Kisah Tika Wulandari, Dari Account Officer PNM hingga Membuka Lapangan Kerja bagi Puluhan Nelayan

Bekerja sebagai Account Officer di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak 2019 menjadi titik penting dalam perjalanan hidup Tika Wulandari. Dari pekerjaan tersebut, Tika tidak hanya mendapatkan penghasilan untuk membantu keluarganya, tetapi juga mampu mewujudkan impian sang ayah memiliki perahu sendiri. Lebih dari itu, perahu tersebut kemudian membuka kesempatan bagi orang lain untuk memperoleh penghasilan.

Kisah Tika menunjukkan bahwa sebuah kesempatan kerja dapat menghadirkan dampak yang lebih luas. Berawal dari niat sederhana untuk membantu keluarga, penghasilan yang diperoleh Tika berkembang menjadi dukungan bagi usaha sang ayah dan sumber penghidupan bagi puluhan orang.

Tumbuh dari Keluarga Nelayan

Tika tumbuh di tengah keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya selama bertahun-tahun bekerja dengan mengikuti kapal milik orang lain. Karena itu, penghasilan yang diperoleh sang ayah tidak selalu tetap dan bergantung pada pekerjaan yang tersedia.

Sejak kecil, Tika sudah terbiasa membantu orang tua. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, ia memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Pilihan tersebut diambil karena Tika ingin membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus tidak menambah beban orang tuanya.

Keinginan untuk membantu keluarga kemudian membawanya bergabung dengan PNM pada 2019. Tika dipercaya menjalankan peran sebagai Account Officer Mekaar, yaitu mendampingi nasabah PNM Mekaar yang sebagian besar merupakan ibu-ibu prasejahtera yang sedang berusaha mengembangkan usaha.

Melihat Perjuangan Nasabah sebagai Perjuangan Keluarga

Dalam menjalankan pekerjaannya, Tika bertemu dengan banyak nasabah yang berjuang meningkatkan kondisi ekonomi keluarga melalui usaha. Kedekatan dengan para nasabah membuat Tika merasa memiliki hubungan emosional dengan perjuangan mereka.

Ia melihat ketekunan para nasabah seperti melihat perjuangan keluarganya sendiri. Pengalaman tersebut membuatnya semakin bersemangat dalam mendampingi mereka.

“Yang saya bayangkan adalah saya seperti menolong ibu saya sendiri,” kata Tika.

Di sisi lain, Tika juga mulai mengatur penghasilannya untuk membantu kebutuhan keluarga. Ia menyisihkan uang secara bertahap untuk membeli sepeda motor yang digunakan dalam menunjang pekerjaannya. Selain itu, ia turut membantu ibunya membeli sapi.

Mewujudkan Impian Ayah Memiliki Perahu

Salah satu impian terbesar Tika adalah membantu ayahnya memiliki perahu sendiri. Selama ini, sang ayah bekerja dengan mengikuti kapal milik orang lain. Setelah menabung dan mengelola penghasilannya, Tika akhirnya berhasil membeli perahu untuk ayahnya pada 2022.

Perahu tersebut tidak hanya mengubah kehidupan sang ayah. Dengan memiliki perahu sendiri, ayah Tika dapat melaut untuk keluarganya sekaligus membantu orang lain mendapatkan pekerjaan sebagai nelayan.

“Sekarang ada sekitar 20 hingga 25 orang yang bantu Ayah sebagai nelayan. Penghasilan yang awalnya untuk membantu keluarga ternyata menjadi modal yang membuka kesempatan mencari nafkah bagi orang lain,” ujar Tika.

Hal ini memperlihatkan bahwa manfaat dari sebuah penghasilan dapat berkembang melampaui kebutuhan pribadi. Dukungan yang semula ditujukan untuk satu keluarga kemudian berubah menjadi kesempatan ekonomi bagi puluhan orang.

Kesempatan Melanjutkan Pendidikan

Selain membantu keluarga dan mewujudkan impian ayahnya, pekerjaan di PNM juga memberi kesempatan bagi Tika untuk kembali mengejar pendidikan yang sempat tertunda. Pada 2022, ia mendapatkan beasiswa sehingga dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua.

Tika tetap menjalankan pekerjaannya di PNM sambil menempuh pendidikan. Baginya, kesempatan tersebut merupakan pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Dari pekerjaan ini saya bisa membantu orang tua, bisa mewujudkan keinginan Bapak untuk punya perahu sendiri, dan sekarang saya juga bisa kuliah. Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini,” ujar Tika.

PNM Dorong Dampak Pemberdayaan yang Lebih Luas

Direktur Utama PNM Kindaris menilai perjalanan Tika sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, PNM tidak hanya hadir untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera dalam mengembangkan usaha, tetapi juga mendukung Insan PNM yang turut berjuang untuk keluarga masing-masing.

“Perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak hanya dilakukan bersama nasabah, tetapi juga bersama Insan PNM yang setiap hari hadir mendampingi mereka. Banyak dari karyawan kami yang juga merupakan tulang punggung keluarga. Ketika mereka bertumbuh melalui pekerjaannya, ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Kindaris.

Kindaris menambahkan, perjalanan Tika membuktikan bahwa dampak sebuah pekerjaan dapat melampaui apa yang terlihat. Penghasilan yang diperoleh Tika mampu membantu keluarga, mewujudkan impian orang tuanya, mendukung pendidikan, dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

“Inilah semangat yang ingin terus kami bangun di PNM untuk membersamai setiap perjuangan agar manfaatnya dapat tumbuh dari satu keluarga dan menjalar ke masyarakat di sekitarnya,” kata Kindaris.

Kesimpulan

Kisah Tika Wulandari menjadi gambaran bahwa perubahan besar dapat bermula dari kesempatan sederhana untuk bekerja dan kemauan untuk berkembang. Dengan ketekunan, Tika mampu membantu keluarganya, membeli perahu untuk ayahnya, melanjutkan pendidikan, serta menghadirkan peluang kerja bagi sekitar 20 hingga 25 orang.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa manfaat pemberdayaan tidak harus berhenti pada satu orang. Ketika kesempatan dimanfaatkan dengan baik, dampaknya dapat bergerak dari individu ke keluarga, lalu meluas ke masyarakat. Ke depan, semangat untuk terus bertumbuh dan saling memberdayakan diharapkan dapat menciptakan manfaat yang semakin luas bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment