IHSG Diproyeksi Menguat pada Selasa, Simak Target dan Level Support-Resistance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8). Optimisme tersebut muncul setelah IHSG menguat signifikan pada perdagangan Jumat (14/8), meski sejumlah analis tetap mengingatkan adanya risiko konsolidasi hingga koreksi apabila indeks gagal menembus level resistance penting.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG masih memiliki dua skenario pergerakan. Skenario pertama membuka peluang bagi indeks untuk meneruskan penguatan menuju area yang lebih tinggi. Sementara itu, skenario kedua menunjukkan adanya potensi koreksi apabila pergerakan IHSG tidak mampu mempertahankan momentum positif.
IHSG Berpeluang Menguat ke Area 6.544
Dalam skenario terbaik, Herditya memperkirakan IHSG dapat bergerak naik menuju kisaran 6.440-6.544. Proyeksi ini mencerminkan peluang berlanjutnya momentum penguatan setelah indeks berhasil mencatat kenaikan pada perdagangan sebelumnya.
Namun, Herditya juga menyiapkan skenario terburuk yang perlu diperhatikan investor. Apabila tekanan jual kembali muncul, IHSG berisiko terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b).
“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat ke area 6.440-6.544. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance IHSG
Untuk perdagangan Selasa, Herditya memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.201 dan 6.029. Sementara itu, area resistance berada pada level 6.454 dan 6.599.
Level support menjadi area yang perlu diperhatikan apabila indeks mengalami tekanan. Sebaliknya, kemampuan IHSG menembus area resistance dapat menjadi indikasi bagi berlanjutnya tren penguatan. Berdasarkan analisisnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi pilihannya, yakni AADI, ANTM, PGAS, VKTR, dan XMIG.
IHSG Diprediksi Menuju Level 6.545
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan. Menurut Ivan, peluang tersebut terbuka setelah IHSG mengalami rebound pada perdagangan Jumat dan kembali mendekati resistance internal di level 6.422.
Ivan menyatakan, apabila IHSG mampu menembus level 6.422, indeks berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 6.545. Akan tetapi, jika indeks masih bergerak di bawah level tersebut, IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi dan kembali melanjutkan koreksi.
“Jika mampu menembus level 6.422, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 6.545. Namun, jika masih berada di bawah 6.422, IHSG berpeluang bergerak konsolidasi dan melanjutkan koreksi,” ujar Ivan.
Proyeksi Level IHSG Menurut Binaartha Sekuritas
Ivan memproyeksikan sejumlah level support IHSG, yaitu 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887. Adapun level resistance yang perlu dicermati berada di 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835.
Dalam risetnya, Ivan merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan, yaitu ASII, BBNI, dan PGAS. Rekomendasi tersebut disampaikan berdasarkan analisis terhadap potensi pergerakan saham dan indeks pada perdagangan hari ini.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Jumat
IHSG ditutup di level 6.401 pada perdagangan Jumat (14/8). Indeks menguat 100,12 poin atau naik 1,59 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendasari proyeksi positif sejumlah analis untuk perdagangan Selasa.
Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi investor mencapai Rp12,44 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan mencapai 32,45 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,75 juta kali.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, sebanyak 334 saham tercatat menguat. Sebanyak 268 saham mengalami koreksi, sedangkan 191 saham lainnya bergerak stagnan.
Kesimpulan
IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan Selasa dengan target utama di area 6.440-6.544 menurut skenario Herditya Wicaksana, serta menuju level 6.545 berdasarkan proyeksi Ivan Rosanova. Namun, investor tetap perlu memperhatikan level 6.422 sebagai resistance penting. Jika berhasil ditembus, peluang kenaikan dapat berlanjut. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut dapat membuka ruang bagi konsolidasi atau koreksi.
Level support dan resistance yang disampaikan para analis dapat menjadi acuan dalam memantau arah pergerakan IHSG. Meski demikian, informasi ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan strategi dan risiko masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment