Balon Diduga Berisi Hidrogen Meledak di Bali, Keluarga Australia Tertahan di Indonesia
Rencana sebuah keluarga asal Australia merayakan ulang tahun ke-70 sang ibu di Bali berubah menjadi insiden yang menegangkan. Balon yang dibawa untuk menghias restoran tiba-tiba meledak dan diduga memicu kebakaran di Chez Gado Gado pada Minggu (6/9). Peristiwa tersebut membuat sejumlah anggota keluarga harus menjalani pemeriksaan, sementara paspor mereka disebut telah disita pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan.
Salah satu anggota keluarga, Caitlin Speedy, mengatakan dirinya bersama pasangan, anak, serta orang tuanya masih tertahan di Indonesia. Mereka sebelumnya datang ke restoran untuk menikmati momen perayaan keluarga. Namun, suasana bahagia itu berubah setelah api muncul dan dengan cepat membesar di dalam bangunan.
Balon Pesta Tiba-Tiba Meledak
Menurut Speedy, keluarga tersebut membeli sejumlah balon untuk mempercantik tempat makan. Ia mengaku mengira balon-balon itu diisi helium, gas yang umum digunakan untuk membuat balon dapat melayang. Akan tetapi, dugaan awal pihak berwenang menyebut balon tersebut kemungkinan berisi hidrogen.
Hidrogen diketahui memiliki harga lebih murah dibandingkan helium, tetapi sifatnya mudah terbakar. Dugaan mengenai jenis gas yang digunakan itu kini menjadi salah satu bagian dari penyelidikan terkait penyebab kebakaran di restoran.
Speedy mengaku terkejut ketika salah satu balon tiba-tiba meledak. Setelah itu, api disebut dengan cepat menyebar di area restoran. “Saya tidak tahu bagaimana balon itu bisa meledak. Tiba-tiba saja semuanya terbakar,” kata Speedy, seperti dikutip dari Perth Now.
Keluarga Berusaha Menyelamatkan Diri
Api yang membesar membuat para pengunjung Chez Gado Gado berhamburan keluar dari restoran. Dalam situasi tersebut, Speedy sempat kembali masuk ke bangunan karena mengetahui masih ada anggota keluarganya di dalam.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil karena tidak ingin ada anggota keluarga maupun pengunjung yang kehilangan nyawa. “Saya melihat keluarga saya dan berkata, ‘Saya harus kembali.’ Lalu saya langsung berlari masuk. Saya hanya tidak ingin ada yang meninggal,” ujarnya.
Dalam insiden itu, anak Speedy juga dilaporkan mengalami luka. Kejadian tersebut sekaligus mengubah rencana perjalanan keluarga yang semula disiapkan untuk merayakan ulang tahun sang ibu. Liburan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru berakhir dengan pemeriksaan aparat terkait kebakaran.
Paspor Keluarga Disita untuk Penyelidikan
Speedy menyebut paspor miliknya dan anggota keluarganya disita oleh pihak berwenang. Akibatnya, mereka belum dapat meninggalkan Indonesia selama proses penyelidikan berlangsung.
Menurut Speedy, keluarganya dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Namun, ia merasa perlakuan yang diterima membuat mereka seolah-olah dianggap sebagai pelaku kejahatan. “Kami hanya dipanggil sebagai saksi, tetapi tetap diperlakukan berbeda. Saya tidak merasa kami seharusnya ditahan di sini,” katanya.
Ia juga mempertanyakan alasan seluruh anggota keluarganya harus tetap berada di Bali. Speedy mengatakan terdapat sekitar 300 orang di dalam gedung ketika kebakaran terjadi. Karena itu, ia menilai masih banyak orang lain yang juga berpotensi memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.
Persoalan Penjual Balon Dipertanyakan
Selain mempertanyakan proses pemeriksaan, Speedy turut menyoroti tanggung jawab penjual balon. Ia mengatakan penjual menyampaikan bahwa balon akan diisi helium apabila pembeli sejak awal meminta jenis gas tersebut.
Speedy mengaku merasa takut setelah mengetahui adanya dugaan penggunaan hidrogen pada balon yang dibelinya. “Saya merasa ngeri. Rasanya seperti mereka menjual bom waktu kepada saya,” ujarnya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Chez Gado Gado serta jenis gas yang digunakan pada balon masih dalam proses penyelidikan. Pihak berwenang juga masih memeriksa keterangan terkait insiden yang menyebabkan keluarga asal Australia tersebut tertahan di Indonesia.
Kasus ini menjadi perhatian karena dekorasi pesta yang tampak sederhana diduga berkaitan dengan kebakaran di tempat umum. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan bagaimana balon tersebut bisa meledak, jenis gas yang digunakan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Sementara itu, keluarga Speedy masih menunggu perkembangan pemeriksaan sebelum dapat melanjutkan perjalanan mereka.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment