IHSG Diproyeksi Mixed pada Perdagangan 16 September, Investor Wajib Cermati Level 6.370

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak datar atau mixed pada perdagangan Rabu (16/9). Pelaku pasar masih perlu mencermati potensi koreksi, meskipun peluang penguatan kembali atau rebound tetap terbuka apabila indeks mampu bertahan di atas sejumlah level support penting.

Proyeksi tersebut disampaikan oleh analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dan Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Keduanya melihat pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan setelah indeks mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya.

IHSG Masih Berada dalam Kondisi Mixed

Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Menurutnya, risiko koreksi masih perlu diwaspadai, tetapi ruang bagi indeks untuk melakukan rebound tetap tersedia selama mampu mempertahankan posisi di atas level support kunci.

Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam. Kondisi tersebut membuat indeks berpotensi kembali menguji area 6.290 hingga 6.370.

Namun, Herditya menilai peluang penguatan dapat terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.370. Jika level tersebut tetap terjaga, indeks berpeluang bergerak naik menuju rentang 6.541 hingga 6.581.

“Dalam skenario terburuk, IHSG masih diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas

Untuk perdagangan Rabu, Herditya memproyeksikan IHSG memiliki level support pada 6.279 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.585 dan 6.633.

Dalam risetnya, Herditya juga menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni BRMS, INCO, MAPA, dan AUTO. Penyebutan saham tersebut merupakan bagian dari analisis pasar dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi tertentu.

Risiko Tren Penurunan Masih Membayangi

Senada dengan Herditya, Ivan Rosanova memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan tren penurunan. Pandangan tersebut didasarkan pada posisi indeks yang telah ditutup di bawah SMA-20 selama dua hari berturut-turut.

Menurut Ivan, risiko koreksi akan semakin besar apabila IHSG menembus ke bawah level 6.370. Jika kondisi tersebut terjadi, tren penurunan berpotensi berlanjut menuju level 6.290.

“Jika IHSG menembus di bawah 6.370, tren turun berpotensi berlanjut menuju 6.290. Level 6.290 diperkirakan menjadi support kuat karena merupakan klaster support dari dua Fibonacci retracement,” ujar Ivan.

Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas

Ivan memperkirakan level support IHSG berada di 6.370, 6.290, dan 6.179. Adapun level resistance yang perlu dicermati berada di 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916.

Selain memberikan proyeksi terhadap pergerakan indeks, Ivan juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yaitu INKP, KLBF, MDKA, dan PGAS. Pergerakan saham-saham tersebut tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan dan dinamika perdagangan pada hari berjalan.

IHSG Melemah 1,13 Persen pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan Selasa (15/9), IHSG ditutup di level 6.461. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 73,54 poin atau 1,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp12,69 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 26,41 miliar saham.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 312 saham menguat, 314 saham mengalami koreksi, dan 165 saham bergerak stagnan. Data tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup terasa, dengan jumlah saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami penguatan.

Kesimpulan

IHSG diperkirakan bergerak mixed pada perdagangan Rabu (16/9), dengan risiko koreksi yang masih membayangi. Level 6.370 menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena kemampuan indeks bertahan di atas level tersebut dapat menjaga peluang rebound. Sebaliknya, penembusan ke bawah 6.370 berpotensi membuka jalan bagi pelemahan menuju 6.290.

Investor juga perlu mencermati rentang support dan resistance yang disampaikan oleh para analis sebelum mengambil keputusan. Pergerakan IHSG tetap dapat berubah mengikuti dinamika perdagangan, sehingga strategi investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Catatan: Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment