serta kondisi yang ditemukan di lapangan. Tim SAR Gabungan akan kembali mengoptimalkan pencarian terhadap speed boat dan delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Berbagai Unsur Terlibat dalam Pencarian

Operasi SAR hari pertama melibatkan berbagai unsur, antara lain personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, serta Polsek Carita.

Selain itu, operasi turut didukung Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur media. Peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, mobil penyelamat, truk personel, drone thermal, serta perlengkapan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Kesimpulan

Operasi pencarian speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada hari pertama belum membuahkan hasil. Delapan orang yang terdiri atas dua awak kapal, seorang guide, dan lima jurnalis masih dalam pencarian.

Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pada hari berikutnya dengan memperluas wilayah penyisiran. Pencarian tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan kondisi di lapangan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment