MRT Jakarta Siapkan 24 Area Multifungsi di Extended Concourse Stasiun Bundaran HI
PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan 24 area multifungsi di jalur pejalan kaki bawah tanah atau extended concourse Stasiun Bundaran HI. Ruang dengan luas sekitar 4.439 meter persegi tersebut akan dikembangkan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), gaya hidup, layanan, hingga kerja sama dengan sejumlah mitra.
Pengembangan area ini menjadi bagian dari upaya mengubah fungsi extended concourse. Jalur bawah tanah tersebut tidak hanya dirancang sebagai ruang perpindahan penumpang, tetapi juga sebagai kawasan transit yang dapat menunjang kebutuhan publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.
24 Area Multifungsi Disiapkan di Lahan 4.439 Meter Persegi
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Ferdiansyah Roestam mengatakan, area komersial itu memiliki luas sekitar 4.439 semi-gross area. Di dalamnya akan tersedia 24 area multifungsi yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
“Total area yang perlu kami sampaikan adalah 4.439 semi-gross area. Jadi ini akan memuat 24 area multifungsi yang bisa dimanfaatkan, dikembangkan seperti fungsi komersial, F&B, lifestyle, layanan dan tenant-tenant partnership,” kata Ferdi dalam workshop MRT Jakarta Fellowship Program 2026 di Kantor MRT, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Departement Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda) Ricky Agung Kresna Putra menjelaskan, pengembangan komersial tersebut pada tahap awal akan lebih berfokus pada sektor ritel. Selain itu, terdapat peluang untuk menghadirkan konsep co-branding, iklan, serta berbagai kegiatan aktivasi.
Menurut Ricky, area tersebut tidak hanya ditujukan untuk F&B. Peluang juga terbuka bagi usaha di bidang gaya hidup dan jenis layanan lain yang dapat menjadi tujuan bagi pengguna MRT. MRT Jakarta turut membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjadi bagian dari kawasan tersebut. Informasi mengenai pencarian tenant akan disampaikan melalui kanal resmi MRT Jakarta.
Dirancang Menampung hingga 17 Ribu Orang
Selain mendukung aktivitas komersial, extended concourse dirancang untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna MRT seiring dengan berlanjutnya pengembangan jaringan transportasi tersebut.
Dalam perhitungan yang digunakan untuk kebutuhan proyek, satu stasiun saat ini disebut melayani sekitar 11 ribu penumpang. Jumlah itu diproyeksikan bertambah lebih dari 6.000 orang. Karena itu, area bawah tanah tersebut disiapkan untuk mendukung sirkulasi hingga sekitar 17 ribu orang.
Ferdi mengatakan, rancangan extended concourse memiliki sejumlah fungsi penting. Pertama, area tersebut harus memenuhi faktor keselamatan ketika terjadi kondisi darurat. Kedua, jalur itu diharapkan dapat meningkatkan layanan publik dan mencegah terjadinya bottlenecking atau penumpukan arus penumpang. Ketiga, ruang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai area multifungsi yang mendukung mobilitas masyarakat.
Terhubung dengan Halte dan Bangunan di Sekitar
Jalur bawah tanah ini berada tepat di bawah anjungan Halte TransJakarta Bundaran HI. Area tersebut juga akan memiliki dua akses baru atau muara, yaitu Muara 1 di sisi barat dan Muara 2 di sisi timur. Kedua akses itu dilengkapi tangga dan eskalator, sementara sejumlah lift disiapkan untuk mendukung konektivitas.
Selain terhubung dengan Stasiun MRT dan halte TransJakarta, extended concourse dirancang agar dapat tersambung dengan Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara. Koneksi tersebut akan dilakukan melalui panel yang dapat dibuka pada tahap pengembangan berikutnya.
Ferdi menilai, rencana konektivitas ini turut mengubah cara pengembang melihat hubungan antara kawasan properti dan transportasi publik. Ia mencontohkan salah satu pengembang di sekitar lokasi yang bersedia memundurkan setback bangunannya hingga 80 sentimeter agar ruang pedestrian menjadi lebih lebar dan nyaman.
Penyesuaian tersebut dilakukan karena akses menuju extended concourse mengambil sebagian ruang pedestrian. Di sisi lain, area masuk ke jalur bawah tanah tetap harus memenuhi kebutuhan layanan, termasuk penyediaan tangga, eskalator, serta ruang yang dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengguna kursi roda.
Antisipasi Kepadatan Penumpang
Penambahan fungsi komersial di dalam kawasan transit juga menghadirkan tantangan, terutama potensi kerumunan. Untuk mengantisipasi hal itu, MRT Jakarta menyiapkan skema pengaturan arus penumpang apabila aktivitas di dalam extended concourse menimbulkan kepadatan.
Pengaturan tersebut mencakup penataan antrean dan pembatasan akses sementara apabila kapasitas suatu titik sudah terlalu penuh. Setiap kegiatan nantinya akan memiliki penanggung jawab yang memetakan area aktivasi serta jalur pejalan kaki.
Apabila terjadi penumpukan, MRT akan menyiapkan lokasi alternatif untuk antrean maupun titik tunggu. Pengaturan serupa juga akan diterapkan ketika kepadatan terjadi akibat hujan. Tim operasional, keamanan, station master, dan manajer stasiun dapat mengatur arus masuk serta menghentikan sementara akses menuju area yang telah penuh.
Progres Konstruksi Ditargetkan Meningkat
Pembangunan fisik extended concourse Stasiun Bundaran HI masih berlangsung. Hingga Juli 2026, progres konstruksi tercatat 21,46 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan target perencanaan sebesar 21,07 persen.
Progres pembangunan ditargetkan mencapai 24,8 persen pada Agustus dan 45 persen hingga akhir 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada Mei 2027 dan diresmikan pada Juni 2027.
Kesimpulan
Extended concourse Stasiun Bundaran HI akan dikembangkan sebagai ruang yang menggabungkan fungsi transportasi, publik, dan komersial. Sebanyak 24 area multifungsi di lahan sekitar 4.439 meter persegi disiapkan untuk ritel, F&B, gaya hidup, layanan, kemitraan, serta peluang bagi UMKM.
Di sisi lain, aspek keselamatan, kelancaran sirkulasi, aksesibilitas, dan konektivitas dengan kawasan sekitar tetap menjadi bagian penting dalam proyek ini. Jika pembangunan berjalan sesuai target, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kapasitas kawasan Bundaran HI sekaligus memberikan pengalaman transit yang lebih nyaman bagi masyarakat ketika jumlah pengguna MRT terus bertambah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment