Kemenperin: 22 dari 23 Subsektor Industri Masih Ekspansif pada Agustus 2026

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat mayoritas subsektor industri pengolahan masih berada dalam fase ekspansi pada Agustus 2026. Dari total 23 subsektor yang dipantau, sebanyak 22 subsektor tercatat mengalami ekspansi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri pengolahan tetap berada pada tingkat yang positif, meskipun secara keseluruhan terjadi penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dibandingkan bulan sebelumnya.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri menyampaikan, 22 subsektor yang mengalami ekspansi tersebut memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. Subsektor-subsektor itu menyumbang 98,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II 2026.

22 Subsektor Industri Berada dalam Fase Ekspansi

Fase ekspansi pada 22 subsektor industri pengolahan menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan produksi masih berjalan dengan baik. Capaian ini juga memperlihatkan bahwa sebagian besar sektor industri tetap memiliki tingkat kepercayaan yang positif terhadap kondisi usaha pada Agustus 2026.

Menurut Febri, hanya satu subsektor yang tercatat mengalami kontraksi pada periode tersebut. Subsektor itu adalah Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki. Sementara itu, subsektor lainnya masih mampu mempertahankan posisi di atas batas yang menandakan fase ekspansi.

“Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Adapun subsektor yang mengalami kontraksi yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki,” ujar Febri dalam rilis IKI Agustus 2026 di Jakarta, Senin (31/8).

Industri Minuman dan Bahan Kimia Catat IKI Tertinggi

Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia menjadi dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026. Posisi tersebut menempatkan kedua subsektor sebagai bagian dari industri yang paling kuat berdasarkan pengukuran kepercayaan industri pada periode tersebut.

Di sisi lain, kontraksi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki menjadi catatan tersendiri dalam perkembangan industri pengolahan. Dengan demikian, meskipun mayoritas subsektor berada dalam fase ekspansi, masih terdapat subsektor yang menghadapi tekanan sehingga belum mampu mempertahankan kinerja positif pada Agustus 2026.

IKI Agustus 2026 Turun 0,80 Poin

Secara keseluruhan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 berada di level 52,30. Angka tersebut masih lebih tinggi dari level 50 yang menjadi batas antara fase ekspansi dan kontraksi. Artinya, industri pengolahan secara umum masih berada dalam fase ekspansi.

Namun, nilai IKI Agustus 2026 mengalami penurunan sebesar 0,80 poin jika dibandingkan dengan capaian pada Juli 2026. Pada bulan sebelumnya, IKI tercatat sebesar 53,10. Penurunan ini menunjukkan adanya pelemahan tingkat kepercayaan industri secara bulanan, meskipun indikator tersebut belum bergeser ke fase kontraksi.

Pergerakan IKI tersebut memberikan gambaran bahwa industri pengolahan masih memiliki kinerja yang positif, tetapi menghadapi kondisi yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Perbedaan capaian antar-subsektor juga terlihat dari adanya subsektor dengan nilai IKI tinggi dan satu subsektor yang mengalami kontraksi.

Pertumbuhan Industri Nonmigas Meningkat pada Kuartal II

Kinerja industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada kuartal I 2026 yang berada di level 5,14 persen.

Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tersebut juga sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 yang tercatat sebesar 5,29 persen. Data ini menunjukkan bahwa industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut.

Kenaikan pertumbuhan dari kuartal I ke kuartal II menjadi salah satu gambaran bahwa kinerja industri pengolahan nonmigas masih memiliki daya tahan. Hal ini berjalan beriringan dengan kondisi mayoritas subsektor yang tetap berada dalam fase ekspansi pada Agustus 2026.

Kesimpulan

Kemenperin mencatat 22 dari 23 subsektor industri pengolahan masih mengalami ekspansi pada Agustus 2026. Subsektor yang berada dalam fase ekspansi tersebut berkontribusi 98,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II 2026.

Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia menjadi subsektor dengan nilai IKI tertinggi. Sementara itu, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami kontraksi. Secara keseluruhan, IKI Agustus 2026 tercatat 52,30, atau masih berada di atas level ekspansi, meski turun dari 53,10 pada Juli 2026.

Dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen pada kuartal II 2026, kondisi industri secara umum masih menunjukkan arah yang positif. Ke depan, data tersebut menjadi gambaran penting mengenai perlunya mempertahankan kinerja mayoritas subsektor agar fase ekspansi tetap terjaga.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment