Mengenal 10 Jenis Magnesium dalam Suplemen dan Kegunaannya bagi Tubuh
Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang banyak tersedia dalam bentuk suplemen. Namun, suplemen magnesium tidak hanya terdiri dari satu jenis. Ada berbagai bentuk magnesium yang memiliki karakteristik, tingkat penyerapan, serta kegunaan berbeda.
Beberapa jenis magnesium digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh. Sementara itu, bentuk lainnya lebih sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sembelit, gangguan pencernaan, nyeri otot, gangguan tidur, hingga mendukung kesehatan jantung dan otak.
Oleh karena itu, pemilihan jenis magnesium sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Berikut berbagai jenis magnesium yang umum ditemukan dalam suplemen beserta kegunaannya.
Berbagai Jenis Magnesium dan Kegunaannya
1. Magnesium Sitrat
Magnesium sitrat merupakan bentuk magnesium yang terikat dengan asam sitrat. Jenis ini relatif mudah diserap oleh saluran pencernaan sehingga sering digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan magnesium.
Selain itu, magnesium sitrat memiliki efek laksatif alami. Karena sifat tersebut, bentuk magnesium ini kerap digunakan untuk membantu mengatasi sembelit atau susah buang air besar.
2. Magnesium Oksida
Magnesium oksida tersusun dari magnesium dan oksigen. Dibandingkan beberapa bentuk magnesium lainnya, jenis ini relatif lebih sulit diserap oleh saluran pencernaan. Karena itu, magnesium oksida bukan pilihan utama untuk meningkatkan kadar magnesium dalam tubuh.
Magnesium oksida lebih sering digunakan untuk membantu meredakan nyeri ulu hati atau heartburn, migrain, gangguan pencernaan, dan sembelit.
3. Magnesium Klorida
Magnesium klorida mengandung klorin yang mudah diserap oleh saluran pencernaan. Jenis ini dapat membantu memenuhi kebutuhan magnesium, terutama ketika kadar mineral tersebut di dalam tubuh tergolong rendah.
Magnesium klorida umumnya tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet. Selain dikonsumsi, magnesium klorida juga dapat ditemukan sebagai bahan dalam produk topikal, seperti losion dan salep. Produk tersebut digunakan untuk membantu menenangkan kulit serta merilekskan otot yang terasa nyeri.
4. Magnesium Laktat
Magnesium laktat relatif mudah diserap tubuh dan dinilai lebih ringan bagi sistem pencernaan dibandingkan beberapa bentuk magnesium lainnya. Jenis ini dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan magnesium.
Sejumlah studi juga mengungkapkan potensi magnesium laktat dalam membantu mengatasi stres dan kecemasan. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
5. Magnesium Malat
Magnesium malat merupakan gabungan antara magnesium dan asam malat. Bentuk ini mudah diserap oleh saluran pencernaan dan dapat membantu memenuhi kadar magnesium di dalam tubuh.
Magnesium malat dikaitkan dengan manfaat untuk meningkatkan energi, meredakan nyeri otot, serta mengurangi kelelahan kronis. Jenis magnesium ini terkadang juga digunakan untuk membantu mengatasi gejala fibromyalgia.
6. Magnesium Taurat
Magnesium taurat mengandung asam amino taurin. Kandungan tersebut diketahui dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mendukung kestabilan tekanan darah.
Penelitian awal juga menunjukkan adanya potensi magnesium taurat dalam mendukung kesehatan jantung. Namun, bukti yang berasal dari penelitian pada manusia masih terbatas sehingga manfaat tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut.
7. Magnesium L-Treonat
Magnesium L-treonat disebut memiliki potensi dalam mendukung kesehatan otak. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bentuk magnesium ini dapat meningkatkan konsentrasi magnesium di dalam sel-sel otak.
Magnesium L-treonat juga tengah diteliti untuk berbagai kondisi yang berkaitan dengan fungsi otak, termasuk depresi, penyakit Alzheimer, dan penurunan daya ingat. Namun, informasi mengenai manfaatnya masih terus dikembangkan.
8. Magnesium Glisinat
Magnesium glisinat terbentuk dari magnesium dan asam amino glisin. Jenis ini mudah diserap dan disebut memiliki sifat menenangkan. Karena karakteristik tersebut, magnesium glisinat kerap digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan, depresi, stres, dan insomnia.
Asam glisinat juga terdapat secara alami dalam berbagai makanan kaya protein, seperti ikan, daging, susu, dan kacang-kacangan.
9. Magnesium Orotat
Magnesium orotat mengandung asam orotat. Berbeda dari beberapa bentuk magnesium lainnya, jenis ini tidak memiliki efek pencahar yang kuat.
Penelitian awal menunjukkan bahwa magnesium orotat berpotensi mendukung kesehatan jantung. Akan tetapi, bukti yang tersedia masih terbatas. Jenis magnesium ini cukup populer di kalangan atlet, penggemar kebugaran, serta penderita penyakit jantung.
Utamakan Magnesium dari Makanan
Meski tersedia dalam berbagai bentuk suplemen, pemenuhan kebutuhan magnesium dari makanan tetap sebaiknya diutamakan. Sumber makanan yang disebutkan antara lain kacang-kacangan, sayuran hijau, biji-bijian, dan gandum utuh.
Setiap jenis magnesium memiliki kegunaan yang berbeda. Ada yang lebih ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral, sementara jenis lainnya digunakan untuk mendukung masalah pencernaan, tidur, otot, atau fungsi tubuh tertentu.
Kesimpulan
Magnesium sitrat, oksida, klorida, laktat, malat, taurat, L-treonat, glisinat, dan orotat merupakan beberapa bentuk magnesium yang umum ditemukan dalam suplemen. Perbedaan karakteristik dan manfaatnya membuat pemilihan jenis magnesium perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Ke depan, penelitian mengenai manfaat berbagai bentuk magnesium masih diperlukan, terutama untuk penggunaan yang berkaitan dengan kesehatan jantung, otak, stres, dan kecemasan. Jika mempertimbangkan konsumsi suplemen magnesium, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi tubuh.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment